Ulang Tahun? Lupakan Saja

Saat umurku menginjak satu tahun, orang yang paling bahagia adalah orang tuaku. Layaknya orang tua lainnya, hari ulang tahun pertama harus dirayakan. Jika tidak ada kue tart paling tidak seleleme nasi tumpeng. Seperti umumnya pesta perayaan ulang tahun, diulang tahun pertamaku juga mengundang anak-anak tetangga seusiaku untuk datang kerumah, makan kue tart, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan berfoto bersama. Tapi aku tidak ingat momen ulang tahun pertamaku. Siapa orang di dunia ini yang ingat dengan momen ulang tahun pertama mereka?

Saat ulang tahun ke-7, aku mungkin sudah mengerti apa itu ulang tahun. Setelah melihat teman sebayaku merayakan ulang tahun, aku juga ingin merayakan ulang tahunku. Mengundang teman-teman sekolah, dibuatkan kue ulang tahun, dan tentunya mendapatkan hadiah.

Saat berumur 10 tahun aku ingin waktu berjalan cepat dan usiaku bertambah. Menurutku menajadi dewasa itu keren.

Saat umurku 17 tahun, dimana umumnya seorang ABG merayakan besar-besaran masa akhir remaja menuju masa dewasa dengan perayaan ulang tahun yang tak terlupakan, aku sendiri sudah tidak ingat apa yang kulakukan dulu saat merayakan sweet seventeen. Mungkin juga tidak dirayakan. Entahlah, sepertinya tidak terlalu spesial karena saat ini aku sudah tidak mengingatnya lagi.

Saat berumur 19,  aku ingin segera berumur 20 tahun. Saat berumur 20 tahun aku mungkin sedikit berbangga bahwa aku sudah diakui sebagai orang dewasa. Saat berumur 21 tahun, dimana dulu kupikir  masa yang membanggakan menjadi orang dewasa, tapi ternyata tidak terlalu berjalan dengan baik. Saat berumur 23, aku mulai tidak tertarik dengan momen ulang tahun. Saat umurku 25, aku mulai khawatir, dengan usia yang semakin bertambah tapi tidak banyak yang sudah kulakukan sebagai orang dewasa.

Saat usiaku 26 tahun, aku mulai membenci momen ulang tahun. Momen ulang tahun bagiku tidak menyenangkan lagi. Jika orang lain bahagia ketika ada yang mengingat hari ulang tahun mereka dan mengucapkan “selamat ulang tahun”, tidak bagiku. Setiap hari ulang tahun, aku berharap tidak ada orang didekatku yang mengingatnya. Kalau bisa aku juga tidak mengingatnya.

Make a wish, salah satu poin penting pada momen ulang tahun, bagiku sesuatu yang paling menjengkelkan daripada ulang tahun itu sendiri. Jangan dikira saya ini atheis yang tidak percaya pada do’a. Menurut saya berdoa itu tidak harus berupa make a wish, dan berdoa itu tidak harus meminta.  Make a wish, disejarah kehidupan saya tidak pernah berjalan dengan menyenangkan.

Terakhir,  saya ingin mengutip kata-kata keren dari drama korea yang pernah saya tonton, “Harapan? Berikan saja itu pada anjing.” Ulang tahun? Lupakan saja. 😀 😀 😀

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

9 thoughts on “Ulang Tahun? Lupakan Saja”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s