Sample: Kalau Ada Yang Lebih Murah Kenapa Harus Beli Yang Mahal?

 

20160426170134

Sample yang saya peroleh dari dapet gratisan maupun beli😀

Jika kamuh-kamuh penggemar skin care dan kosmetik korea, pasti kamuh familiar dengan foto diatas. Oh, masih ada yang belum tau itu benda apaan?  Yuk mari merapat, saya akan bercerita dan kasih kamuh-kamuh sekalian info, biar kalian terhibur. Aku baik kaaaaannn….? Kan? Kan? Kan?

Pada suatu hari ada sebuah negara yang rakyatnya suka berdandan dan merawat kulit. Penampilan fisik merupakan sesuatu yang penting bagi mereka. Tidak hanya kaum perempuan yang peduli merawat kecantikan kulit, namun kaum laki-laki di negara ini juga sangat peduli terhadap kulit wajah mereka. Begitu pedulinya rakyat terhadap kesehatan dan penampilan fisik, melahirkan ahli-ahli kosmetik yang kreatif dan canggih. Dan begitu konsumtifnya mereka terhadap produk kecantikan, membuat insting-insting pebisnis negara ini membangun perusahaan-perusahaan besar yang siap memproduksi produk perawatan dan kecantikan yang dibutuhkan rakyatnya. Dan walaaaa, dewasa ini banyak sekali produsen kosmetik dan skin care yang menjamur di negara ini. Semua saling bersaing menggaet konsumen dengan berbagai macam cara: mempercantik dan memperlucu packaging atau kemasan sampai menciptakan skin care dari bahan unik, salah satunya lendir siput yang katanya alami dan pastinya aman bagi kulit. Namun, ada satu temuan mereka yang begitu luhur demi kemaslahatan umat bersama yaitu dengan menciptakan SAMPLE GRATIS.Hahahahaha

Dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak sedangkan produsen kosmetik yang sangat menjamur, pantaslah bagi mereka memberikan sample gratis untuk menggaet para pelanggan. Sample gratis ini diberikan kepada konsumen untuk mereka mencoba dan merasakan hasilnya kemudian menarik konsumen dengan membeli produk tersebut.

Emejingnya, sample gratis ini tidak hanya tersedia berupa perawatan umum seperti krim atau serum saja tapi banyak sekali mulai dari, sabun pembersih, toner, masker, krim mata, bedak, BB krim, foundation, krim tangan, bahkan Lip Tint juga ada sample-nya juga loohh!! Jika di Indonesia umunya tahapan merawat kulit dimulai dari membersihkan wajah pakai sabun kemudian lanjut pakai toner terus krim (pagi atau malam) dan mungkin ada yang pakai serum kalau ada yang punya—tapi itu jarang sekali. Tahapan perawatan kulit sehari-hari di korea sangaaatt panjang. Ada cleanser- toner-emulsion- essence – serum-krim- lotion-krim mata-sleeping pack (masker tidur). Itu masih perawatan wajah, belum kosmetiknya, seperti, gel pengontrol minyak– primer- BB krim- bedak atau yang lagi ngetrend saat ini adalah Cushion. Dan itu semua ada samplenya! So emejing kan?? Ini masih belum paket travel kit yang dijual dengan isi yang lebih sedikit dan harga yang lebih murah. Ada juga yang namanya special gift yang biasanya sebagi bonus tambahan. Belum lagi bonus-bonus yang lain seperti kalau beli cushion dapat refillnya, beli sabun pembersih bonus sponge, mask sheet yang  selalu ada promo beli satu gratis satu dan masih banyak lagi promo-promo yang bikin ngiler. By the way,  Ada yang berencana vacasyiong ke Korea? Saya nitip doooongg… Atau sebagai oleh-oleh juga boleh. *wink*

Sample-sample ini kalau di Korea diberikan secara gratis, tapi di luar kore seperti Indonesia dan banyak negara lainnya dijual belikan, bahkan ada olshop yang menjualnya secara grosir maupun eceran. Menurut saya, sample sangat berguna ketika kita tergoda pada suatu produk namun ragu jika harus membeli full size-nya. Iya nanti kalau cocok, kalau wajah jadi mruntus-mruntus kan bisa mubazir dan sakit hati jika sudah terlanjur beli kemasan besarnya.

 

 

20160229180733

Coba cari tulisan “Not Foe Sale”. hahaha😀

Kalaupun memang cocok dengan salah satu produk dan gak punya duit jika harus beli yang full size— karena memang skin care korea lumayan mahal bagi saya, membeli sample-sample ini adalah alternatif lain yang lebih ekonomis. Jika beli krimnya saja, misalnya, kita harus mengeluarkan duit sampe 300ribu. Dengan membeli 10 sample dengan harga perbijinya 5ribu, kita hanya mengeluarkan budget sebesar 50ribu saja. Ekonomis banget kan??? Contohnya, saya lagi suka banget sama krim mata merk mahal punyanya Sulwhasoo, karena memang efektif mengurangi mata panda saya yang menggerikan. Samplenya saya beli 15ribu per-bijinya, sedangkan dua sample cukup dipakai sampai satu bulan dengan pemakaian setiap hari. Jadi, sebulan hanya keluar duit 30ribu kan? Coba Ngana bayangkan kalau beli full size-nya, saya harus merogoh kocek sebesar 1jt hanya untuk krim mata!! Hiiiiih…! Harganya saja lebih mengerikan daripada mata panda saya.

Jika kamuh-kamuh mau dapat sample gratis, gak perlu belanja langsung ke Korea, sista. Di Indonesia ada juga yang memberikan secara gratis. Biasanya sista-sista yang suka belanja online, kosmetik dan skin care korea, mereka akan mendapatkan sample gratis sebagai bonus. Dan saya sudah sering dapat sample gratis dari olshop yang saya beli. Yang pernah saya dapat bermacam-macam mulai dari krim, serum, lotion, emulsiom, cleanser sampai BB krim. Tidak semua sample yang saya dapatkan cocok di kulit saya. Ada beberapa yang bikin kulit saya mruntus-mruntus. Jika seperti itu biasanya saya hentikan pemakaiannya, terus saya pakai buat hand body. Wakakakaka…

20160229123104

Sample krim mata sampai lip tint juga ada

Namanya juga sample, selucuk apapun kemasan sachetnya, yah tetap sachet yang ribet jika sudah dibuka. Ngambilnya harus dipencet, kalau kebanyakan gak bisa dibalikin. Kalau mau dibawa kemana-mana juga tidak  praktis dan rawan mbleber. Biasanya,saya sih tarus isi sample tersebut kedalam Jar kecil khusus make up. Seperti ini:

20160229181246

Saya memang sedang tergila-gila dengan skin care dan kosmetik korea karena hasilnya yang terlihat natural, gak menor, dan rasanya gak berat dikulit. Saya memang tidak terlalu suka dengan make up yang high coverage kecuali kalau ada acara-acara tertentu. Selain alasan ke-alamian dan aman bagi kulit karena tanpa merkuri, tanpa paraben yang sudah saja jelaskan di review mask sheet kemarin, alasan lain adalah yaa karena mereka jual sample dengan harga murah dan mudah didapatkan. hahahaha. Saya mah orangnya realistis cyyn…

Saya masih menunggu produk  perawatan wajah lokal nantinya akan sekeren produk Korea. Karena jujur, saya tidak pernah menemukan produk perawatan wajah yang dijual dipasaran cocok dan memberikan hasil yang nyata di wajah saya. Kebanyakan perawatan wajah di Indonesia adalah produk-produk pemutih/ whitening, tapi entah kenapa gak bikin saya putih malah jerawatan. Hahahaha… Dan nantinya jika produk perawatan wajah di Indonesia sudah sekeren Korea, saya tidak berharap produsen kosmetik mengikuti langkah mereka dalam mencipatakan sample gratis. Karena apa? Karena jika itu terjadi di negeri tercinta kita ini, yang ada rakyatnya minta sample gratis terus tanpa beli produk yang berbayar. hahahaha.😛

Iya gak sih? Iya kan? Kamu enggak??! Aku mah gitu orangnya….😄

Review Dots:Drama Selera Rakyat

Warning: Penuh kritikan! Yang anti kritik dilarang baca! Yang mendewakan Desendants of The Sun awas sakit hati!

Drama yang gemes banget pengen ku review akhir-akhir ini adalah Desendants of The Sun. Drama yang lagi disukai banyak orang. Dari beribu-ribu pecinta drama korea, entah itu pecinta drama korea kelas veteran atau kelas dadakan, ada sebagian kecil yang menggap drama ini konyol. Salah satu orang dari sebagian kecil tersebut adalah saya. Hehe

Ada banyak alasan kenapa saya merasa drama ini konyol. Alasan yang paling umum adalah karena drama ini adalah drama selera rakyat. Cerita yang mainstream, ringan, penuh dengan harapan dan angan-angan indah yang hampir semua orang memimpikannya— tapi gak pernah ada didunia ini. Selera rakyat adalah sebutan dari saya sendiri untuk sesuatu yang biasanya disukai banyak orang. Kalau novel biasanya ada tulisan best seller, national best seller  di sampul depannya. Entahlah, saya juga tidak tahu, karya-karya yang justru katanya best seller itu kenapa tidak masuk ke selera saya. Namanya juga selera.

