Review Dots:Drama Selera Rakyat

descendants-of-the-sun2
Sumber

Warning: Penuh kritikan! Yang anti kritik dilarang baca! Yang mendewakan Desendants of The Sun awas sakit hati!

Drama yang gemes banget pengen ku review akhir-akhir ini adalah Desendants of The Sun. Drama yang lagi disukai banyak orang. Dari beribu-ribu pecinta drama korea, entah itu pecinta drama korea kelas veteran atau kelas dadakan, ada sebagian kecil yang menggap drama ini konyol. Salah satu orang dari sebagian kecil tersebut adalah saya. Hehe

Ada banyak alasan kenapa saya merasa drama ini konyol. Alasan yang paling umum adalah karena drama ini adalah drama selera rakyat. Cerita yang mainstream, ringan, penuh dengan harapan dan angan-angan indah yang hampir semua orang memimpikannya— tapi gak pernah ada didunia ini. Selera rakyat adalah sebutan dari saya sendiri untuk sesuatu yang biasanya disukai banyak orang. Kalau novel biasanya ada tulisan best seller, national best seller  di sampul depannya. Entahlah, saya juga tidak tahu, karya-karya yang justru katanya best seller itu kenapa tidak masuk ke selera saya. Namanya juga selera.

Alasan khususnya, banyak sekali…  Eh, eh, eh, kamu, iya kamu, kamu pecinta Song Jong Ki garis keras bukan? Saya gak tanggung jawab loh ya, kalau kamu sakit hati… *evil*

Dari segi karakter saja sudah tidak menarik bagi saya. Karakter pemeran utamanya terlalu normatif. Yoo Si Jin, tentara yang gagah pemberani dan berwajah tampan. Rela melakukan apapun demi wanita yang disukainya. Yes… apapun itu, termasuk melanggar perintah komandan. Hellowwww…. Seorang tentara melanggar perintah??!! Aturan teko endi seng digawe?! Apalagi ini tentara sekelas tentara perdamaina PBB, saya ulangi: TENTARA PERDAMAIAN PBB. Prajurit atau tentara adalah seseorang yang mengikuti perintah. Itu jelas dan bahkan di drama ini juga sering disinggung. Lah ini koq, si kapten sering melanggar perintah sang komandan. Apalagi yah.. apalagi melanggarnya ini demi seorang wanita!! Yang lebih konyol lagi ketika mereka nguotot akan melakukan operasi pada Presiden Arab Saudi. Wakakaka… Saya ngakak misuh-misuh dibagian ini. Yang saya tau, Arab Saudi adalah negara yang paling susah diajak bernegosisai. Dan dimana-mana seorang presiden itu punya tim dokter sendiri. Kalau si presiden sedang sakit, ketika perjalanan kemanapun si dokter pasti bakalan ikut. Katakanlah skenarionya seperti di drama ini: Presiden melakukan kunjungan ke luar nengri dan dokter kepresidenan tidak ada waktu si presiden sedang sekarat. Skenario yang paling masuk akal adalah mengorbankan salah satu warga sipil untuk dijadikan kambing hitam. Itulah politik.

Kang Mo Yeon, si dokter berparas cantik dambaan semua pria dan bikin iri semua wanita. Menurudku si Dokter Kang ini sepertinya sudah lelah menjalani kehidupannya sebagai seorang jomblo, sehingga ketika ada cowo yang mendekat, girang sekali hatinya. Tapi sayanganya yang mendekati adalah seorang tentara yang super sibuk dan harus selalu mengikuti perintah komandannya bukan perintah pacarnya. Yang tidak kumengerti dari si Dokter Kang ini adalah, kenapa dia demen sekali ngambek ketika si cowo pergi bertugas? Kalau pacaran sama tentara ya konsekuensinya bakal sering ditinggal terus. Kalau gak mau ditinggal terus ya jangan pacaran sama tetara. Mbak penulis skenario, mbok ya agak keren gitu kalau bikin karakter tokohnya…

Selain karakter tokoh yang tidak mungkin ada di dunia ini dan tidak bisa dijadikan panutan, tema dari drama ini juga bikin saya bingung. Drama ini sebenarnya mau bahas apa sih? Apa yang ingin ditonjolkan dan sampai pada penonton? Tema percintaan? Politik? Medical/medis? Atau super hero? Atau semuanya? Saya menuduh si penulis hanya fokus pada cerita romansa saja: dahsyatnya jalinan kasih antara tentara dan dokter yang penuh cobaan dan ujian di medan perang dengan bumbu konflik-konflik politik yang rumit. Tapi menurutku jadinya malah wagu, gak mantesi, bukan pada tempatnya. Ya uda deh mbak penulis, kalau cuma ingin cerita romansa yang menye-menye, bikin aja cerita cinta yang tertukar atau perebutan harta atau apa kek. Gak usah ditambah masalah politik. Politik yang melegalkan segala cara untuk keuntungan pribadi rasanya lucu sekali jika dipertemukan dengan cinta yang mampu mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang lain. Bulsit banget…

