Nostalgia: Dari Hikayat Sampai Manfaat (2)

tumblr_mp5uclkzjg1qlv2d3o3_500
Kenapa hujan? karena hujan bagiku adalah the memory bank. #tsaah!

Postingan terakhir kemarin- Ya Allah sudah berapa lama sejak postingan terakhir??Wkkk– sedikit mbahas tentang kenangan buruk. Biar seimbang, yuks mari ngobrol tentang kenangan indah. Karenaa, kata mbah Guru Lao Tzu, setiap benda di alam semesta, baik benda mati atau benda hidup, memiliki sifat dualisme, yaitu  dua sisi yang berlawanan tetapi saling seiring sejalan dan saling melengkapi. Karena sesuatu yang indah itu bukanlah yang sempurna tapi yang lengkap atau utuh. Aweenaaakk!

Kayaknya sudah sering banget eike bahas di blog ini yes?? hahahaha

Olraite, jadi begini, sebenarnya manusia itu menyukai kenangan (kata benda) dan mengenang (kata kerja) atau bernostalgia. Menurut penelitian, seminggu sekali kita pasti bernostalgia. Bahkan semingu bisa tiga sampai empat kali kita bernostalgia. Gak percaya? Coba deh ingat-ingat, setiap kali kumpul dengan saudara atau teman lama, seringnya kita akan mengulang cerita kisah lama. Betul? Menceritakan kembali kisah  waktu masih sekolah. Si ini dulu begini, si itu dulu begitu dan banyaklah. Tidak hanya saat bersama teman lama, ketika sendiri pun kita sebenarnya sering bernostalgia. Waktu selonjoran saat lihat hujan misalnya, pasti pikiran udah jalan-jalan ke masa lalu. Itu mah elu tong! hahahaha. Oke, kita cari contoh lain. hahaha. Ketika gak sengaja-atau sengaja- ndengerin lagu lama yang nostalgic banget, pasti secara otomatis kita langsung mengenang masa lalu. Ya kan? uda lah ngaku aja, gak usah gengsi. Ternyata menurut sebuah penelitian, mengenang atau bernostalgia itu banyak sekali manfaatnya.

tumblr_mh5qxpvBPt1qehmh1o1_500
betah banget kan lihatnya

Sebelum lanjut ke manfaat dari nostalgia, mari disimak dulu sedikit sejarah tentang nostalgia.  Nostalgia ternyata mempunyai hikayat cukup panjang kawan-kawan.

Istilah nostalgia berakar dari kata Yunani Kuno, nostos (rindu pada rumah dan kampung halaman) dan algos (rasa sakit, duka,). Eksplorasi pertama melalui literatur klasik yang menceritakan dimana pahlawan Odiesus memelihara kenangan akan orang yang dicintai dan keluarganya diperjalanan panjang yang sulit selama Perang Troya. Ceritanya, dulu para pahlawan yunani kuno ketika menghadapi masa sulit ketika perang, mereka bernostalgia, mengenang kampung halaman dan orang-orang tercinta untuk bertahan hidup dari kerasnya medan perang. Kerinduan yang teramat sangat itu sampai dibikin puisi yang puitis. Sama kayak kalian ketika galau dan baru putus dari paca kan??? Tiap hari bikin puisi 😛 hehe…

Asal mula nostalgia yang puitis ini, telah terdistorsi dan dikaburkan dimasa berikutnya. Istilah nostalgia pertama kali diciptakan oleh Johannes Hofer, seorang dokter dari Swiss pada tahun 1688, untuk menggambarkan  gejala fisik dan psikologis di antara tentara bayaran Swiss yang berjuang jauh dari rumahPandangan nostalgia sebagai penyakit neurologis terjadi sepanjang 17 dan 18 abad. Pada abad ke-19, orang memandang nostalgia sebagai gangguan psikologis yang melibatkan depresi dan melankolis. Demikian pula, teoretikus psikodinamik abad 20 dan dokter menganggapnya sebagai varian dari berkabung, depresi, atau psikosis. 