Alasan khususnya, banyak sekali…  Eh, eh, eh, kamu, iya kamu, kamu pecinta Song Jong Ki garis keras bukan? Saya gak tanggung jawab loh ya, kalau kamu sakit hati… *evil*

Dari segi karakter saja sudah tidak menarik bagi saya. Karakter pemeran utamanya terlalu normatif. Yoo Si Jin, tentara yang gagah pemberani dan berwajah tampan. Rela melakukan apapun demi wanita yang disukainya. Yes… apapun itu, termasuk melanggar perintah komandan. Hellowwww…. Seorang tentara melanggar perintah??!! Aturan teko endi seng digawe?! Apalagi ini tentara sekelas tentara perdamaina PBB, saya ulangi: TENTARA PERDAMAIAN PBB. Prajurit atau tentara adalah seseorang yang mengikuti perintah. Itu jelas dan bahkan di drama ini juga sering disinggung. Lah ini koq, si kapten sering melanggar perintah sang komandan. Apalagi yah.. apalagi melanggarnya ini demi seorang wanita!! Yang lebih konyol lagi ketika mereka nguotot akan melakukan operasi pada Presiden Arab Saudi. Wakakaka… Saya ngakak misuh-misuh dibagian ini. Yang saya tau, Arab Saudi adalah negara yang paling susah diajak bernegosisai. Dan dimana-mana seorang presiden itu punya tim dokter sendiri. Kalau si presiden sedang sakit, ketika perjalanan kemanapun si dokter pasti bakalan ikut. Katakanlah skenarionya seperti di drama ini: Presiden melakukan kunjungan ke luar nengri dan dokter kepresidenan tidak ada waktu si presiden sedang sekarat. Skenario yang paling masuk akal adalah mengorbankan salah satu warga sipil untuk dijadikan kambing hitam. Itulah politik.

Kang Mo Yeon, si dokter berparas cantik dambaan semua pria dan bikin iri semua wanita. Menurudku si Dokter Kang ini sepertinya sudah lelah menjalani kehidupannya sebagai seorang jomblo, sehingga ketika ada cowo yang mendekat, girang sekali hatinya. Tapi sayanganya yang mendekati adalah seorang tentara yang super sibuk dan harus selalu mengikuti perintah komandannya bukan perintah pacarnya. Yang tidak kumengerti dari si Dokter Kang ini adalah, kenapa dia demen sekali ngambek ketika si cowo pergi bertugas? Kalau pacaran sama tentara ya konsekuensinya bakal sering ditinggal terus. Kalau gak mau ditinggal terus ya jangan pacaran sama tetara. Mbak penulis skenario, mbok ya agak keren gitu kalau bikin karakter tokohnya…

Selain karakter tokoh yang tidak mungkin ada di dunia ini dan tidak bisa dijadikan panutan, tema dari drama ini juga bikin saya bingung. Drama ini sebenarnya mau bahas apa sih? Apa yang ingin ditonjolkan dan sampai pada penonton? Tema percintaan? Politik? Medical/medis? Atau super hero? Atau semuanya? Saya menuduh si penulis hanya fokus pada cerita romansa saja: dahsyatnya jalinan kasih antara tentara dan dokter yang penuh cobaan dan ujian di medan perang dengan bumbu konflik-konflik politik yang rumit. Tapi menurutku jadinya malah wagu, gak mantesi, bukan pada tempatnya. Ya uda deh mbak penulis, kalau cuma ingin cerita romansa yang menye-menye, bikin aja cerita cinta yang tertukar atau perebutan harta atau apa kek. Gak usah ditambah masalah politik. Politik yang melegalkan segala cara untuk keuntungan pribadi rasanya lucu sekali jika dipertemukan dengan cinta yang mampu mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang lain. Bulsit banget…

Karena mungkin saya sudah gagal paham dengan tema ceritanya, saya jadi gak mudeng dengan plotnya. Sebenarnya gak begitu rumit dengan plotnya. Biasa saja. Gak ada yang istimewa. Mulus-mulus saja. Malahan menurut saya kurang smooth antara adegan satu ke adegan lainnya. Alur cerita dari satu adegan ke adegan yang lain gak bikin greget, gak bikin saya penasaran dan gak bikin saya excited. Gak ada konflik yang rumit. Apa coba konfliknya? Wong isi ceritanya cuma Yoo Si Jin yang sibuk menyelamatkan si Dokter Kang daripada menyelamatkan bangsa. Temannya si Yoo Si Jin yang jalinan asmaranya ditentang oleh Bapak dari si perempuan karena si cowo pangkatnya lebih rendah, konfliknya juga gitu-gitu aja. Dan lagi, banyak scene/ adegan yang menurutku gak penting, banyak pemeran pembantu yang gak penting juga kemunculannya. Mubazir banget…

Nonton drama ini kayak makan snack keju yang banyak micinnya. Gurihnya eneg, cheezy icik icik ehem ehem gimana gitu. Karena saya gak terlalu suka dengan snack keju—apalagi yang banyak micinnya, jadilah setiap episode saya misuh-misuh.

Adegan lain yang bikin misuh-misuh adalah saat gempa bumi. Semua orang kacau, berlari mencari pertolongan, bangunan banyak yang rusak dan tidak sedikit yang roboh. Korban berjatuhan. Banyak yang luka dan mati. Dokter Kang dan kawan-kawan mau tidak mau menjadi relawan karena mereka adalah tenaga medis. Singkat cerita, ada SATU korban yang meninggal karena diagnosis yang kurang tepat oleh dokter muda. Si dokter muda sedih tidak kepalang. Merasa dirinya gagal sebagai dokter. Korban yang mati itu ditangisi dan disuruh hidup lagi (wkkk). Kejadian itu membuat relawan yang ada situ menghentikan kegiatan menolong korban hanya untuk ikutan sedih bersama dokter muda tersebut. Saat melihat scene itu saya pengen teriak, “Wooeeyy buyar..! buyaar!! Iku loh korbanmu akeh seng arep mati gara-gara mbok tinggal tangis-tangisan! (Itu loh, korbanmu banyak yang meninggal karena kalian sibuk menangis). Wakaka… :p

Ada lagi adegan yang bikin saya meriang: ketika si dokter Kang dan dokter tentara Yoo mengoperasi pasien yang terinfeksi virus mematikan. Saat si dokter Yoo Myeon Joo dinyatakan dia positif terinveksi, sang pangeran menerobos ruang isolasi mengorbankan dirinya demi memeluk sang pujaan hati. Buakakakakakaka. Oke, sebenarnya gak ada masalah dengan adegan ini. Tapi rasanya seperti habis makan seloyang besar cheesecake. Cheesecake memang enak, tapi kalau kebanyakan yah bikin eneg. Wkkkk

 Jangan dikira, cuma saya saja yang misuh-misuh karena drama ini. Orang korea sendiri banyak yang mengkritik drama ini loh… Salah satunya karena di drama ini terlalu banyak iklannya. Sebenarnya sudah biasa di drama korea menampilkan iklan atau sponsor yang mendukung acara tersebut. Tapi ada satu adegan yang gak banget. Wakakaka… Ceritanya ingin mengiklankan mobil yang ada tombol mengemudi otomatis (auto pilot). Jangan dikira adegan yang ada adalah adegan tembak-tembakan seru tentara pasukan khusus yang dipimpin Kapten Yoo Si Jin saat melindungi Presiden Korea Selatan karena mendapat serangan dari Korea Utara. Adegan yang bisa membuat penonton berdecak kagum dan pengen beli mobil canggih itu. Mobil yang canggih dan keren itu, kalau kalian tau dipakai adegan kissing di dalam mobil yang sedang berjalan! Faaakkk!!! Hambok peliiss reekkk, kalau mau lebih ekstrem kenapa gak sekalian kissing saat bergelantungan di helicopter ketika misi penyenyelamatan??!! wkkkk… :v

Tapi, ada satu hal yang positif dari drama ini yaitu konsisten dengan cerita yang mainstream dan cheezy sampai akhir! Karena fairytale,  harus berakhir happily ever after dong… Mereka semua hidup bahagia selamanya. Yoo Si Jin dan Song Dae Yeong yang sudah diumumkan berita kematiannya, tiba-tiba hidup kembali dan muncul ditengah padang pasir dan hujan salju. Wakakaka… Dan penderitaan saya saat menonton episode terakhir yang super memosankan ditutup dengan sempurna oleh sebuah epilog, “ Bukannya kalian menyukai akhir seperti ini? Kami mengatasi semua masalah dengan cinta dan hidup bahagia selama-lamanya.” the end. FAAKKKK!! Mengatasi semua masalah dengan cinta jareee….

Disaat saya mau posting tulisan ini, tanpa sengaja menemukan artikel di muvila.com yang mengatakan bahwa, akhir drama ini sebenarnya sad ending, tapi karena si penulis mendapat banyak protes dari penonton, dan mungkin karena penulis takut drama-drama berikutnya gak laku jika dia tidak mengikuti keinginan penonton, di last minutes, penulis merubah cerita menjadi happy ending. Duuh..duuh… segitu besarnya kah keinginan orang-orang ini mempunyai hidup bak di negeri dongeng yang berakhir bahagia selamanya?