Karena mungkin saya sudah gagal paham dengan tema ceritanya, saya jadi gak mudeng dengan plotnya. Sebenarnya gak begitu rumit dengan plotnya. Biasa saja. Gak ada yang istimewa. Mulus-mulus saja. Malahan menurut saya kurang smooth antara adegan satu ke adegan lainnya. Alur cerita dari satu adegan ke adegan yang lain gak bikin greget, gak bikin saya penasaran dan gak bikin saya excited. Gak ada konflik yang rumit. Apa coba konfliknya? Wong isi ceritanya cuma Yoo Si Jin yang sibuk menyelamatkan si Dokter Kang daripada menyelamatkan bangsa. Temannya si Yoo Si Jin yang jalinan asmaranya ditentang oleh Bapak dari si perempuan karena si cowo pangkatnya lebih rendah, konfliknya juga gitu-gitu aja. Dan lagi, banyak scene/ adegan yang menurutku gak penting, banyak pemeran pembantu yang gak penting juga kemunculannya. Mubazir banget…

Nonton drama ini kayak makan snack keju yang banyak micinnya. Gurihnya eneg, cheezy icik icik ehem ehem gimana gitu. Karena saya gak terlalu suka dengan snack keju—apalagi yang banyak micinnya, jadilah setiap episode saya misuh-misuh.

Adegan lain yang bikin misuh-misuh adalah saat gempa bumi. Semua orang kacau, berlari mencari pertolongan, bangunan banyak yang rusak dan tidak sedikit yang roboh. Korban berjatuhan. Banyak yang luka dan mati. Dokter Kang dan kawan-kawan mau tidak mau menjadi relawan karena mereka adalah tenaga medis. Singkat cerita, ada SATU korban yang meninggal karena diagnosis yang kurang tepat oleh dokter muda. Si dokter muda sedih tidak kepalang. Merasa dirinya gagal sebagai dokter. Korban yang mati itu ditangisi dan disuruh hidup lagi (wkkk). Kejadian itu membuat relawan yang ada situ menghentikan kegiatan menolong korban hanya untuk ikutan sedih bersama dokter muda tersebut. Saat melihat scene itu saya pengen teriak, “Wooeeyy buyar..! buyaar!! Iku loh korbanmu akeh seng arep mati gara-gara mbok tinggal tangis-tangisan! (Itu loh, korbanmu banyak yang meninggal karena kalian sibuk menangis). Wakaka… :p

Ada lagi adegan yang bikin saya meriang: ketika si dokter Kang dan dokter tentara Yoo mengoperasi pasien yang terinfeksi virus mematikan. Saat si dokter Yoo Myeon Joo dinyatakan dia positif terinveksi, sang pangeran menerobos ruang isolasi mengorbankan dirinya demi memeluk sang pujaan hati. Buakakakakakaka. Oke, sebenarnya gak ada masalah dengan adegan ini. Tapi rasanya seperti habis makan seloyang besar cheesecake. Cheesecake memang enak, tapi kalau kebanyakan yah bikin eneg. Wkkkk

 Jangan dikira, cuma saya saja yang misuh-misuh karena drama ini. Orang korea sendiri banyak yang mengkritik drama ini loh… Salah satunya karena di drama ini terlalu banyak iklannya. Sebenarnya sudah biasa di drama korea menampilkan iklan atau sponsor yang mendukung acara tersebut. Tapi ada satu adegan yang gak banget. Wakakaka… Ceritanya ingin mengiklankan mobil yang ada tombol mengemudi otomatis (auto pilot). Jangan dikira adegan yang ada adalah adegan tembak-tembakan seru tentara pasukan khusus yang dipimpin Kapten Yoo Si Jin saat melindungi Presiden Korea Selatan karena mendapat serangan dari Korea Utara. Adegan yang bisa membuat penonton berdecak kagum dan pengen beli mobil canggih itu. Mobil yang canggih dan keren itu, kalau kalian tau dipakai adegan kissing di dalam mobil yang sedang berjalan! Faaakkk!!! Hambok peliiss reekkk, kalau mau lebih ekstrem kenapa gak sekalian kissing saat bergelantungan di helicopter ketika misi penyenyelamatan??!! wkkkk… :v

Tapi, ada satu hal yang positif dari drama ini yaitu konsisten dengan cerita yang mainstream dan cheezy sampai akhir! Karena fairytale,  harus berakhir happily ever after dong… Mereka semua hidup bahagia selamanya. Yoo Si Jin dan Song Dae Yeong yang sudah diumumkan berita kematiannya, tiba-tiba hidup kembali dan muncul ditengah padang pasir dan hujan salju. Wakakaka… Dan penderitaan saya saat menonton episode terakhir yang super memosankan ditutup dengan sempurna oleh sebuah epilog, “ Bukannya kalian menyukai akhir seperti ini? Kami mengatasi semua masalah dengan cinta dan hidup bahagia selama-lamanya.” the end. FAAKKKK!! Mengatasi semua masalah dengan cinta jareee….