tumblr_lzojzis6jT1qaiz7oo1_500
simpel tapi menyejukkan

Tapi ketika Dr. Sedikides, Tim Wildschut dan psikolog lain dari Universitas Southampton mulai meneliti tentang nostalgia, mereka menganggap nostalgia adalah gejala yang umum dan manusiawi. Nostalgia bisa terjadi mulai dari anak-anak sampai orang tua. Penelitian tentang nostalgia ini berawal dari pengalaman Dr. Sedikides sendiri. Ceritanya, saat bapak dokter sedang makan siang bersama temannya, sesaat baru saja dia pindah ke Southampton, tiba-tiba dia teringat kampung halamannya: tentang atmosfir apartment lamanya, kenangan akan malam musim panas yang dia habiskan bersama teman dan keluarganya, tempat-tempat yang nostlagic dan aroma manis musim gugur di kampung halamannya.

Saat Dr. Sedikides bercerita gejala yang barusan dia alami kepada temannya (yang juga seorang psikolog), si teman langsung mendiagnosis kalau Dr. Sedikides mengalami depresi karena hidup di masa lalu. Tapi bapak dokter keukeuh, kalau dia tidak sedang depresi. Alih-alih merasa sedih, tertekan, seperti orang yang sedang depresi, dia malah merasakan perasaan yang hangat dan nyaman. Makan siang yang terjadi pada tahun 1999 tersebut mengilhami dia untuk melakukan berbagai penelitian tentang nostlagia.

Setelah sekian lama dianggap sebagai disorder, nostalgia sekarang diakui sebagai alat ampuh dalam perang melawan kesepian bahkan depresi.

Obat Anti-Kesepian dan Hidup Lebih Bermakna

Nostalgia sering didefinisikan sebagai kerinduan akan masa lalu, sentimental longing for the past. Apa yang dilakukan oleh Dr. Sedikies awalnya adalah membuktikan bahwa nostalgia bukanlah sesuatu yang buruk, sebagai penyakit mental seperti depresi karena hidup dimasa lalu (terus memikirkan masa lalu). Bahkan nostalgia memiliki banyak manfaat bagi kesejahteraan psikis manusia (psychological well being).

Nostalgia membuatku merasa bahwa hidupku memiliki akar dan kontinuitas. Hal itu membuat saya merasa nyaman dengan diri saya dan hubungan saya. Ini memberi tekstur pada hidup saya dan memberi saya kekuatan untuk melangkah maju. ” Kata Dr. Sedikides kepada New York Times.

tumblr_m8t2dgMKmq1qg52ruo1_500
Tempat paling pas buat JJS ke masa lalu: Pemean (re: tempat njemur pakaian), sambil merasakan semilir angir.

Yang lebih menarik dari nostalgia, bagi saya, adalah karena sifatnya yang paradoks. Karena nostalgia mempunyai sisi pahit-manis, bittersweet.  Tidak hanya melulu tentang kenangan manis dan kebahagiaan saja. Terkadang yang buruk yang membuat sesuatu semakin indah. Sama dengan kenangan buruk dan atau emosi negatif. Kesepian adalah emosi negatif, dia membuat kita merasa tidak bahagia, pesimis bahkan depresi. Tetapi kesepian selalu memicu orang untuk bernostalgia. Pada gilirannya, nostalgia meningkatkan persepsi akan dukungan sosial. Efek bersihnya nostalgia membuat hidup lebih bermakna. Ketika kamu merasakan perasaan sedih dan bahagia secara bersamaan, disitulah sulitnya sebuah perasaan dilupakan, rite??

“Kisah nostalgia sering dimulai dengan kenangan buruk dan dengan beberapa masalah. Tapi biasanya berakhir dengan baik. Ini karena bantuan dari orang-orang terdekat,” kata Sedikides pada The New York Times. “Jadi kamu akan merasakan kebersamaan yang lebih kuat, dan kamu menjadi lebih baik.”

Sehingga, pasangan akan lebih dekat dan lebih bahagia ketika mereka berbagi kenangan. Pun sama halnya dengan orang tua dengan anak, dan antara teman atau sahabat. Nostalgia membuat hubungan antar manusia lebih erat secara emosional dan lebih bermakna.

