Review Base Make Up: Etude House Glow On and Fix & Fix Primer Tone Up

Welcome back to my channel~wakakakaka. Sok-sokan jadi beauty vlogger  padahal cuma pecinta gratisan dan sampel.wakakakak XD .

Oke… oke… Sudah lama gak curhatin masalah kusmetik nih. Sampe sungkan saya kalo lama gak apdet. Karena pengunjung saya kebanyakan dari pencarian review kosmetik. Biar gak ngomongin drama korea mulu lah yah… Tapi malah ngomongin make up korea. 😛

Jadi, saat Face Blur hampir habis, saya mulai cari-cari base make up lain. Bukan, bukan karena Face Blur gak bagus, tapi saya mau coba base make up lainnya. Face Blur sepertinya uda mulai kuno, tergeser dengan produk-produk serupa. Secara di Korea perkembangan kosmetik cepat sekali. Cepet nonggol produk-produk baru yang pada menggiurkan semuanya. zbl.

Sebenarnya saya mau coba brand lain selain Etude House. Brand kosmetik di korea itu sama kayak orang jualan Bakso di Malang atau orang jualan Batagor di Bandung. Buuaaanyyyaaaakkkkk!!! Kalau belinya cuma brand-brand itu tok, penghinaan namanya. Tapi entah ujung-ujungnya yang terbeli Etude House lagi. hehe.

Kenapa saya setia sekali memakai base make up? Karena saya suka no make up look alias kayak-gak-pakai-make up-padahal-sebenarnya-pakai. wakakaka. Nah, kalau pakai pelembab/ cream pagi saja sebagai alas bedak, masih kurang hehe. Sedangkan kalau pakai BB cream atau foundation terlalu tebel, kurang natural gitu. Opsyen paling pas yah pakai base make up atau primer ini.

Mereka adalaaah…

Glow On dan Fix & Fix Prime Tone Up

Karena masih coba-coba saya beli yang sample dan share in jar dulu. Karena kalo beli yang full size takut gak cucok cyynn. Kan sayang… Untungnya di Malang, ada olshop yang jual share in jar, jadi bagi orang macem aing yang suka coba-coba, itu sesuatu yang berkah ukthi~

Glow On

BFA1B6D9B5E5C7CFBFECBDBA_B1DBB7CEBFEC_BFC2_BAA3C0CCBDBA_00003
Sumber

Pertama kali lihat produk ini saya langsung ngesir karena pekejingnya yang unyuk dan simple. Kedua, penasaran karena base make up ini teksturnya cair dan bening, tidak seperti base make up lainnya yang liquid kental berwarna.

Dari namanya memang produk ini akan menghasilkan dewy look yang lembab dan glowing. Terdapat dua varian: Hydra Base dan Oil Volume Base. Hydra Base (yang bening) berbahan dasar air cocok untuk kulit berminyak. Sedangkan Oil Volume Base (yang emas) berbahan dasar oil untuk kulit kering. Meskipun berbahan dasar minyak dan dewy look, produk ini bebas minyak , ini yang paling saya suka.

IMG-20170320-WA0008
Satu set sample dapat dua varian. Weeenaakk to?

First impression, saya langsung suka dengan look wajah saya. Bersih bening seger gimana gitu… Tipe-tipe wajah rajin sholat tahajud yang selalu terbasuh oleh air wudhu, padahal aslinya?!! wakakaka. Yaoloh fake banget. XD Karena teksturnya yang lebih encer seperti air dan oil, produk ini sangat ringan diwajah. Jadi ketika saya ingin pake BB cream atau cushion, memakai base make up ini seperti mengurangi “beban” diwajah saya. Kelebihan lainnya, memakai teratur produk ini bikin kulit saya halus. Beneran. Bukan kesan halus saat pemakaian yang kemudian akan hilang setelah dibersihkan. Tapi efek halusnya itu terasa setelah saya cuci muka. Saya juga kaget, padahal kan ini kosmetik bukan skin care, tapi koq bisa bikin wajah halus yah?

Kalau dipakai apa bedanya  Hydra Base dengan Oil Volume Base?

Hydra Base (bening) memberikan efek segar dan basah/ dewy, yah yang kayak wajah-wajah muslimah sholehah itu tadi.wkkw. Sedangkan yang Oil Volume Base (emas) lebih terlihat glowing. Kalau saya lebih suka yang emas, padahal kulit saya tipe kulit berminyak loh. Tapi saya ngrasa kalau pake yang emas itu wajah lebih lembab tapi tidak berminyak. Gara-gara Glow on ini, sekarang saya jadi lebih suka dewy look yang glowing dan kinclong, padahal sebelumnya saya sangat tergila-gila dengan anything about matte.

Sangking kesengsemnya pake Glow On ini saya sampe lupa ngecek kandungan SPF-nya. Bagi saya, base make up kalo bisa harus ada SPF-nya, karena saya gak suka pake BB cream atau cushion dan sebangsanya untuk sehari-hari. Setelah saya cek, saya lumayan kecewa karena produk ini tidak mengandung SPF. hiks. Jadi, jika anda lebih sering berada diluar ruangan dan ingin memakai produk ini pastikan pakai juga sunblock, BB cream, foundation atau cushion terlebih dahulu yah?

