Let it Be…

“Aku tak bermaksud menangis tersedu-sedu karena pemandangan ini, kenyataan ini tak pernah satu kalipun melintas di kepalaku…. “Aku bersumpah, aku tidak pernah memikirkannya. Mimpiku tak pernah seindah dan senyata ini.” – Empok Juminah (67 years old and you)

Setiap dari kita pasti memiliki idealisme terhadap kehidupan, pekerjaan, pergaulan atau bahkan terhadap calon pasangan hidupnya kelak, dan  masih banyak lagi.  Sering kita menginginkan segala sesuatu persis seperti yang kita bayangkan atau harapkan. Tapi apakah semua yang kita ingin dan harapkan sudah terwujud semua? Atau apakah keinginan yang paling dinanti kehadirannya, apakah sudah tercapai? Ada yang jawab belum? Saya salah satunya. hehe

Apa yang kita lakukan sembari menunggu harapan terkabulkan? Berdoa dan berusaha pastilah salah satunya. Apakah hanya itu? Menurut saya tidak. Mungkin ada beberapa orang (termasuk saya) salah satu kegiatan menunggu keinginan terkabulkan-selain berdoa dan berusaha adalah membayangkan apa jadinya jika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan atau membayangkan bagamaimana seharusnya keinginan itu terwujud. Betul tidak? Saya iya. hehe (dasar aneh XD)
Kita menginginkan segala sesuatu harus terjadi seperti yang seharusnya, menurut bayangan kita.

Ketika saya sudah berdoa dan berusaha, tetapi belum mendapatkan yang saya butuhkan atau yang saya inginkan (menurut saya), saya sering bertanya-tanya-pada diri saya sediri-dan pada Tuhan. Kenapa belum terwujud?? Apa saya belum siap, Tuhan?? Apa doa dan usaha hamba belum maksimal?? Apa yang harus saya lakukan?!! (saya cerewet sekali sih!)

Lalu, bagaimana jika semua tidak berjalan lancar sesuai keinginan bayangan-bayangan kita?? Pastinya kecewa akan mendera kita. Yupp!! Kecewa akan lebih banyak muncul ketika kita terlalu terlalu berharap. Saya tidak mengatakan kita tidak boleh berharap. Tapi berharaplah sesuai dengan porsinya?? Harapan yang seperti apa yang sesuai porsinya? Itu juga menjadi pertanyaan saya beberapa hari terakhir.

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol tentang Doa dan Harapan dengan salah seorang sahabat saya. Ada salah satu perkataannya yang menancap di pikiran saya.

” Berdoalah tanpa berharap.”

Pertama kalinya, saya sedikit bingung, bagaimana kita berdoa tanpa berharap? Emang bisa?? Ketika berdoa pastinya ada harapan disana. Lahhh ini malah di suruh tidak berharap! Awalnya saya bingung maksudnya. Atau lebih tepatnya, saya tidak bisa mengamalkannya-berdoa tanpa berharap itu. Setelah kita diskusi lagi, dia memberikan jawaban yang cukup menjawab.

“Contohnya, ketika kamu ngarep pada seseorang, pasti dia akan lebih menjauh. Benar tidak.” kata temanku

“Iyoohh.” jawabku

“Ya sudah, berdoalah dengan ikhlas.” katanya lagi

Berdoa dengan ikhlas. Apakah kita pernah berfikiran tentang hal ini??

Harapan-harapan kita saat berdoa dan meminta itu tanpa sadar membuat kita mendikte Tuhan. Karena besarnya harapan itu akhirnya kita ngotot ingin di kabulkan doa dan harapan kita. Doa itu tidak ngotot katanya. Doa itu harus ikhlas. Masuk di akal menurut saya. Mungkin kalo ada yang berbeda pendapat, monggo. Setiap orang punya apa yg di yakini sendiri-sendiri.

“Magic can appear when you least expect it” -Anonim

Semua kutipan diatas sekali tidak menyuruh kita semua untuk tidak berharap. Sekali lagi tidak. Mungkin yang harus kita lakukan adalah membiarkan segala sesuatu terjadi semestinya, Let it be… Berdoa dan berusaha semaksimal mungkin, tapi jika keduanya sudah dilakukan dan belum terwujud, mungkin Tuhan lebih tahu waktu yang tepat untuk memberikan harapan dan keinginan kita sebagai kejutan yang indah.

“Terkadang hidup tidak seperti yang kita bayangkan karena kenyataan adalah kejutan. Terkadang pula harapan tidak selalu kita dapatkan karena Tuhan ingin hadiah oleh-Nya lebih nyata daripada mimpi yang indah.”

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

6 thoughts on “Let it Be…”

  1. Harapan-harapan kita saat berdoa dan meminta itu tanpa sadar membuat kita mendikte Tuhan <– Gak setuju dengan kata mendiktenya karena sejauh yang saya pelajari, Kalo dalam islam Allah swt. malah senang kalo hambanya berdoa, meminta dan berharap hanya kepadaNya. Semakin banyak berdoa semakin bagus malah. Karena ikhlas nggaknya kan cuma Allah yang tau.

    He3x.
    imho. cmiiw. afaik.

    1. hehehe
      setiap orang punya keyakinan dan sudut pandang sendiri2… it’s ok~

      “Allah swt. malah senang kalo hambanya berdoa, meminta dan berharap hanya kepadaNya.”—> saya juga tau ini dan saya juga percaya.
      Allah memang Maha Baik, sangat baik… Apa yang kita butuhkan pasti akan di beri.. Tapi terkadang manusia lebih sombong sehingga dirinya yakin kalo apa yg dia butuhkan (menurut dirinya) lebih baik daripada apa yang dia butuhkan menurut Allah.

      Kata mendikte itu saya tujukan bagi orang2 yg selalu berfikiran bahwa apa yg dia pikirkan itu yg paling benar… (salah satunya adalah saya)
      Bagi saya pribadi tulisan ini adalah pengingat diri saya bahwa Allah lebih Maha Mengetahui apa yg saya butuhkan, dan Allah sudah menyiapkan hadiah terindah jika saya tdk menyerah dlm berusaha, berdoa dan percaya kepada-Nya 😀

    2. Tuhan memang suka jika hambaNya meminta padaNya. Dan suatu hal yg positif jika meminta padaNya karena Dia Maha Memiliki.
      Namun satu waktu aku pernah membaca suatu ungkapan yg membuatku cukup merenung,=>
      “Jika semua doa kita dikabulkan Tuhan, apakah kita sudah siap?”
      -buku Sadgenic, karya Rahne Putri-
      ungkapan tersebut membuatku berpikir… aku meminta banyak hal kepada Tuhan, namun mungkin di saat yg sama sebenarnya sepertinya aku menyuruh/mendikte Tuhan untuk melakukan sesuatu untuk suatu keinginanku, bukan kebutuhanku. Saat itulah juga dapat kuambil suatu pikiran yg (mungkin) saat itu aku merasa sok tahu akan apa kebutuhanku.
      Aku ingin menambahkan pula ada suatu ungkapan menarik dari Kahlil Gibran yang tertulis seperti ini=>
      “Aku tak kuasa meminta apapun padaMu, karena engkaulah Yang Maha Tahu akan kebutuhanku” -buku Sang Nabi, karya Kahlil Gibran-
      Sekadar ingin berbagi dan berpendapat.
      Silakan mengoreksi ku jika ada yg dirasa kurang positif.

      @HazmiFuaddila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s