Sepuluh Juni

Januari, Februari, Maret, April dan Mei sudah berakhir.
Juni baru saja mulai.
Sudah berjalan sepuluh hari.
Sampai saat ini aku masih berdiri di tepian sepi.
Menanti kekasih hati dengan segala keyakinan diri.

Januari, Februari, Maret, April, Mei dan Juni.
Aku berjalan tanpa henti.
Meski kaki ini letih.
Beberapa kali jatuh tapi tetap bisa berdiri.
Keyakinan sempat rapuh.
Tapi bisa bangkit lagi.
Entah, tak tahu aku.
Apa yang sedang ku cari.
Dan kemana tujuan yang ingin ku singgahi.

Pagi berganti malam.
Matahari di gantikan bintang.
Tapi aku masih sendiri.
Tidak ada cerita yang berarti.
Hanya beberapa imajinasi dan mimpi,
yang setia menemani.

Di setiap persimpangan yang kulewati.
Ada sepi yang berdiri menanti.
Di setiap persimpangan yang kulewati.
Selalu ku tanya pada sepi:
Kemana kali ini aku harus pergi?” tanyaku
“ Ikuti saja hatimu.” Jawab sepi
“ Apakah aku harus pergi seorang diri, lagi?” tanyaku pada sepi
“ Ya, kau harus pergi seorang diri, lagi.” Jawabnya
“ Apakah kamu tidak ingin pergi menemaniku?” tanyaku lagi
“ Tidak.” Jawab sepi

Aahh~!! bahkan sepi pun tidak ingin menemani kesendirianku.

Batu, 10 Juni 2013

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

2 thoughts on “Sepuluh Juni”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s