Kelebihan Glow On:

  1. Dewy Look
  2. Lembab tapi bebas minyak
  3. Ringan diwajah
  4. Mudah diaplikasikan
  5. Mudah menyerap
  6. Bikin kulit halus

Kekurangan Glow On:

  1. Tidak menggandung SPF
  2. Lumayan Mahal untuk harga sebuah based make up. hehe 😛

Fix & Fix Primer Tone Up

IMG-20170320-WA0003
Yang ini satu set sample dapat tiga varian. Harga satu set sample cuma 15rb. Cukup dipakai 2 minggu.. wkkk

Base make up yang ini ada 4 varian warna: Rose, Mint, Lavender dan Pore. Tapi sample yang dijual di olshop cuma dapat tiga warna (rose, mint, lavender) saja. Iyes, satu set sample dapat tiga warna. Oke bingits kan?? hehe.

Rose (pink), direkomendasikan untuk kulit pucat, agar terlihat lebih merona. Mint (hijau), cocok untuk kulit yang kemerah-merahan atau merah karena jerawat dan dapat membantu meng-cover bekas jerawat. Kulit saya tipe kulit yang kemerahan dan tidak berjerawat. Ketika pakai yang warna mint ini, memang tone kulit saya nampak clean n clear, resik nyenengke pokok e. Lavender (ungu), untuk kulit kusam yang akan mencerahkan skin tone seharian. Dari ketiga warna, yang paling tidak cocok dengan skin tone saya yang warna ungu ini. Karena terlihat puuuuuttiiiiihhhhh sekali, kayak lampu taman. Silau!

Yang pore saya gak bisa kasih review-nya karena belum coba.Tapi kayaknya sih, itu untuk masalah pori-pori besar dan untuk mengontrol sebum/ minyak.

Selain berfungsi sebagai primer atau base make up, bisa juga berfungsi sebagai color correcting atau skin care untuk meratakan warna kulit . Itu sebabnya ada begitu banyak varian warna. Jadi, ketiganya bisa dipakai sekaligus untuk memberikan skin tone yang sempurna dan flawless. Karena yang sempurna-sempurna itu tidak baik menurut saya (opo seh?!! wkk), jadi saya kurang suka ketika memakai ketiganya sebagai color correcting. Gak bagus juga hasilnya di wajah saya. hehe.

Yang ini ada SPF-nya, jadi mayan tenang jalan-jalan diluar meskipun tidak memakai sunblock atau BB cream. Tapi saya kurang suka karena tidak melembabkan. Harus dicampur dengan face oil dulu agar kulit saya tidak kering dan tidak terlihat cakey. Karena kalo pakai primer ini tok dan tidak dicampur sama face oil, gak bagus dikulit saya. Mungkin kondisi kulit orang beda-beda yah. Jika dikulit saya kering belum tentu di kulit orang lain juga kering.

Eh tapi base make up ini awet loh… Meskipun setelah dipakai wudhu tanpa harus touch up lagi memakai bedak, wajah saya masih terlihat seger dan bersih.

Kelebihan Fix & Fix Tone Up:

  1. Terdapat tiga varian warna yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit
  2. Bisa untuk color correcting
  3. Mengandung SPF 33 PA++
  4. Awet

Kekurangan:

  1. Tidak melembabkan kulit
  2. Tekstur sedikit pekat, jadi gampang kering

Kesimpulannya, sejauh ini masih belum ada produk yang mengalahkan Face Blur dihati saya. Hahahaha. Kalo dua base make up ini, harus pake make up lain agar hasilnya bagus. Sedangkan tidak dengan Face Blur. Setelah memakai krim pagi, terus pakai Face Blur hasilnya sudah sangat memuaskan.

Btw, kalo ada yang mau sharing atau tanya-tanya monggo loh… Daripada kolom komentar dianggurin gitu, kesian kan?

Iklan

Wajah Mulus Tanpa Ribet : Face Blur VS Baby Choux

20160630091104
Face Blur dan (sample) Baby Choux

Mempunyai wajah mulus natural dan sehat adalah imipian jamak para wanita. Tapi tidak semua wanita ditakdirkan mempunyai wajah mulus natural, terutama ketika beranjak dewasa dan hormon sudah mulai ikut campur terhadap kondisi kulit wajah. Wajah mulai kelebihan minyak, kusam dan berjerawat. Selesai masalah dengan jerawat, giliran bekas jerawat seperti pola polkadot yang menghiasi kulit wajah. Huehuehue

Sebagian besar wanita akan melakukan apapun demi merawat kulit wajah mereka agar tetap sehat, dan kalau bisa yah mulus. Atau sebaliknya?? Hehe. Dijaman sekarang ini, dimana perawatan wajah menjadi kebutuhan dan ber-makeup adalah gaya hidup, tidak sulit membuat wajah yang semula, maaf, kurang enak dipandang menjadi cantik rupawan. Dari cara yang paling ribet seperti perawatan rutin atau cara instan dengan memakai make up.