Nothing last forever gaes, sebuah akhir adalah awal dari sesuatu dan setiap awal mempunyai akhir yang akan menjadi awal dari sesuatu.😀

 

Mas Bima Yang Meninggalkanku Di Stasiun Malang

Dua minggu yang lalu kita berjanji bertemu di stasiun Malang. Kau berjanji akan menungguku. Ini adalah pertemuan pertama setelah pertemuan terakhir kita setahun yang lalu. Dan setelah dua minggu penantian panjang bagiku, setelah aku akhirnya bisa bertemu denganmu, aku pikir semua pada akhirnya akan terbayar tuntas. Karena aku datang untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai. Dan aku berharap semua berakhir tanpa menyisakan penyesalan dan dendam. Tapi… Tapi, kau pergi begitu saja tanpa kata perpisahan, tanpa jejak aroma tubuhmu. Kau pergi sebelum aku bisa melihat wajahmu untuk terakhir kalinya.

Barangkali, ditinggal begitu saja tanpa ucapan selamat tinggal seperti menulis tentang sesuatu yang tidak pernah kau tau dan rasakan sebelumnya. Kau akan merasa kesal, marah, dan sedih. Seperti ada yang menekan tenggorokan dan perutmu dengan sangat keras. Itu akan membuatmu merasa sesak nafas dan ingin muntah secara bersamaan. Kepergianmu seperti kertas kosong yang ingin sekali kuisi. Betapa pun aku berusaha menuliskan sesuatu, kata-kata itu tidak akan keluar. Karena kepergianmu adalah sesuatu yang tidak pernah kukenali dan kurasakan sebelumnya. Dan kini ku biarkan kertas kosong itu tanpa pernah diisi kata-kata selain sebuah judul, Kau yang meninggalkanku di Stasiun Malang.

Sek..sek… Bukan e awakmu jomblo yoh, Mor?

Hooh! Emang… Lah wong ini ceritanya saya mau cerita tentang saya yang ketinggalan kereta koq. Hehe… ketipu yah?? Hehe… Jadi cerita yang sebenarnya yang ini sodara-sodara…

Tanggal 28 Maret kemarin saya rencana ke Bogor naik kereta api Bima dari stasiun Malang dan turun di stasiun Gambir Jekardah. Tiket sudah saya beli 2 atau 3 minggu sebelum keberangkatan. Saya memesan tiket secara online dan baru akan saya print tiket aslinya tepat saat sebelum berangkat. Kesalahan saya sampai ketinggalan kereta adalah saya salah lihat jam keberangkatan. Tertulis dengan jelas jam keberangkatan adalah jam 14.25, tapi persepsi dan yang tertangkap di mata saya adalah jam 4.25 pm. Saat ditanya orang-orang jam berapa berangkat, saya kekeh menjawab kereta berangkat jam 4.25 sore, tanpa pernah mengecek kembali tiket online yang sudah ada di hape saya. Yes, tanpa pernah sekalipun mengecek tiket setelah pemesanan sampai waktu keberangkatan. Bodohnyaa…..!!! Saya berangkat ke Bogor berdua dengan ponakan dan diantarkan sepupu ke stasiun. Saat hari H, kita berangkat dengan tanpa dosa dan polos dari rumah jam setengah tiga sore yang seharusnya kereta sudah berangkat..! Sebenarnya dalam perjalan menuju stasiun saya tiba-tiba mbatin, apa aku gak salah lihat jam keberangkatan ya? Gimana kalau ternyata aku salah lihat jam keberangkatan dan kereta sudah berangkat? Tetapi waktu itu saya gak berani lihat hape. Bukan apa-apa,  karena kalau di mobil saya lihat hape atau baca-baca sesuatu, penyakit mabuk darat saya bisa kambuh. Akhirnya, kita tetap maju pantang mundur ke stasiun.

Sampailah kita di stasiun jam 4 sore dan saya langsung menuju tempat CTM alias Cetak Tiket Mandiri. Saat saya buka email dan melihat tiket online, disitulah saya benar-benar sadar, jam keberangkaran 14.25 dan waktu itu sudah jam 4 sore dan itu artinya KERETA SUDAH BERANGKAT!! Masih belum percaya dengan apa yang terjadi, saya bertanya kepada petugas pengecekan tiket masuk yang tepat disebelah saya.

“Bima sudah berangkat yah, Mas?” tanya saya dengan hati-hati

“Sudah dari Tadi mbak. Jam setengah tiga tadi.”

Dieerrr!!! Modyaarrrr kowe!!! Buyaaarr kabehh!!! Pucatlah saya saat itu. Saat ponakan dan sepupu menghampiri saya, dengan lemas saya berkata bahwa kereta sudah berangkat, mereka tidak kalah kaget. Kemudian hening. Kemudian beberapa saat kemudian kita ketawa bareng menertawakan keteledoran saya. Hahahaha

Ternyata “Mas Bima” meninggalkanku karena keteledoran yang kubuat sendiri… huhuhu… Rasanya ingin sekali memutar waktu. Halah!! hahaha

Sampai disini kah cerita keteledoran saya? Oh ternyata tidak sodara-sodara…

Setelah kejadian ketinggalan kereta yang memalukan itu, kita langsung cari tiket pesawat untuk besok. Karena saya memang harus berangkat ke Bogor, karena tiket pulang sudah terbeli. Tidak hanya tiket pulang saya dan ponakan, tapi juga tiket pulang bapak, Ibu, Budhe dan Pakdhe saya bawa. Beliau-beliau sudah berangkat terlebih dulu ke Bogor.

Tiket pesawat sudah terbeli. Berangkat keesokan harinya tanggal 29 Maret jam 14.30. Kali ini saya benar-benar melihat dengan seksama dan teliti jam keberangkatan. Saya tidak mungkin salah lihat jam lagi!!

Keesokan harinya kita berangkat dari rumah jam 11.30 menuju Bandara Abdurrahman Saleh Malang. Tiket sedari pagi sudah saya lihat sampai tiga kali. Barang-barang sudah saya cek lagi. Berangkatlah saya dengan sedikit gugup karena siang itu jalanan lumayan macet.

Lagi-lagi dan lagi-lagi sodarah sekalian

Kita sudah hampir sampai di Bandara, ketika saya membuka tas tapi tidak mendapati dompet di dalam tas saya. Faaaakkk!!! Dompet lu ketinggalan woeyy!!! Dompet, adalah salah satu barang penting ketika berpergian. Di dalamnya tidak hanya uang yang pasti kita butuhkan tetapi juga ada Kartu identitas yang diperlukan ketika check in. Dan sekarang dompet itu tertinggal di rumah ketika saya hampir sampai di bandara. Duh Gusti nyuwun pangamputen duso-duso kulo….

Apa yang saya lakukan saat itu? Saya langsung telepon orang rumah dan nyuruh mengantarkan dompet saya via ojek  saat itu juga dan se-ngebut-ngebutnya!

Sesampai di bandara jam 1 siang, sedangkan dibutuhkan waktu satu jam dari rumah saya menuju bandara dengan sepeda motor. Saat tiba dibandara, saya langsung bertanya kepada petugas bandara jam berapa check in ditutup, katanya secepatnya kalau bisa check in  terlebih dahulu. Saya bilang kalau dompet saya masih dalam perjalanan diantar kesini. Petugasnya bilang paling lambat jam 13.30 sudah harus check in. Saat itu dalam hati saya hanya menyebut nama Tuhan dan nama tukang ojek yang mengantarkan dompet saya. Bahkan ketika artis sinetron Aliando atau siapa itu namanya ada tepat dihadapan saya rasanya gak nafsu mau cuci mata.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, saya dibantu check in tanpa KTP sama mas-mas petugas bandara yang tadi itu. Terima kasih  Mas, kalau berjodoh kita pasti akan bertemu. LOH!! :p Boarding pass sudah ada ditangan, tapi Pak Amir sang Tukang Ojek masih belum menunjukkan kedatangannya, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 2 tepat dan setengah jam lagi pesawat akan take off.

Dua puluh menit sebelum pesawat take off, Pak Amir, tukang ojek tiba dibandara dan langsung saya sambut dengan suka cita dan tanpa banyak eksyen saya ambil dompetnya dan langsung masuk menuju ruang tunggu. Di ruang tunggu ternyata penumpang ke Jekardah sudah pada masuk ke pesawat. Saat saya masuk pesawat, duduk, pakai sabuk pengaman, tidak lama kemudian pesawat take off. Duuhh… hampir saja saya ketinggalan lagi.

Apakah Sodara-sodara sekalian pernah punya cerita yang sama dengan saya? Ketinggalan dompet? Ketinggalan kereta? Atau ada yang ditinggal pacar?

