Mas Bima Yang Meninggalkanku Di Stasiun Malang

Dua minggu yang lalu kita berjanji bertemu di stasiun Malang. Kau berjanji akan menungguku. Ini adalah pertemuan pertama setelah pertemuan terakhir kita setahun yang lalu. Dan setelah dua minggu penantian panjang bagiku, setelah aku akhirnya bisa bertemu denganmu, aku pikir semua pada akhirnya akan terbayar tuntas. Karena aku datang untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai. Dan aku berharap semua berakhir tanpa menyisakan penyesalan dan dendam. Tapi… Tapi, kau pergi begitu saja tanpa kata perpisahan, tanpa jejak aroma tubuhmu. Kau pergi sebelum aku bisa melihat wajahmu untuk terakhir kalinya.

Barangkali, ditinggal begitu saja tanpa ucapan selamat tinggal seperti menulis tentang sesuatu yang tidak pernah kau tau dan rasakan sebelumnya. Kau akan merasa kesal, marah, dan sedih. Seperti ada yang menekan tenggorokan dan perutmu dengan sangat keras. Itu akan membuatmu merasa sesak nafas dan ingin muntah secara bersamaan. Kepergianmu seperti kertas kosong yang ingin sekali kuisi. Betapa pun aku berusaha menuliskan sesuatu, kata-kata itu tidak akan keluar. Karena kepergianmu adalah sesuatu yang tidak pernah kukenali dan kurasakan sebelumnya. Dan kini ku biarkan kertas kosong itu tanpa pernah diisi kata-kata selain sebuah judul, Kau yang meninggalkanku di Stasiun Malang.

Sek..sek… Bukan e awakmu jomblo yoh, Mor?

Hooh! Emang… Lah wong ini ceritanya saya mau cerita tentang saya yang ketinggalan kereta koq. Hehe… ketipu yah?? Hehe… Jadi cerita yang sebenarnya yang ini sodara-sodara…

Tanggal 28 Maret kemarin saya rencana ke Bogor naik kereta api Bima dari stasiun Malang dan turun di stasiun Gambir Jekardah. Tiket sudah saya beli 2 atau 3 minggu sebelum keberangkatan. Saya memesan tiket secara online dan baru akan saya print tiket aslinya tepat saat sebelum berangkat. Kesalahan saya sampai ketinggalan kereta adalah saya salah lihat jam keberangkatan. Tertulis dengan jelas jam keberangkatan adalah jam 14.25, tapi persepsi dan yang tertangkap di mata saya adalah jam 4.25 pm. Saat ditanya orang-orang jam berapa berangkat, saya kekeh menjawab kereta berangkat jam 4.25 sore, tanpa pernah mengecek kembali tiket online yang sudah ada di hape saya. Yes, tanpa pernah sekalipun mengecek tiket setelah pemesanan sampai waktu keberangkatan. Bodohnyaa…..!!! Saya berangkat ke Bogor berdua dengan ponakan dan diantarkan sepupu ke stasiun. Saat hari H, kita berangkat dengan tanpa dosa dan polos dari rumah jam setengah tiga sore yang seharusnya kereta sudah berangkat..! Sebenarnya dalam perjalan menuju stasiun saya tiba-tiba mbatin, apa aku gak salah lihat jam keberangkatan ya? Gimana kalau ternyata aku salah lihat jam keberangkatan dan kereta sudah berangkat? Tetapi waktu itu saya gak berani lihat hape. Bukan apa-apa,  karena kalau di mobil saya lihat hape atau baca-baca sesuatu, penyakit mabuk darat saya bisa kambuh. Akhirnya, kita tetap maju pantang mundur ke stasiun.

Sampailah kita di stasiun jam 4 sore dan saya langsung menuju tempat CTM alias Cetak Tiket Mandiri. Saat saya buka email dan melihat tiket online, disitulah saya benar-benar sadar, jam keberangkaran 14.25 dan waktu itu sudah jam 4 sore dan itu artinya KERETA SUDAH BERANGKAT!! Masih belum percaya dengan apa yang terjadi, saya bertanya kepada petugas pengecekan tiket masuk yang tepat disebelah saya.

“Bima sudah berangkat yah, Mas?” tanya saya dengan hati-hati

“Sudah dari Tadi mbak. Jam setengah tiga tadi.”

Dieerrr!!! Modyaarrrr kowe!!! Buyaaarr kabehh!!! Pucatlah saya saat itu. Saat ponakan dan sepupu menghampiri saya, dengan lemas saya berkata bahwa kereta sudah berangkat, mereka tidak kalah kaget. Kemudian hening. Kemudian beberapa saat kemudian kita ketawa bareng menertawakan keteledoran saya. Hahahaha

Ternyata “Mas Bima” meninggalkanku karena keteledoran yang kubuat sendiri… huhuhu… Rasanya ingin sekali memutar waktu. Halah!! hahaha

Sampai disini kah cerita keteledoran saya? Oh ternyata tidak sodara-sodara…

Setelah kejadian ketinggalan kereta yang memalukan itu, kita langsung cari tiket pesawat untuk besok. Karena saya memang harus berangkat ke Bogor, karena tiket pulang sudah terbeli. Tidak hanya tiket pulang saya dan ponakan, tapi juga tiket pulang bapak, Ibu, Budhe dan Pakdhe saya bawa. Beliau-beliau sudah berangkat terlebih dulu ke Bogor.

