The Beauty Inside: Love Has Many Faces

poster the beauty inside

Sebenarnya saya bukan fanatik korea. Maksudnya, apa-apa harus berbau korea. Yang dilihat harus drama atau film korea, musik harus musik korea, make up hanya mau pakai made in korea biar berasa seperti artis-artis korea. Saya gak se-ABG itu laah. Tapi entah kenapa yang sering saya resensi disini drama korea. Nah sekarang ini saya mau resensi film korea. Hehe. Laaaahh… mau gimana lagi, saya taunya link untuk download drama dan film korea. Saya pernah coba download film-film holiwud tetapi selalu gagal. Akhirnya untuk urusan film-film holiwud saya serahkan pada kakak, temen, dan kakaknya temen. Tapiiii, karena jadwal nonton drama korea sangat padat akhirnya film-film holiwud pun juga gak sempet dilihat juga sih. Hahahaha…

Oke, minum Aqua dulu biar fokus…

Jadi, ada sebuah film yang membuat saya gak bisa move on. Hehe… Ya Tuhaannn ada apa dengan saya?? Judulnya The Beauty Inside. Meskipun dari judulnya terlihat sekali kalau ini cerita-cerita klise yang garing, tapi tidak se-garing  yang anda kira sodarah-sodarah. Setelah sekian lama ini adalah film percintaan yang bisa membuat saya susah move on! Hari ini saya sentimental sekali yah?? *kipas-kipas*

Singkat cerita, seorang laki-laki bernama Woo Jin, dia akan berubah menjadi orang yang berbeda setiap kali bangun tidur, tanpa memandang jenis kelamin, usia dan ras. Setiap hari dia menjalani kehidupan baru dengan wajah baru. Woo Jin berubah wujud sejak usia 18 tahun. Setelah itu dan sampai sekarang. Meskipun setiap hari dia adalah orang yang berbeda, entah laki-laki atau perempuan, manula atau anak-anak, orang korea atau bule, di dalam dia tetap Woo Jin dengan segala sifat dan kepribadian yang sama. Pada suatu hari, ditempat yang sering dikunjungi, dia bertemu dengan Yi Soo, perempuan yang membuatnya jatuh cinta. Setiap hari dengan wajah yang berbeda dia mengunjungi tempat tersebut hanya untuk bertemu dengan gadis itu. Singkat cerita Woo Jin berhasil mendapatkan gadis pujaannya. Dan Yi Soo akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Woo Jin. Tidak mungkin tanpa konflik, Yi Soo yang awalnya merasa dipermainkan akhirnya bisa menerima Woo Jin apa adanya.

Film ini mungkin ingin menyampaikan sesuatu dengan pertanyaan sederhana tapi dengan konflik yang rumit. Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah kamu suka pada seseorang karena penampilan atau karena hatinya? Tetapi, Apakah kamu sanggup kencan dan mencintai seseorang yang berubah wujud setiap hari? Kita tidak usah mengelak kalau seringnya kita suka sama seseorang itu karena fisiknya. Entah itu wajahnya, matanya, senyumnya, tinggi badannya. Awalnya suka karena fisik kemudian berkembang menyukai sifat atau kepribadian setelah cukup lama mengenalnya. Nah, gimana kalau orang yang kita sukai itu setiap hari berubah wujud kayak Woo Jin. Wajahnya berubah, sorot matanya berubah, senyumnya berubah. Apakah kamu masih menganggap orang itu adalah orang yang sama?

Meskipun agak lebay, bisa dibilang saya suka semua hal tentang film ini. Plot yang menarik, sinematografi atau pengambilan gambar dan editing yang bagus. Saya gak tau kenapa bisa ada efek glowing-glowingnya gitu dan kesannya romantis gitu deehh. Soundtrack! Saya suka sekali lagu-lagunya. Salah satu yang membuat saya susah move on adalah lagu-lagunya. Bukan lagu-lagu ballad khas drama korea yang liriknya pasti ada kata saranghae… saranghae, dengan suara penyanyinya yang kayak orang mau nangis. Tapi semua lagunya adalah instrumental piano dan gitar yang lembut. Sutradara dan aktornya juga pada pinter-pinter. Mungkin ada 100 orang yang dikerahkan untuk memerankan karakter Woo Jin. Dan 100 orang itu bisa memerankan satu karakter seorang Woo Jin. Ekpresi wajah yang sama, emosinya sama dan suasana hati yang sama. Sehingga bisa membuat penonton merasakan meskipun Woo Jin selalu berupa wujud tapi dia tetap Woo Jin. Tuuhh kan, saya sentimental sekali hari ini…

Saya kasih tepuk tangan pada bagian casting. Gilakk, pinter kali dia merekrut aktor-aktor ganteng korea dengan image yang sesuai dengan karakter Woo Jin. Misalnya, saat Woo Jin PDKT dengan Yi Soo, wajah yang muncul di pagi hari adalah wajah manis, ganteng dan tingginya Park Seo Joon. Siapa yang bakal menolak wajah ganteng dan loveable seperti itu ketika PDKT??? Kemudian, saat jalan-jalan santai di sore hari wajah yang muncul adalah brondong imut nan ngemesinnya Lee Hyun Woo. Saat ada acara pesta kantor wajah yang muncul laki-laki macho, gagah, penuh pesona dan enak kalau diajak bubuk bareng, Lee Jin Wook . Yang pastinya bikin iri semua wanita-wanita di acara pesta. Kemudian, saat Yi Soo dilamar Woo Jin, wajah yang muncul adalah wajah cool, sabar, romantis dan gantengnya, Lee Dong Wook. Saat mutusin Yi Soo, wajah yang muncul, laki-laki matang, mapan dan ngayomi gituu, Kim Ju Hyeok, dengan latar bersalju yang romatis diputusin ,men….! Duh, saya ikutan sakit hati waktu nontonya… hahahaha. Saat balikan pun, eehh wajah yang muncul wajah bad boynya Yoo Yeon Seok. Wajah-wajah yang bikin wanita betah bersamanya meskipun beberapa kali disakiti. Halaaahhh… hahahaha. Tapi tidak semua wajah Woo Jin yang muncul adalah wajah-wajah tampan. Ada juga wajah Om-om botak dengan kumis dan jenggot. Pendek pula. So faar gak terlalu kartun banget lah.

Well, film ini recommended untuk di tonton. Bagi yang suka cinta-cintaan harus nonton lah yahh. Kalau gak suka korea, sekali-sekali boleh lah nonton film korea. Toh, gak tiap hari kayak saya. Kalau gak suka cinta-cintaan, masak gak bosen lihat film eksyen superhero terus? 😀

NB: soundtrack The Beauty Inside bisa diunduh disini

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

8 thoughts on “The Beauty Inside: Love Has Many Faces”

  1. Mauk ah nyari hahaha. Aku mah selama ini nonton pilem koreanya dr yutub aja, itu juga sekalinya nonton mesti langsung selesai gitu sampe akhir. Jadi 2-3 hari udah beres bahahaha. Kalau ditunda sampe nanti2, jadi males nonton 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s