 

 

 

Review: Whitening & Brightening Mask Sheet

20160213165728

Dari Kiri Ke Kanan: SecretKey Gung Solution, SNP ANimal Mask, ET Korean Strawberry, ET Pearl, SecretKey STE Mask Sheet

Haii… Haiii…. Haiiii…

Saya hari ini lagi kepingin me-riview skin care nih… hehe. Ini sebenarnya blog apa sih?? Sematjam gak jelas gitu kan konsepnya..? Kadang curhat, kadang review drama korea, eh sekarang mau sok-sokan jadi beauty blogger. Hahahaha… Ya udalah maklumin aja.  Saya memang sudah random sejak dalam kandungan. Huehehe.

Setelah lipstick dan lip tint, sekarang saya lagi gila masker. Hehe. Masih juga begitu penasaran dengan produk dari negegri gingseng. Iya, penasaran, makanya semua masker pengen dicobain semua. Kurang lebih 11 macam masker yang sudah saya coba pakai. Dari sebelas itu bisa saya bagi dua macam: Whitening/ Brightening Mask sheet dan Moisturizing/ Hydrant Mask sheet.

Episode kali ini yang akan saya review adalah Masker yang mencerahkan atau Whitening/Brightening Mask sheet. Kalau saya review semua sekaligus, takutnya yang baca nanti kekenyangan dan sakit perut. Hehe.

Well, sedari dulu saya memang suka banget pake masker-masker gitu. Mulai dari masker yang bikin sendiri sampai masker beli jadi tinggal pakai. Karena semakin hari hidup saya semakin tidak simple dan saya terlalu lelah jika harus memakai masker ribet, maka yang simple-simpel menjadi pilihan saya dalam bermasker ria. Dia adalah Mask sheet, masker sekali pakai berupa lembaran/ sheet yang sudah direndam dengan essence atau formula cair yang mengandung berbagai macam manfaat.

Kenapa saya suka produk-produk Skin Care dan Kosmetik Made in Korea?

Karena produsen kosmetik di korea sangat banyak. Dan mereka semua berlomba-lomba menciptakan produk skin care atau make up yang se-natural dan seaman mungkin bagi kulit. Produsen kosmetik korea semakin hari semakin canggih dalam menciptakan skin care dan kosmetik yang aman. Banyak dari mereka yang sudah meninggalkan bahan-bahan berbahaya dan adiktif seperti alkohol, paraben, mineral oil, bebas pewarna, bahkan bebas minyak hewani!

Harga dan belinya dimana?

Biasanya saya beli masker ini di olshop. Di Malang ada banyak olshop Korean make up trusted dan sudah jadi langganan. Seperti :@koreanmakeupmalang, @beautylicious_korea dan @coccicosme. Harganya tergantung merk, bekisar 20-43rb per sheetnya. FYI, harga di olshop lebih murah loh daripada di konter aslinya. Bisa selisih 6-10ribu. Woww!!

Bagaimana cara pakai si Mask sheet ini?

Pertama dan wajib cuci wajah dengan sabun wajah. Setelah itu pakai toner. Pakai toner sunah yah, boleh dilakukan, tidak juga tidak apa-apa. Setelah itu keluarkan masker dari kemasannya, dan tempelkan di wajah selama 15-20 menit. Saya sih biasanya sampai 30 menit. Setelah selesai, pijat wajah sampai essence menyerap sempurna kedalam kulit. Kemudian langsung buang? JANGAN! Berikut saya beri tips unik menggelitik ala Mora. Hahaha

Tips Unik Menggelitik

Mask sheet biasanya berbentuk cair atau liquid. Setiap kemasan selalu ada sisa essence yang tertinggal. Sisa essence ini sayang banget kalau dibuang dan masih bisa gunakan lagi. Pertama, sediakan Jar / wadah kecil khusus make up, atau tempat sisa krim yang sudah tidak terpakai juga bisa. Simpan sisa essence ke Jar tersebut dan simpan dalam keadaan tertutup. Sisa essence ini bisa digunakan lagi setiap hari. Biasanya saya pakai setiap sore hari sampai sisa essence-nya habis. Jika sisa essence-nya banyak, bisa dipakai sampai lima hari kedepan looh..! Sedangkan Sheet atau lembaran yang sudah dipakai maskeran selama 20 menit itu biasanya masih ada sisa essence juga dan sayang kalau langsung di buang begitu saja. Tips dari saya, peras lembaran masker yang sudah selesai di gunakan ke atas tangan atau kaki, dan pakai sebagai handbody. Lumayan kan bisa handbody-an dengan essence pencerah yang harganya hampir sama dengan handbody satu botol???! Wakakakaka

Hasilnya bagaimana?

Ada 6 masker pencerah yang saya sudah saya coba. Mereka adalah:

  1. Etude House I Need You Mask sheet Pearl (Bright Complexion)

Terbuat dari ekstrak mutiara yang penuh dengan amino dan mineral, yang mencerahkan kulit kusam sehinnga wajah bersinar cerah seutuhnya. Keterangan di belakang kemasannya seperti itu. Apakah benar?

Mencerahkan kulit kusam: Yes

Wajah bersinar cerah : Yes

Terlihat putih : Yes

Terlihat bersih : Yes

  1. Etude Hose I Need You Mask sheet Korean Strawberry (Skin Brightening)

Terbuat dari ekstrak buah stoberi korea yang mencerahkan kulit kusam sehingga wajah menjadi bersinar cerah

Mencerahkan kulit kusam: tidak terlalu

Wajah bersinar cerah : biasa saja

Terlihat putih : biasa saja

Terlihat bersih : Yes

Semua mask sheet-nya Etude House yang paling saya sukai adalah ketika dipakai ada kesan dingin dan segar. Wanginya juga seger gak bikin enek. Dan sisa essence-nya banyak. hahahaha

  1. SecretKey Starting Treatment Essential Mask

Masker dengan 7 macam keajaiban perubahan kulit: anti kerut, memutihkan, meratakan warna kulit, elastis, menghaluskan, melembabkan, menghilangkan sebum. 7 Free System: Free paraben, free pigmented, free fragrance, free alcohol, free animal oil, free mineral oil, free benzopheone. Kandungan secretKey versi treatment essence dibandingkan dengan Brand lain versi Treatment Essence seperti SK II, secretKey jauh lebih unggul dalam hal keamanan, komposisi dan dengan KDFA approve (KDFA sama dengan BPOM, hanya saja ini adalah BPOM Korea).

Hasilnya, wajah memang tampak lebih putih dari sebelumnya, lebih bersih dan lebih kencang. Tapi menurut saya putihnya berlebihan. Mungkin masker ini cocok bagi mereka yang wajahnya kusam maksimal. Kalau wajanya sudah putih tapi kusam, tidak saya sarankan pakai masker ini. Tapi jika kamu punya warna kulit yang tidak merata, saya rekomendasikan masker ini.

  1. SecretKey Gung Solution Doctor’s Brightening

Masker dengan Vitamin C dosis tinggi. masker lembut yang menyegarkan, memutihkan, mencerahkan kulit yang gelap dan tidak rata dari dalam.

Sama seperti masker brightening lainnya, masker ini juga memberikan efek mencerahkan dan memutihkan wajah kusam. Tapi menurutku masker ini lebih memberikan efek mencerakan daripada memutihkan. Beda sama SecretKey STE yang efeknya benar-benar langsung terlihat putih.

5. NSP Amimal Whitening Mask – Panda

Masker ini adalah  masker karakter tapi yang ini bergambar panda. tidak terlalu banyak keterangan tentang masker ini. tapi katanya Whitening Mask Sheet. Hasilnya? Tidak terlalu memuaskan. Tapi setidak memuaskan produk korea mereka masih memberikan efek halus di kulit

6. The Face Shop Character Mask Frist Milk Nourishing – Cow

20160320132310

The Face Shop Character Mask – Cow

Seperti namanya, masker ini berbeda dengan mask sheet lainnya. Jika mask sheet lainnya berupa selembaran kertas putih, masker ini berkarakter hewan. Yang saya coba adalah Cow, jadi maskernya bergambar sapi. Lucuk banget kan??

Masker karakter yang mencerahkan dan mengencangkan wajah, membuat kulit menjadi cerah dan elastis. Membuat kulit tampak lebih muda, dengan nutrisi kolostrum. Teruji secara dermatologis dan tidak mengandung 6 formula additives.

Dari keenam masker yang saya sebutkan, yang paling favorit adalah the face shop ini. Wajah Nampak lebih cerah iya, lebih terkesan lebih bersih saja daripada putih (dan saya suka), dan yang paling terasa perbedaannya, setelah memakai masker ini pipi saya agak sedikit lebih tirus. Wakakakaka… sayangnya sisa essence-nya cuma sedikit banget. Saya harus memeras dari sheet-nya jika ingin dapat sisa essence-nya. Hahahaha…

Repurchse?

Apakah saya ingin membeli kembali masker-masker diatas? Selama ada duit pastinya. Hahahaha. Tapi tidak dengan Etude House yang Stroberi dan NSP Animal Mask itu. Entah saya kurang puas saja dengan hasilnya.

