Tidak Sempurna tetapi Utuh

images

Tau dong dengan lambang itu?? Yup! Itu adalah lambang Yin dan Yang. Kalau kata adik saya yang masih SD, itu lambangnya Saolin Soccer, hahahaha *koplak*

Setau saya yin dan yang di Cina di pakai di bidang medis (dan sepertinya tidak hanya di pakai di medis saja). Yang paling saya suka dariย  Yin dan Yang adalah filosofinya. Yin dan Yan adalah konsep keseimbangan. Keseimbangan yang ingin saya bahas adalah keseimbangan dalam diri secara psikis.

Beberapa waktu yang lalu temen saya mengeluh kenapa dia punya kepribadian introvert? Kenapa orang-orang selalu mengatakan dia introvert?? Kemudian saya balik nanya, “Emang kenapa dengan Introvert?? Tidak ada yang salah dengan sifat itu. Dan tidak ada yang salah menjadi Introvert.”

Kalau masih ada yang menganggap ektrovert lebih baik daripada introvert karena ektrovert orangnya terbuka, ceria, ramah sedangkan introvert orangnya pendiam, murung, muram, dan gak asik, itu tidak benar saudara-saurdara~~ Yaaahh~ memang benar orang yang mempunyai kepribadian ektrovert dia memiliki karakter ceria, ramah, terbuka sedangkan introvert dia memiliki karakter pendiam, murung dan mungkin gak asik, TETAPI bukan berarti ektrovert LEBIH BAIK daripada introvert ataupun sebaliknya. Psikologi mengklasifikasi kepribadian, bukan untuk me-labbeling orang ini baik dengan kepribadian ini dan orang itu buruk dengan kepribadian seperti itu. Tetapi membantu kita lebih mengenali diri kita melalui karakteristik maupun kepribadian, dan akhirnya kita bisa menerima kita apa adanya,ย  menurut saya sih seperti itu.

Jadi apa hubungannya sama lambang Yin dan Yang? Kalo kalian perhatikan gambar tersebut dengan seksama, di dalam sisi hitam ada lingkaran putih, di dalam sisi putih ada lingkaran hitam. Manusia juga seperti itu, jika hitam di analogikan sebagai sifat buruk dan putih sebagai sifat baik, setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan sisi jahat, Yaaahhh….. Yaaahhh…. Yaahhhh…. semua orang pasti sudah tau itu, itu masalah klasik bukan? Tapi pertanyaannya, sudahkan kita mengetahui sisi positif maupun sisi negatif kita?? Atau, sudahkah kita menyadari dan menerimanya?? Mungkin itu salah satu proses dari perjalanan kita ๐Ÿ™‚

Lebih dari itu, taukah anda bahwa sisi negatif kita ternyata juga mempunyai sisi positif?? Coba deeh perhatikan lagi gambar Yin dan Yang itu, Di dalam sisi putih ada lingkaran hitam, di dalamnya masih ada lingkaran putih dan sebaliknya. Yupp, bahkan sisi negatif kita pun mempunyai sisi positif.

Contohnya saya, salah satu sifat jelek saya adalah saya orangnya pemberontak. Dari kecil saya tidak suka di atur, seenaknya sendiri, selalu berusaha melawan jika saya merasa di perlakukanย  tidak adil, dulu waktu kecil saya juga sering membatah omongan bapak/ibu saya bahkan budhe/pakdhe, Om/tante dan kakek/nenek.ย  Sampai-sampai dulu waktu kecil saya di kasih julukan “tukang bantah”, sakit hati boo’ di katain seperti ituu, tapi yauda gimana lagi yaahh itulah saya. Bertambahnya umur, sifat pemberontak saya tidak hilang, tetapi saya tidak se-impulsive dulu. Sifat pemberontak saya memang jelek dan bikin orang lain gregetan, tetapi sifat pemberontak saya ini juga yang membuat saya menjadi tidak suka berlama-lama sakit hati maupun stres. Ketika saya banyak pikiran sampai stres, saya berusaha mencari cara bagaimana supaya saya tidak stres. Bukan pelarian yang hanya bersifat sementara yang saya lakukan, tetapi merubah diri sendiri. Jika masalahnya penyesuaian/adaptasi terhadap orang lain, jika dia tidak bisa merubah sikapnya, saya yang merubah sikap saya agar bisa berhadapan dengan dia. Jika dia tidak bisa menyesuaikan diri terhadap saya, saya yang menyesuaikan diri terhadapnya.