Nostalgia disebutkan, selain bisa menjadi obat kesepian juga bisa mengurangi rasa uncomfortable states seperti kecemasan, perasaan tidak berharga, dan melawan pikiran negatif. Tidak hanya itu, nostalgia juga terbukti memperkuat self-esteem (karena merasa hidupmu lebih bermakna dan berharga), lebih optimis dalam memandang masa depan.

tumblr_mi6y5b8hiM1rr56cmo1_500

 

Bagaimana bisa menoleh kebelakang malah bisa lebih optimis memandang kedepan? begitu pasti pertanyaannya. Manusia memiliki sifat dualisme, sama halnya nostalgia. Nostalgia mungkin berpotensi membuat manusia hidup dimasa lalu, memikirkan sesuatu/ seseorang yang dulu pernah kita miliki dan tidak ada dimasa sekarang, bahkan mungkin menyesalinya. Ups!. Akhirnya jadi bikin susah move on. Tetapi, disisi lain, nostalgia memberikan sumber positif yang bisa dieksplor dan bermanfaat bagi kesejahteraan psikis. Tentu saja, semua tergantung mental state kita masing-masing mau mengeksplor nostalgia seperti apa.

Sssttt!! FYI aja sih, beberapa tahun belakangan, penelitian tentang nostalgia dieksplor untuk keperluan bisnis loh. Mengembalikan trend-trend dan kenangan jaman dulu sebagai peluang bisnis. Misal kan banyak tuh jajanan sd jaman 90an sekarang dijual online. Ternyata anak 90an pada girang nemu jajan masa kecilnya, dan akhirnya dibeli deh. Untung banyak kan yang jualan?? Nah, daripada hidup kalian masih aja gak bisa move on dari mantan, mending jual aja mantan kalian yang sudah tidak terpakai itu ke tokopedia atau mana kek.  krik… krikkk…!

 

Bahan bacaan:

Mengapa Manusia Gemar Bernostalgia https://tirto.id/mengapa-manusia-gemar-bernostalgia-bYvn?utm_source=Facebook&utm_campaign=Midnight&utm_medium=Social

What Is Nostalgia Good For? Quite abit, Research Shows  http://www.nytimes.com/2013/07/09/science/what-is-nostalgia-good-for-quite-a-bit-research-shows.html?pagewanted=all

Look Back in Joy: The Power of nostalgia https://www.theguardian.com/society/2014/nov/09/look-back-in-joy-the-power-of-nostalgia

Why Memories can boost your mood?  https://www.psychologies.co.uk/self/why-memories-can-boost-our-mood.html

Counteracting Loneliness. On the Restorative Function of Nostalgia, jurnal bisa di download disini

Odyssey’s End: Lay Conceptions of Nostalgia Reflect Its Original Homeric Meaning

semua jurnal bisa didownload disini

Semua gift bersumber disini, disini, disini. Tepatnya saya lupa, karena waktu itu uda kalap duluan nemu gift-gift tersebut. hehehe

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Penulis: ahjummah

Sedang sibuk cari Jodoh, itu pun masih di sambi dengan nonton Drama Korea dan baca buku

4 tanggapan untuk “Nostalgia: Dari Hikayat Sampai Manfaat (2)”

    1. ciiiyeeee… ada yang ehem gak bisa move on rupanya. #suudzonkamuanakmanusia!!
      Ya memang sudah benar tidak mengingat kenangan yang malah bikin baper. hehe…
      kita kan yg paling tau diri kita. kenangan yang gak penting yah dibuang saja. yang bagus-bagus dan penuh hikmah mari dimanfaatken. nggeh nopo nggeh??? hehehehehehe 😛

  1. Iya juga ya, nostalgia dijadikan bisnis dan LAKU! Tapi selain bernostalgia sama barang2 dan moment2 dulu, bagusnya adalah jadi ada yang mengoleksi kembali, anak2 jaman sekarang jadi tau sesuatu di jaman dulu. Kan itu nais sekali wahai anak muda hahaha.

    Tapi untuk nostalgia yang berhubungan sama perasaan hmmm gak apa2 juga sih, walaupun sebel banget masa2 itu tapi karena udah lewat yasudahlah ya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s