Sekian review panjang lebar dari saya. hehe. Semoga review saya tidak bikin kekenyangan sampai sakit perut. Dan tunggu review masker selanjutnya di episode mendatang. hahahaha

 

 

 

Hujan, Pelangi, dan Lamunan Liar di Malam Jum’at

Ini adalah postingan pertama saya lewat hape. Biasanya saya suka ketik-ketik di kompi saja. Ceritanya saya sedang baca-baca timeline di Line. Cerita singkatnya lagi, beberapa hari ini, hampir setiap hari saya menemukan apdet status cem ini:
“Kenapa Pelangi munculnya sebentar? Karena Tuhan ingin kita tahu bahwa keindahan itu hanya bertahan sebentar.”
Dari pertama baca saya sebenarnya sudah gemes tapi masih bisa menahan diri. Tapi hari ini entah kenapa lamunan dan pikiran liar saya kemana-mana, kemudian secara impulsif jari-jari saya bikin status panjang lebar untuk membantah pernyataan yang bikin gemes itu.

Kira-kira seperti ini bantahan saya:

“Kenapa Pelangi munculnya sebentar? Karena Tuhan ingin kita tahu bahwa keindahan itu hanya bertahan sebentar.”
Ah, jangan suudzon gitu lah sama Tuhan…
Tuhan menciptakan siklus mendung-hujan-kadang ada pelangi-kadang juga tidak itu, bukan hanya ingin menunjukkan pelangi yang indah dan warna-warni saja, mas dan mbak sekalian… Lah terus mendung dan hujannya jadi cuma jadi pajangan aja gitu? Cuma lewat aja gitu? Ah, sampean iki ono-ono wae…
Kenapa pelangi munculnya sebentar? Kenapa juga yang dilihat yang cuma sebentar? Padahal aktor utamanya disini adalah Hujan. Kenapa yang lihat si cameo-nya? Hayo looh?!
Jadi menurut analisa filosifi ala kadarnya saya seperti ini:
Sebelum hujan turun pasti ada mendung. Mendung disini menandakan sebuah peringatan. Bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Bagi yang sedang menjemur cucian harap segera diambil cuciannya. Bagi yang sedang nyantai di zona nyaman harap segera bangun. Uups!
Jika Pelangi disimbolkan sebagai keindahan atau kebahagiana, sedangkan Hujan katakanlah simbol kesedihan, masalah atau sakit misalnya. Coba deh ingat-ingat lagi, kalau sedang hujan orang-orang, sebelum ada gajet yang bikin asyik sendiri dan lupa kanan kirinya, biasanya akan duduk. Berdiam. Termenung (sambil lihat hujan mungkin). Bahkan mungkin sedang berfikir. Hujan atau kesedihan atau masalah itu sebenarnya menyuruh kita untuk merenung atau mungkin instropeksi diri.
Problem atau permasalahan menyuruh kita instropeksi diri, saat instropkesi kita belajar. Belajar mengenali masalah, belajar mengahadapi masalah, belajar menyelesaikan masalah dan diakhir kalimat kita belajar berdamai. Berdamai dengan diri sendiri atau dengan orang lain. Pelangi, hanya kado kecil dari Tuhan karena kita berhasil menghadapi hujan.

Langit yang paling cerah adalah setelah turun hujan. Udara yang paling sejuk adalah setelah hujan. Sehat yang paling nikmat adalah setelah sakit.

Peristiwa menyembuhkan adalah keindahan dan syarat keindahan penyembuhan adalah sakit.” —> quote favorit dari Cak Nun

Oke, katakanlah memang benar bahwa sesuatu yang indah itu tidak bertahan lama atau cuma sebentar. Nothing last forever, mbak dan mas sekalian. Tidak cuma pelangi hujan juga gak berlangsung selamanya.

Tapi kan dibandingkan hujan pelangi memang lebih sebentar munculnya?

Lah, sampeyan itu sudah dikasih tapi koq minta banyak. Kadonya yang banyak dan kalau bisa bertahan lama. Sukur -sukur, mas, mbak, sudah dikasih reward sama Tuhan. Hehe

Selamat malam jum’at semuanya… Disana lagi hujan?  Kebetulan disini enggak. Hehe

Manusia Menyukai Kenangan: Review Reply 1988

bokeh-light-memories-photography-quote-Favim.com-128290

Hanya sebuah foto yang saya ambil di Google

Manusia itu menyukai kenangan. Bukankah hanya kenangan yang bisa membuat peristiwa sedih menjadi indah nantinya dan bisa dinikmati, bahkan bisa dijadikan cerita? Saat sendiri dan merasa kesepian, memanggil kembali kenangan, suasana bisa menjadi lebih dramatis bisa sedikit menghibur hati yang kesepian. Potensi manusia yang menyukai kenangan inilah, membuat produser drama korea membikin drama yang mengajak pemirsanya memanggil kembali kenangan-kenangan pada periode waktu tertentu. Sudah tiga drama yang telah diproduksi, yaitu Reply 1994, Reply 1997, dan reply 1988. Ketiga seri Reply tersebut sangat disukai masyarakat korea dan penikmat drama korea. Konon katanya Reply seri terbaru yaitu Reply 1988 lah yang mendapat sambutan paling meriah, sangat dicintai dinegaranya dan bikin baper penikmat drama korea di luar Korea, termasuk Indonesia, terutama SAYAH!!

Saya, sebagai brand ambassador tidak resmi Tv-N (stasiun televisi yang menayangkan drama ini) cabang Indonesia, mengajak dan mengundang anda semua untuk menonton drama ini. Dan sebagai penikmat drama korea tingkat veteran, saya menobatkan drama ini sebagai Drama of The Year 2015 and 2016 (yah, nanti kalau ada drama yang lebih bagus di tahun ini akan saya revisi. Wkk).

Entah drama atau film yang saya review di blog ini pastinya “lain” dari drama-drama lainnya – yang saya ikuti. Sesuatu yang lain itulah yang ingin saya bagikan. Saya perlu mengeluarkannya biar gak bosok di dalam.

Anda tidak terlalu suka drama percintaan? Jangan khawatir… karena drama ini ber-genre Drama Family Comedy. Bercerita tentang 5 keluarga koplak yang tinggal di gang yang sama pada tahun 1988. Yup, drama ini mengajak kita bernostalgia ke tahun 1988. Anda belum lahir atau masih orok ditahun segitu? Sama, saya juga. Hahahaha. Jangan khawatir juga, karena Korea tahun 1988 sama dengan Indonesia tahun 1998, paling tidak itulah yang saya rasakan. Wakakaka. Gile, Indonesia ketinggalan 10 tahun dari korea, Bo’. Wakakak. Anda tipe orang yang mudah bosan dengan banyaknya episode? Jangan khawatir karena drama ini mengandung humor tingkat parah. Setiap episodenya pasti ada adegan yang LOL banget sampe bikin ngakakak.

Attention to detail

Drama yang sangat attention to detail banget. Saya yakin persiapan pembuatan drama ini lebih lama dari drama-drama lainnya. Dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk melakukan riset tentang apa saja yang terjadi 27 tahun silam. Peristiwa-peristiwa bersejarah, peristiwa politik yang kontroversial, fenomena masyarakat yang terjadi pada waktu itu, budaya masyarakat yang masih dilakukan pada waktu itu dan mungkin sudah hilang saat ini, fashion, hair style, make up, lagu, film, tayangan berita, bahkan Iklan-iklan jaman jadul ditayangkan kembali! Belum lagi mengumpulkan benda-benda yang lagi nge-trend dan merepresentasikan tahun tersebut. Seperti, televisi, tape recorder, telepon, kulkas, mobil, bus, komik, kaset, walkman, piringan hitam, bahkan snack-nya pun kemasannya dibikin persis seperti 27 tahun silam. Sumpah niat banget pokoknya, beda jauh sama, ehhem, sinetron endonesah.

Saya baru tahu kalau Olimpiade 1988 dilaksanakan di Seoul Korea Selatan. Di tahun 1988 di korea, budaya memberikan atau bertukar makanan ke tetangga masih berlangsung. Di Indonesia, sampai sekarang masih berlangsung. Wakaka. Pisang dan Nanas adalah makanan mahal dan langkah di korea pada tahun tersebut. Satu biji pisang (biji loh yah, bukan satu curung) harganya lebih mahal daripada satu bungkus rokok. Di Indonesia, segala macam pisang dan Nanas mudah dicari dan harganya murah pula. Wakakak… Ah, Endonesia kau sungguh sesuatu… :-*

Mendobrak standar cerita fairy tale

Fairy Tale???? Iyes… Fairy Tale tidak bisa lepas dengan cerita tjinta dan menemukan tjinta sejati. Uhuk. Entah apapun itu, novel, film, drama, sinetron yang bergenre romance, tema utamanya tidak jauh-jauh dari itu. Menemukan Tjintah Sejatih, #preett!

Jika drama lainnya hanya dan terus memamerkan kisah tjinta antara dua insan manusia yang penuh cobaan dan ujian, dan mendoktrin permisanya dengan pemikiran jika kamu percaya tjinta, maka tjinta akan menolongmu dari segala macam bahaya dan hidupmu akan bahagia selamanya. #Astaghfirullah.. Oke, itu tidak salah tapi saya wes enek dengan yang seperti itu. Dan nyatanya juga tidak seperti itu. Jauuhh seperti itu.