Tiket pesawat sudah terbeli. Berangkat keesokan harinya tanggal 29 Maret jam 14.30. Kali ini saya benar-benar melihat dengan seksama dan teliti jam keberangkatan. Saya tidak mungkin salah lihat jam lagi!!

Keesokan harinya kita berangkat dari rumah jam 11.30 menuju Bandara Abdurrahman Saleh Malang. Tiket sedari pagi sudah saya lihat sampai tiga kali. Barang-barang sudah saya cek lagi. Berangkatlah saya dengan sedikit gugup karena siang itu jalanan lumayan macet.

Lagi-lagi dan lagi-lagi sodarah sekalian

Kita sudah hampir sampai di Bandara, ketika saya membuka tas tapi tidak mendapati dompet di dalam tas saya. Faaaakkk!!! Dompet lu ketinggalan woeyy!!! Dompet, adalah salah satu barang penting ketika berpergian. Di dalamnya tidak hanya uang yang pasti kita butuhkan tetapi juga ada Kartu identitas yang diperlukan ketika check in. Dan sekarang dompet itu tertinggal di rumah ketika saya hampir sampai di bandara. Duh Gusti nyuwun pangamputen duso-duso kulo….

Apa yang saya lakukan saat itu? Saya langsung telepon orang rumah dan nyuruh mengantarkan dompet saya via ojek  saat itu juga dan se-ngebut-ngebutnya!

Sesampai di bandara jam 1 siang, sedangkan dibutuhkan waktu satu jam dari rumah saya menuju bandara dengan sepeda motor. Saat tiba dibandara, saya langsung bertanya kepada petugas bandara jam berapa check in ditutup, katanya secepatnya kalau bisa check in  terlebih dahulu. Saya bilang kalau dompet saya masih dalam perjalanan diantar kesini. Petugasnya bilang paling lambat jam 13.30 sudah harus check in. Saat itu dalam hati saya hanya menyebut nama Tuhan dan nama tukang ojek yang mengantarkan dompet saya. Bahkan ketika artis sinetron Aliando atau siapa itu namanya ada tepat dihadapan saya rasanya gak nafsu mau cuci mata.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, saya dibantu check in tanpa KTP sama mas-mas petugas bandara yang tadi itu. Terima kasih  Mas, kalau berjodoh kita pasti akan bertemu. LOH!! :p Boarding pass sudah ada ditangan, tapi Pak Amir sang Tukang Ojek masih belum menunjukkan kedatangannya, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 2 tepat dan setengah jam lagi pesawat akan take off.

Dua puluh menit sebelum pesawat take off, Pak Amir, tukang ojek tiba dibandara dan langsung saya sambut dengan suka cita dan tanpa banyak eksyen saya ambil dompetnya dan langsung masuk menuju ruang tunggu. Di ruang tunggu ternyata penumpang ke Jekardah sudah pada masuk ke pesawat. Saat saya masuk pesawat, duduk, pakai sabuk pengaman, tidak lama kemudian pesawat take off. Duuhh… hampir saja saya ketinggalan lagi.

Apakah Sodara-sodara sekalian pernah punya cerita yang sama dengan saya? Ketinggalan dompet? Ketinggalan kereta? Atau ada yang ditinggal pacar?

 

 

 

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

11 thoughts on “Mas Bima Yang Meninggalkanku Di Stasiun Malang”

  1. hwiiii, aku nggak kebayang lek ketinggalan kereta atau pesawat gitu 😦 temenku jugak ada yang beberapa waktu lalu ketinggalan kereta. gara-gara salah perhitungan karena waktu itu malam minggu dan jalanan macet tiada tara. akhirnya dia nggak jadi liburan ke jogja dan akhirnya besoknya dia ngebatalin tiketnya dan minta refund.

    1. sakiitt rasanya ndahh.. hahaha
      jangan sampe ngerasain deh… uda gak jadi liburan, tiketnya pun hangus gak bisa di refund.. huhuhuhu

      temenmu pasti sakit banget itu rasanya, ketinggalam kereta cuma selang beberapa menit.

      1. iyo, dia telat cuma 10-15 menitan kalo ga salah. sempet juga sampe ngejar keretanya ke stasiun kota lama tapi tetep ga kekejar. dia rencana liburan bertiga sebenarnya, dua temennya udah naik ke kereta duluan dan pada panik semua, hehe.

    1. Hahaha…Selamat anda adalah orang ke- 10 yang ngomelin saya karena malas ngecek tiket. Untuk hadiah grand prize akan dikirim ke alamat anda. Hehe

      Iyah… Ditinggal kereta ajah seudihnya begini, apalagi ditinggal doi..??

  2. Wahaha lha kok bisa mbak salah liat jam keberangkatan kereta? Untungnya waktu naekv
    pesawat gak ketinggalan, soalnya klo sampai ketinggalan pasti jadi cerita syedih yang susah dilupakan kek kek kek…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s