Disaat saya mau posting tulisan ini, tanpa sengaja menemukan artikel di muvila.com yang mengatakan bahwa, akhir drama ini sebenarnya sad ending, tapi karena si penulis mendapat banyak protes dari penonton, dan mungkin karena penulis takut drama-drama berikutnya gak laku jika dia tidak mengikuti keinginan penonton, di last minutes, penulis merubah cerita menjadi happy ending. Duuh..duuh… segitu besarnya kah keinginan orang-orang ini mempunyai hidup bak di negeri dongeng yang berakhir bahagia selamanya?

Nothing last forever gaes, sebuah akhir adalah awal dari sesuatu dan setiap awal mempunyai akhir yang akan menjadi awal dari sesuatu. 😀

 

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

25 thoughts on “Review Dots:Drama Selera Rakyat”

  1. hahahaha, akhirnya ada yang bisa menyuarakan hatiku tentang DOTS ini XD
    aku pun nonton ini baru minggu kemaren, sebagian banyak yang kuskip karena ceritanya ketebak banget dan terlalu cheesy. gemes juga dengan berbagai adegan yg lebay, seperti yg si kapten si jin lompat dari jendela trus moro wes ndek ngisor berjalan dengan aduhai, iku yo opo gak patah tulang. alur ceritae juga kayake terlalu disempurnakan dan khayal, hehe. tadinya aku berharap si tokoh antagonisnya (argus) luwih medeni tapi ternyata cukup mudah diakali.

    1. Hehe… Syukurlah lek review ini menyuarakan hati banyak orang. Wakakaka

      Iyooh ndah adegan iku sampe ada parodynya loh.. Wakakakaka… Terlalu sempurna sampe rasane eneg lihat e…
      Inti dari drama ini adalah menonjolkan karakter Yoo Si Jin sebagai pria idaman. Semedeni2nya argus yang penting Yoo Si Jin harus sempurna.. Wkkk

      1. poin ikiii beneeer bangets >> “Semedeni2nya argus yang penting Yoo Si Jin harus sempurna..”
        hihihihi iyo aku pernah liat parodinya iku, mbanyoool XD
        tapi aku benci Yoo Si Jin lek pas menggombal, duh bukan tipe saya sekali hohoho

    1. Hahahahaha… Iya mumpung cabe murah tadi tak masukin sekilo biar berasa pedesnya. Huehuehuehuehue..

      Aduh maap.. Maap… Kalo masih penasaran dilihat ajah, tapi saya gak tanggung akibatnya kalo sampean kesel dg ending ceritanya.. Wakakakaka

  2. Wkwkwkwkwkwk

    Ajumma, bogosipoyo. Kangennya poulllll. Aku sebenernya penggemar Jong Ki oppa, tadi gak segitu amat dibandingkan akang TOP. Baru ntn episode 1 aja sih jadi blm bisa komen apa-apa.

    Tapi episode 1 aja udah epic sih, dijempuy pake helicop di atap RS, itu heroic parah. Hahahaha.

    Ajumma kamu ene IG nda?

    1. iweedd~ ngilang kemana aja wed sampe kangen…
      waoww… ada penggemar Jong Ki oppa disini, saya jadi sungkan.. hahahaha.
      episod satu emang masih bisa dinikmati sih wed, masuk episod 2 sudah mulai batuk-batuk terus sampe meriang. hehehe *peace*

      IG gak punya, twitter terbengkalai, Facebook jarang update status. wakakakaka

      1. Ajumma, aku 11-14 di malang loh. Rencana mau kopi trip ke gunung arjuna. Ketemuan yuk, heheheh.

        Acc line mu apa sih, masa aku lupa id nya..hehehe

      2. Ohya?? Wawww, enaknya…..
        Ke Malang aja atau mampir ke batu juga? Mau ketemuan di malang atau batu wes? Linemu masih ada koq… Ntar aku PM…

  3. Eeeeeeh ini seriusan mbak, kritikanmu dalem wkwkw

    Aku bingung kenapa DOTS ini sempet heboh banget dulu ._. aku bahkan sampai sekarang nggak ngerti gimana filmnya :p wkwkw dan ngga begitu berminat nonton sih :p

  4. Nyasar ke blog ini dan nemu tulisan kayak gini makes me feel like I’m not alone haha. Dikira saya doang loh yang muak sama drama ini. Truthfully I’m so sick of this drama, Muak ketika isi timeline semua akun sosial media saya isinya muka Yoo Si Jin semua. Dan gue jadi muak liat muka song joong ki. Haha. I watch this drama be like.. ih apaan sih. Plot maksain, too much roman and cheesy. Dan ketika akhir tahun nanti, gue gak rela kalo drama ini menang awards. Sekian 😀

    1. hahahaha 😀
      Kamu gak sendiri sayang.. kita bersamamu.. wakakak
      betuull… plot terlalu dipaksain. pokoknya yoo si jin harus terlihat sempurna apapun adegannya.
      setujuuuu… aku juga gak rela ntar akhir tahun drama ini menang awards. Harusnya yg menang Signal! 😛

      1. Dipaksa sempurna tapi jatohnya jadi ftv banget haha. Wahhh setujuuuu, sejauh ini Signal paling keren 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s