Drama ini seperti ingin mendobrak standar cerita drama per-tjintaan selama ini. Bahwa, tjinta antara dua insan yang dimabuk asmara adalah golongan terendah dari tingkat kasih sayang antar manusia. Di atas itu, masih ada cinta orang tuamu, kakak adikmu yang berada dalam satu institusi yang disebut keluarga. “Pada akhirnya yang menolongmu dari masalah bukanlah otak, tetapi seseorang yang akan terus mengandeng tanganmu dan tidak akan melepasmu, dia adalah keluarga.”.

Selain keluarga, masih ada hubungan antar sahabat yang lebih intim daripada patjaran dan biasanya dianggap sepele,  “Mencintai seseorang bukan cuma berarti kau harus senang bisa ada didekat mereka tapi artinya kau mau menyesuaikan dirimu dengan mereka. Lalu, mencintai seseorang berarti sebesar apapun rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh orang itu dan meski kau ingin sekali membenci mereka tapi, pada akhirnya, kau tidak akan bisa membencinya. Mencintai seseorang, bukan berarti kau tidak membenci mereka. Melainkan kau tidak bisa membencinya”. Dan itu semua hanya bisa dilakukan oleh keluarga dan sahabatmu, bukan pacarmu, mungkin juga suamimu. Hehe :p

Btw, itu yang digaris miring bukan quote bikinan saya. Itu saya nyadur dari drama ini. Mana mungkin saya bisa bikin kata-kata yang super sekali seperti Golden Fish Ways kayak gitu, ya kan?? wkakaka :v :p

Deep Messages

Menurutku, ini adalah Drama Satir. Dibalik skenario yang penuh dengan kekocakan, setiap episodenya mengandung pesan yang sangat mendalam. Yes, setiap episodenya. Drama yang penuh dengan muatan pesan mendalam tapi dibalut dengan sangat ringan dan menghibur. Dan realistis!

Bikin Baper berkepanjangan

Ini yang paling bikin gregetan. Meskipun tema utamanya adalah keluarga dan sahabat, entah kenapa romancenya bikin baper berkepanjangan. Padahal yah, cuma gitu-gitu doang. Ini adalah drama dengan ending yang menyedihkan. Menyedihkan bagi saya lah…! Mana mungkin ada cerita romance comedy yang berakhir menyedihkan? Ya kan?

Karena sad ending bagi saya itulah, saya menaruh kebencian yang luar biasa pada penulisnya. Dasar bajingan tengik! Saya dibikin ketawa, nangis, terharu, belum habis terharunya dibikin ketawa lagi, terharu lagi, nangis lagi, BAHKAN PATAH HATI!! Siapa mereka berani-beraninya membuat wanita kuat dan tegar seperti saya bisa rapuh dan patah hati hanya dengan cerita fiksi romantisme picisan anak remaja. Cih!!!

Bagi yang sudah menonton drama ini, atau akan menonton drama ini, saya titip salam buat Mas tjakep, tinggi yang tangganya ganteng dan punggungnya menggoda. Dia yang bikin saya patah hati. T__T

Mblo… Mblo… Seharusnya hidupmu itu dibikin patah hati karena hubungan asmara, bukan patah hati karena lihat drama. Dasar Jomblo…

Mewarnai Bibir

IMG_4299

Hello… It’s me…. Hehe *nyanyi ala Adele*

Santai saja, kali ini saya tidak akan membahas drama koriyah. Belum-belum sudah skeptis saja sama saya??! Iyah, janji deh pokoknya gak bahas drama koriyah. Saya mau bicara yang lagi kekinian-kekinian pokoknya. Apakah itu??

Berdandan. Hoooo…. Cewe mana yang hare genee tidak tergoda untuk tidak berdandan??? Oh, tentunya saya yakin, masih banyak cewe-cewe di luar sana yang nyaman dengan penampilan polos apa adanya. Tapi, coba deh perhatikan ketika jalan-jalan di Mall misalnya, hampir semua cewe berdandan bukan? Jangankan di Mall deh, waktu saya ke kolam renang, mbak-mbak atau bahkan adek-adek yang pada renang disitu mereka pakai make up loh. Jadi, boleh dong saya katakan berdandan saat ini adalah aktivitas kekinian, sama seperti naik gunung yang cuma ingin berfoto dan fotonya di upload di sosmed. Sosial media sungguh luar biyasa berpengaruh kepada gaya hidup sehat orang zaman sekarang. Saat ini, orang-orang mulai memperhatikan kesehatan mereka dan mulai berolahraga. Naik gunung, berenang, jogging, yoga dan masih banyak lagi. Meskipun, niatnya bukan olahraga tapi cuma buat foto-foto gak papa lahh… Naik gunung jauh-jauh, capek, waktu sampai puncak cuma buat ber-selfie. Gak papa, toh dia juga sudah berolahraga waktu naik dan turun gunungnya. Ya kan?? Gak papa…

Butuh mijon nih.. sudah mulai kurang fokus

Jadi, berkat sosial media juga, cewe yang tidak bisa berdandan-dan- kepingin-bisa-berdandan, bisa cari tutorial make up gratis. Gak perlu belajar skill kecantikan dan bayar mahal. Bahkan lewat sosial media pula, kita bisa cari dan beli secara online produk-produk make up import yang dijual dengan harga lebih murah daripada di konter aslinya. Tidak hanya itu, macamnya pun lebih banyak daripada yang dijual di tok-toko terdekat. Luar biyasa toh dedikasi sosial media pada kehidupan kita?? Tepuk tangan dong..!

Saya termasuk cewe yang suka berdandan. Tapi bukan berdandan yang gimana-gimana gitu. Gimana-gimana maksudnya gimana? Yaahh.. yang sampe pake foundation tebal dan bulu mata anti badai hanya untuk sehari-hari atau dipakai waktu mau jogging. Untuk sehari-hari saya hanya pakai make up yang seperlunya saja. Itupun kalau gak lagi kumat penyakit mbabesnya. Make up saya hanya bedak, eyebrow powder, eyeliner dan yang paling penting LIPSTIK!!!

Setahun ini saya gila beli lipstick, sodarah-sodarah. Setiap kali lihat-lihat di konter make up, yang saya cari pertama kali adalah lipstick, yang selalu saya coba juga lipstick. Di belanja online pun, yang hanya di pikiran saya “Beli lisptik…. Beli lisptik…”. Kenapa lipstick? Mungkin karena hidup saya hanya hitam, putih saja, jadi saya butuh lipstick untuk menambah warna. Eh curcol… :p

By the way, saya lebih suka dengan lipstick matte daripada yang glossy. Khususon lipstick matte dengan warna yang menyala dan menggoda. Seperti, warna orange ngejreng, merah menyala, merah gelap tapi masih kelihatan menyala, dan warna fucia yang terang dan seger banget itu.

Bagi saya yang pekerjaannya bukan dibidang yang mengharuskan selalu terlihat cantik bermake up, membeli banyak lipstick hanya karena godaan iman adalah sesuatu yang berlebihan memang. Pernah, suatu hari saya di marahin sahabat karena kegilaan terhadap lipstick ini dan dia menyuruh saya pergi ke gunung untuk bertaubat -_- . Awalnya saya tidak terlalu khawatir dengan kegilaan ini, karena paling nanti juga bosen-bosen sendiri. Dan memang beberapa bulan kemarin saya puasa beli lipstick. Yeeaahh!!!

Tetapi satu bulan ini kumat lagi. Haiisshhh!!

Kalau dulu saya suka berburu dan menggunakan lipstick matte denga warna yang ngejreng, saat ini, lebih suka pake lip lint. Warnanya masih benderang sih, tapi tidak terlalu terlihat ihwaww karena bahan dasarnya lip tint adalah air. Enaknya pake lip tint dia juga lebih ringan kalau dipakai, beda sama lipstick. Jadi, kaya gak pakai pewarna bibir, lebih terlihat natural gitu deehh..

Meskipun mempunyai cukup banyak lipstick dengan berbagai warna, saya masih sering bosan dengan warna-wana yang saya punya *dasar!*. Karena bosan dengan warna yang itu-itu saja saya coba mencampurkan lipstick satu dengan yang lain untuk menghasilkan warna yang saya cari. Dan Yureekaaah, berhasil!! Saya pernah kepingin banget punya lipstick warna Coral. Tapi berhubung waktu itu sudah beli 4 lip tint dalam waktu satu bulan (segera bertaubatlah anak muda!!!), akhirnya saya urungkan niat beli lipstick baru. Alih-alih, beli yang baru, saya mencoba bereksperimen dengan mengoplos lipstick yang ada. Dan TARAAAAA, warna koral yang saya inginkan bisa di dapatkan. Tentunya tidak perlu membeli yang baru. Keren kan?? Keren dooong. Tepuk tangan lagi, yuk…!

B612_20151110_090948

Warna Coral

Suatu hari, sepupu saya terpana melihat saya. Hahahaha. Enggak ding, dia terpana dengan warna lipstick yang kupakai. Kata dia, saya gak punya lipstick dengan warna seperti itu. Dia tanya apakah saya beli lipstick baru lagi? Kemudian saya ceritakan hobi baru itu. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dia kerumah, hanya untuk minta diajari ngoplos warna lipstick seperti yang kemarin saya pakai (niat banget tu anak). Setelah saya praktekan ke bibir dia, lantas si sepupu berkomentar, “ Ini mah namanya bukan pake lipstick, tapi mewarnai bibir”.