Sama seperti ketika saya sakit hati karena sesuatu atau orang lain. Saya bukan tipe orang yang suka berlama-lama sakit hati, terus memikirkan, dan mendendam. Apapun saya lakukan agar saya cepat “sembuh”, entah itu memotivasi diri, menyuruh diri sendiri untuk mengalah, atau entah itu harus “menampar” diri saya sendiri atau “menampar” dia yang menyakiti saya. hahahaha. Tapi kebanyakan saya “menampar”diri saya sendiri sih…hehe. Intinya saya tidak mau berlama-lama “sakit” dan sifat pemberontak saya disini menjadi pahlawan.

Seperti 4 kepribadian yang paling polpuler, Koleris, Sanguin, Plegmatis, dan Melankolis. Koleris si pemimpin, Sanguin si ceria, Plegmatis si penyuka kedamain dan Melankolis si pemikir. Mereka mempunyai sisi negatif dan sisi positif sendiri-sendiri. Mereka sama-sama putih dan mereka juga sama-sama hitam, karena hitam dan butih berdampingan dan saling mengisi dalam lingkaran keseimbangan. Kalau katanya mbah Lao Tzu maha gurunya Taoisme, “Under heaven all can see beauty as beauty only because there is ugliness. All can know good as good only because there is evil”.*
Kalau boleh saya artikan dengan bahasa ngawur saya tetapi Insya Allah tidak mengurangi maknanya,hehe “Kita terlihat cantik karena ada sisi jelek kita. Kita terlihat baik karena kita memiliki sifat buruk.” (maaf jika ada yg tidak berkenan dg terjemahan saya. hehe :p)

“Tidak ada manusia yang sempurna”, karena mungkin manusia tidak di ciptakan untuk menjadi sempurna. Kenapa harusย  mencari kesempurnaan yang tidak mungkin kalau menjadi utuh lebih mungkin??ย  Utuh, karena kita mempunyai hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, cantik-jelek, dan ektrovert-introvert dalam diri kita.

Sudahkah saya utuh?? Saya sudah menyadarinya namun tetap berjalan mencari “keutuhan-keutuhan” yang belum tersadari.

Sudahkah anda utuh??

————————————————————————————-

* kutipan tersebut saya dapat dari file pdf,ย  berjudul Tao Te Ching

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

20 thoughts on “Tidak Sempurna tetapi Utuh”

    1. Hmm~~ Dalang e teko rekk~~ hahahaha
      ooohhh~~ bojone semar ki jeneng e kanastren toohh?? kaet negrti, hehehe

      Yup!! Yup!!! seperti itu lahh~~ kekurangan dan kelebihan itu sudah sepaket kalo mau utuh ๐Ÿ˜€

  1. Betuuuul sekali, belum tentu ekstrovert lebih baik dari introvert, dan juga sebaliknya. Semua orang punya sisi baik dan buruk, dan semua nya saling melengkapi. Bagus tulisan nyaaaa! ๐Ÿ˜€

  2. Kalau satu hal menghilang, ya tidak akan utuh lagi nantinya. Hehe.
    Manusia tempatnya salah dan lupa, jadi pasti kemungkinan jatuh dan terluka akan selalu ada. ๐Ÿ˜€
    Hanya saja, ada rasa sakit, ada juga rasa bahagia. Karena pelajaran hidup selalu berhantian bentuknya. :p

    Mononton yaak kalo tivinya hitam aja, gak ada warna lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s