B612_20151202_082821

Warna lipstick yang berhasil membuat sepupu terpana

B612_20151113_082218

Bimsalabim… jadilah warna ungu

Mewarnai?? Kayak anak TK saja… haha. Tapi memang lebih seperti mewarnai sih… Warna yang digunakan lebih dari satu. Tidak sekali poles langsung jadi warna yang diinginkan, tetapi harus beberapa kali. Seperti teknik mewarnai juga, ada bagian bibir yang diberi warna terang bagian bibir lainnya diberi warna gelap. Ribet yah? Emang… :p

Saya seneng banget dengan hobi baru ini. Selain alasan lebih ekonomis, hobi baru ini juga penyelamat saya. Koq bisa? Waktu itu saya lagi jalan-jalan, kemudian ketemulah dengan kawan lama. Pasti uda bisa nebak dong apa yang ditanyakan kawan lamamu ketika kalian bertemu lagi? Yup, betul sekali, KAPAN NIKAH. Adegan yang biasa terjadi seperti ini:   “Hey Mora, yokpo kabar e? Sudah nikah belum? Anakku sudah dua loh, kamu kapan?”. Sedih gak sih? Sedih banget!! Tapi semenjak ngoplos lipstick, adegan yang terjadi: “Hey Mora, yokpo kabar e? Hey, lipstickmu koq bagus? Beli dimana? Apa mereknya? Nomer berapa?”. Ajaib kan?? Serius, ini benar-benar terjadi pemirsah…! Terima Kasih Lipstick, sejak mengoplos kalian, saya tidak lagi ditanya Kapan Nikah.

Jadi, jika pemirsah-permisah sekalian ingin orang-orang berhenti bertanya kepada anda Kapan Nikah, mulailah memakai lipstick sekarang juga! Apa hubungannya? Emang gak gak ada

 

 

Ulang Tahun? Lupakan Saja

Saat umurku menginjak satu tahun, orang yang paling bahagia adalah orang tuaku. Layaknya orang tua lainnya, hari ulang tahun pertama harus dirayakan. Jika tidak ada kue tart paling tidak seleleme nasi tumpeng. Seperti umumnya pesta perayaan ulang tahun, diulang tahun pertamaku juga mengundang anak-anak tetangga seusiaku untuk datang kerumah, makan kue tart, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan berfoto bersama. Tapi aku tidak ingat momen ulang tahun pertamaku. Siapa orang di dunia ini yang ingat dengan momen ulang tahun pertama mereka?

Saat ulang tahun ke-7, aku mungkin sudah mengerti apa itu ulang tahun. Setelah melihat teman sebayaku merayakan ulang tahun, aku juga ingin merayakan ulang tahunku. Mengundang teman-teman sekolah, dibuatkan kue ulang tahun, dan tentunya mendapatkan hadiah.

Saat berumur 10 tahun aku ingin waktu berjalan cepat dan usiaku bertambah. Menurutku menajadi dewasa itu keren.

Saat umurku 17 tahun, dimana umumnya seorang ABG merayakan besar-besaran masa akhir remaja menuju masa dewasa dengan perayaan ulang tahun yang tak terlupakan, aku sendiri sudah tidak ingat apa yang kulakukan dulu saat merayakan sweet seventeen. Mungkin juga tidak dirayakan. Entahlah, sepertinya tidak terlalu spesial karena saat ini aku sudah tidak mengingatnya lagi.

Saat berumur 19,  aku ingin segera berumur 20 tahun. Saat berumur 20 tahun aku mungkin sedikit berbangga bahwa aku sudah diakui sebagai orang dewasa. Saat berumur 21 tahun, dimana dulu kupikir  masa yang membanggakan menjadi orang dewasa, tapi ternyata tidak terlalu berjalan dengan baik. Saat berumur 23, aku mulai tidak tertarik dengan momen ulang tahun. Saat umurku 25, aku mulai khawatir, dengan usia yang semakin bertambah tapi tidak banyak yang sudah kulakukan sebagai orang dewasa.

Saat usiaku 26 tahun, aku mulai membenci momen ulang tahun. Momen ulang tahun bagiku tidak menyenangkan lagi. Jika orang lain bahagia ketika ada yang mengingat hari ulang tahun mereka dan mengucapkan “selamat ulang tahun”, tidak bagiku. Setiap hari ulang tahun, aku berharap tidak ada orang didekatku yang mengingatnya. Kalau bisa aku juga tidak mengingatnya.

Make a wish, salah satu poin penting pada momen ulang tahun, bagiku sesuatu yang paling menjengkelkan daripada ulang tahun itu sendiri. Jangan dikira saya ini atheis yang tidak percaya pada do’a. Menurut saya berdoa itu tidak harus berupa make a wish, dan berdoa itu tidak harus meminta.  Make a wish, disejarah kehidupan saya tidak pernah berjalan dengan menyenangkan.

Terakhir,  saya ingin mengutip kata-kata keren dari drama korea yang pernah saya tonton, “Harapan? Berikan saja itu pada anjing.” Ulang tahun? Lupakan saja.😀😀😀

The Beauty Inside: Love Has Many Faces

poster the beauty inside

Sebenarnya saya bukan fanatik korea. Maksudnya, apa-apa harus berbau korea. Yang dilihat harus drama atau film korea, musik harus musik korea, make up hanya mau pakai made in korea biar berasa seperti artis-artis korea. Saya gak se-ABG itu laah. Tapi entah kenapa yang sering saya resensi disini drama korea. Nah sekarang ini saya mau resensi film korea. Hehe. Laaaahh… mau gimana lagi, saya taunya link untuk download drama dan film korea. Saya pernah coba download film-film holiwud tetapi selalu gagal. Akhirnya untuk urusan film-film holiwud saya serahkan pada kakak, temen, dan kakaknya temen. Tapiiii, karena jadwal nonton drama korea sangat padat akhirnya film-film holiwud pun juga gak sempet dilihat juga sih. Hahahaha…

Oke, minum Aqua dulu biar fokus…

Jadi, ada sebuah film yang membuat saya gak bisa move on. Hehe… Ya Tuhaannn ada apa dengan saya?? Judulnya The Beauty Inside. Meskipun dari judulnya terlihat sekali kalau ini cerita-cerita klise yang garing, tapi tidak se-garing  yang anda kira sodarah-sodarah. Setelah sekian lama ini adalah film percintaan yang bisa membuat saya susah move on! Hari ini saya sentimental sekali yah?? *kipas-kipas*

Singkat cerita, seorang laki-laki bernama Woo Jin, dia akan berubah menjadi orang yang berbeda setiap kali bangun tidur, tanpa memandang jenis kelamin, usia dan ras. Setiap hari dia menjalani kehidupan baru dengan wajah baru. Woo Jin berubah wujud sejak usia 18 tahun. Setelah itu dan sampai sekarang. Meskipun setiap hari dia adalah orang yang berbeda, entah laki-laki atau perempuan, manula atau anak-anak, orang korea atau bule, di dalam dia tetap Woo Jin dengan segala sifat dan kepribadian yang sama. Pada suatu hari, ditempat yang sering dikunjungi, dia bertemu dengan Yi Soo, perempuan yang membuatnya jatuh cinta. Setiap hari dengan wajah yang berbeda dia mengunjungi tempat tersebut hanya untuk bertemu dengan gadis itu. Singkat cerita Woo Jin berhasil mendapatkan gadis pujaannya. Dan Yi Soo akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Woo Jin. Tidak mungkin tanpa konflik, Yi Soo yang awalnya merasa dipermainkan akhirnya bisa menerima Woo Jin apa adanya.

Film ini mungkin ingin menyampaikan sesuatu dengan pertanyaan sederhana tapi dengan konflik yang rumit. Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah kamu suka pada seseorang karena penampilan atau karena hatinya? Tetapi, Apakah kamu sanggup kencan dan mencintai seseorang yang berubah wujud setiap hari? Kita tidak usah mengelak kalau seringnya kita suka sama seseorang itu karena fisiknya. Entah itu wajahnya, matanya, senyumnya, tinggi badannya. Awalnya suka karena fisik kemudian berkembang menyukai sifat atau kepribadian setelah cukup lama mengenalnya. Nah, gimana kalau orang yang kita sukai itu setiap hari berubah wujud kayak Woo Jin. Wajahnya berubah, sorot matanya berubah, senyumnya berubah. Apakah kamu masih menganggap orang itu adalah orang yang sama?

Meskipun agak lebay, bisa dibilang saya suka semua hal tentang film ini. Plot yang menarik, sinematografi atau pengambilan gambar dan editing yang bagus. Saya gak tau kenapa bisa ada efek glowing-glowingnya gitu dan kesannya romantis gitu deehh. Soundtrack! Saya suka sekali lagu-lagunya. Salah satu yang membuat saya susah move on adalah lagu-lagunya. Bukan lagu-lagu ballad khas drama korea yang liriknya pasti ada kata saranghae… saranghae, dengan suara penyanyinya yang kayak orang mau nangis. Tapi semua lagunya adalah instrumental piano dan gitar yang lembut. Sutradara dan aktornya juga pada pinter-pinter. Mungkin ada 100 orang yang dikerahkan untuk memerankan karakter Woo Jin. Dan 100 orang itu bisa memerankan satu karakter seorang Woo Jin. Ekpresi wajah yang sama, emosinya sama dan suasana hati yang sama. Sehingga bisa membuat penonton merasakan meskipun Woo Jin selalu berupa wujud tapi dia tetap Woo Jin. Tuuhh kan, saya sentimental sekali hari ini…

Saya kasih tepuk tangan pada bagian casting. Gilakk, pinter kali dia merekrut aktor-aktor ganteng korea dengan image yang sesuai dengan karakter Woo Jin. Misalnya, saat Woo Jin PDKT dengan Yi Soo, wajah yang muncul di pagi hari adalah wajah manis, ganteng dan tingginya Park Seo Joon. Siapa yang bakal menolak wajah ganteng dan loveable seperti itu ketika PDKT??? Kemudian, saat jalan-jalan santai di sore hari wajah yang muncul adalah brondong imut nan ngemesinnya Lee Hyun Woo. Saat ada acara pesta kantor wajah yang muncul laki-laki macho, gagah, penuh pesona dan enak kalau diajak bubuk bareng, Lee Jin Wook . Yang pastinya bikin iri semua wanita-wanita di acara pesta. Kemudian, saat Yi Soo dilamar Woo Jin, wajah yang muncul adalah wajah cool, sabar, romantis dan gantengnya, Lee Dong Wook. Saat mutusin Yi Soo, wajah yang muncul, laki-laki matang, mapan dan ngayomi gituu, Kim Ju Hyeok, dengan latar bersalju yang romatis diputusin ,men….! Duh, saya ikutan sakit hati waktu nontonya… hahahaha. Saat balikan pun, eehh wajah yang muncul wajah bad boynya Yoo Yeon Seok. Wajah-wajah yang bikin wanita betah bersamanya meskipun beberapa kali disakiti. Halaaahhh… hahahaha. Tapi tidak semua wajah Woo Jin yang muncul adalah wajah-wajah tampan. Ada juga wajah Om-om botak dengan kumis dan jenggot. Pendek pula. So faar gak terlalu kartun banget lah.

Well, film ini recommended untuk di tonton. Bagi yang suka cinta-cintaan harus nonton lah yahh. Kalau gak suka korea, sekali-sekali boleh lah nonton film korea. Toh, gak tiap hari kayak saya. Kalau gak suka cinta-cintaan, masak gak bosen lihat film eksyen superhero terus?😀

NB: soundtrack The Beauty Inside bisa diunduh disini

It’s All About Money… Money… Money

 

-Late post-

Dan pertandingan yang katanya akan menjadi pertandingan tinju paling seru abad ini, diakhiri dengan kekecewaan para penggemar-penggemarnya. Paling tidak itu yang terjadi pada Bapak saya dan penggemar-penggemar tinju seluruh dunia-yang-pada-ngomel-ngomel-di- twitter. Setelah pertandingan selesai para komentator di stasiun tv yang menanyangkan pertandingan tersebut terkejut dengan hasil pertandingan yang diumumkan wasit. Menurut pengamatan mereka, seharusnya Manny Pacquiao menjadi pemenang. Karena Pacquiao lebih sering melancarkan serangan dan berhasil mendaratkan tinju di wajah dan perut Floyd Mayweather. Yang saya lihat sih juga seperti itu, Si Paquaiao lebih agresif melancarkan pukulan sedangkan si Mayweather sibuk mundur-mundur cantik. Maaf jika ulasan saya berantakan. Maklum saya bukan reporter olahraga. Hehe. Tapi semoga mengerti maksud saya. Jadi, intinya si Mayweather menang dengan angka mutlak.

Oke, saya disini tidak akan memperdebatkan siapa seharusnya menang dan siapa yang kalah dan jurinya jujur atau tidak. Karena bukan bidang saya. Namun, meskipun saya awam terhadap olahraga ini seringkali saya nimbrung ketika bapak nonton tinju, dan sering juga bertanya bagaiman aturan permainan dalam tinju, jadi sedikit saya tahu lah tentang olahraga ini. Yang menarik perhatian saya sejak awal adalah ketika sebelum pertandingan dimulai , para komentator olahraga tersebut ribut mendiskusikan berapa banyak biaya yang keluar untuk menyelenggarakan pertandingan tersebut. Mulai harga tiket yang paling murah seharga 1.5 Miliar rupiah, si Mayweater yang menjadi atlit dengan bayaran paling mahal sedunia sampai sabuk kemenangan yang katanya dihiasi banyak batu mulia bernilai miliaran rupiah! Kemudian katanya lagi, si pemenang, selain mendapatkan sabuk kemenangan miliaran rupiah itu, dia juga akan mendapatkan bagian keuntungan dari penjualan tiket seharga miliaran rupiah itu juga. Yang kemudian secara spontan terlintas di fikiran saya ketika mendengar hal tersebut adalah,  jadi, ini semua tentang uang? Bukan pertandingannya?? Jadi, ini bisnis.

Oke, fenomena “jual beli” atlit dan membandrolnya dengan harga mahal sudah menjadi hal lumrah didunia bisnis olahraga. Saya juga tidak terlalu peduli dengan fenomena tersebut. Tapi, etah kenapa, pikiran saya sedikit usil mengenai pertandingan tinju kemarin itu. Bapak saya adalah seorang penggemar berat olahraga tinju. Beliau mengatakan pertandingan tinju kemarin itu “gak bener”. Kata beliau lagi, rugi banget orang yang membeli tiket mahal-mahal tapi disuguhi pertandingan gak seru dan gak se-spektakuler biaya triliunan rupiah yang dihabiskan untuk menggelar pertandingan tersebut. Menurutku, kok mubazir banget gitu. Kok hedonis banget orang-orang ini. Hehe. Atau karena saya masih terpengaruh oleh bacaan yang saya baca?

Iya, jadi ceritanya begini. Sabtu sore saya baca-baca literatur Cak Nun, yang kira-kira isinya seperti ini: Ada orang kuat, orang pintar, orang berkuasa, orang kaya dan orang baik (mulia). Kita harus bisa menentukan urutan-urutan strata ini sesuai dengan derajat yang tertinggi, apabila kita berhasil mengurutkannya maka kita akan sangat jelas melihat apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Di Indonesia saat ini Orang Kaya adalah posisi yang paling atas dan yang paling diidam-idamkan oleh semua orang. Orang Pintar menggunakan kepintarannya agar dia menjadi kaya. Orang Kuasa menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya dirinya. Orang Kuat menggunakan kekuatannya untuk memperkaya diri. Bahkan orang baik (mulia) pun menggunakan apa yang dimilikinya untuk menjadi orang kaya. Maka kita melihat fenomena ustadz-ustadz yang muncul di televisi saat ini adalah produk dari kegagalan manusia Indonesia dalam menempatkan dirinya. Dalam sejarah berkembangnya Islam di Indonesia. Pada abad ke 7 Islam sudah masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang, namun tidak dipercaya oleh masyarakat di Nusantara karena mereka tidak percaya kepada orang kaya, namun ketika Walisongo yang memperkenalkan Islam kepada masyarakat Nusantara, Islam dapat diterima dan menyebar luas karena masyarakat sangat percaya kepada orang mulia. Namun yang terjadi sekarang justru terbalik, kita lebih menginginkan menjadi orang kaya, bukan menjadi orang baik. Karena orang kaya menjadi tujuan utama, maka yang terjadi adalah orang kuat, orang pintar, orang kuasa semua berlomba-lomba menjadi orang kaya.

Masih dengan pemikiran Cak Nun:

Sekarang, apa saja dibikin “barang dagangan”. Apa yang bukan barang dagangan di Indonesia. Petani makmur menjadi “barang dagangan” untuk mengimpor pupuk. Kemudian para petani kesusahan karena biaya pupuk lebih tinggi daripada hasil panen, sehingga ketika para petani terpuruk, mereka tetap dijadikan “barang dagangan” untuk mengimpor beras. Rakyat kaya dijadikan barang dagangan, rakyat miskin dijadikan barang dagangan.

Hmmm… jadi sekarang ini It’s all about money.  Semua orang sepertinya ingin menjadi kaya. Karena semua orang ingin menjadi kaya, semua jadi barang dagangan, semua dibisniskan. Saya bukannya anti bisnis atau anti uang, Lah wong saya kerjanya juga membantu orang dengan bisnis mereka. Saya anti uang? Ya gak mungkin lahhh! Saya masih butuh uang. Gimana gak butuh uang, lah wong sekarang beli air mineral saja butuh uang kan? Air yang dilimpahkan Tuhan segitu banyaknya untuk manusia, gratis, nyatanya dikuasai beberapa orang dan dibisniskan. hehe. Kesehatan dan Jiwa pun juga dibisniskan melalui asuransi. Hehe

Ah, ya sudalah……

 

sumber: disini dan disini