Adalah high coverage, istilah per-makeup-an yang artinya menutupi dengan sempurna kekurangan pada kulit wajah. Dan untuk lebih menyempurnakan garis wajah , kita mengenal istilah teknik contouring highlighting. Dan TARAAAAA jadilah wajah kita before and after bisa beda banget. Pasti pernah lihat kan meme-meme bertajuk “before after” atau “The Power of makeup” ini??!!! wakakakaka

Agar wajah bisa ter-high coverage dengan sempurna, memerlukan banyak polesan seperti, prime / based, foundation, BB cream atau CC cream, concealer baru powder/ bedak. Saya adalah orang yang  tidak terlalu suka dengan makeup high coverage kecuali ada acara-acara tertentu. Selain alasan terlalu berat karena tumpuk-tumpuk, saya tidak terlalu terlalu cocok memakai BB cream dan foundation. Keduanya, kalau kita tidak pintar memilih warna yang cocok untuk kulit asli kita, jadinya gak bagus. Kalau warnanya terlalu gelap malah terlihat kusam, kalau warnanya terlalu putih sedangkan warna asli kulit kita syoklat misalnya, tone kita bisa jadi abu-abu. Duhh!! Belum lagi kalau luntur karena berkeringat atau terkena air selesai wudlu, terus foundation atau BB cream gak menyatu dengan kulit. Weeewww…!! Jadilah saya tetap nyaman hanya memakai krim pelembab dan bedak tabur sebagai makeup sehari-hari.

Kemudian pada suatu hari…

Semenjak saya mengenal produk-produk, ehem, Korea. Yang bermula dari Lip tint kemudian skin care dan masker, sekarang saya mulai mencoba-coba dengan kosmetik wajah. Awalnya, apalagi kalau bukan karena dapet sample gratis dan minta punyanya adik sepupu. Hehe. Sampai pada suatu hari saya mencoba memakai primer / base makeup yang namanya lucuk binggits, Face Blur.

Primer/ base adalah dasaran makeup yang katanya akan menentukan seberapa awet makeup kita. Primer/ base lebih ringan daripada BB cream atau foundation dan mudah meresap. Primer/ base pertama yang saya coba ya si face Blur dari Etude House ini. Dan saya syukaak. Hehe

Meskipun hanya Primer/ based, tapi cukup untuk memberikan tampilan yang lebih kinclong dan mulus (hahahaha) tanpa harus menggunakan foundation atau BB cream. Sukanya lagi dari Face Blur ini adalah sudah ada SPF 33 PA++, jadi tidak perlu memaki tirai atau sun block lagi. Ada tiga kelebihan utama dari Face Blur yang bisa dilihat di foto: Smoothing. Menghaluskan dan melembutkan. Yes, betul sekali! Wajah memang Nampak lebih halus setelah memakai ini. Seperti namanya Face Blur, menjadikan kulit wajah nampak halus seperti efek blur dalam foto. Pore Hidding. Menutupi pori-pori tanpa menyumbat, sehingga terlihat halus sempurna. Kulit wajah saya termasuk berpori-pori cukup besar. Dengan memakai face Blur ini, meskipun tidak sempurna menutupi pori-pori, paling tidak menyamarkan. Namanya juga Face Blur. Blur = samar-samar. Wakakaka…  Tone up. Artinya, mencerahkan tone satu tingkat lebih cerah sehingga wajah Nampak lebih putih dan cerah.

Karena merasa cocok memakainya, akhirnya saya mulai coba-coba primer / base yang lain. Masih dari Etude House, Baby Choux namanya. Karena waktu itu sudah beli Face Blur yang full size akhirnya saya beli Baby Choux yang sample terlebih dulu. Murah, cuma lima rebu doang. Hehe

Jika Face Blur hanya memiliki satu varian, Baby Choux memiliki tiga varian warna, Mint Choux, Berry Choux dan Peach Choux. Tapi hanya ada 2 warna yang dijual di olshop malang yaitu Mint Choux dan Berry Choux. Mint Choux, cocok untuk wajah merah-merah karena jerawat. Katanya yang Mint Choux ini kalau dipake, merah-merah jerawat bisa tidak terlihat. Dan cocok untuk semua kulit. Sedangkan Berry Choux cocok digunakan untuk kulit pucat dan punya masalah dengan mata panda. Karena kulit saya tidak merah-merah dan berjerawat akhirnya sama memilih yang Berry Choux. Selain itu juga ingin membuktikan apa benar bisa menyembunyikan mata panda.

Face Blur vs Baby Choux

Baby Choux warna Berry terlalu putih untuk kulit saya. Ketika dipakai, wajah saya jadi putiihh bangeeet. Nampak cerah sih iya, tapi muka saya jadi kaya rainbow cake, warna wajah sama leher beda dan ada kesenjangan disana. Wakakakaka… Tapi sukanya dari Baby Choux ini adalah hasilnya matte banget. Saya sangat suka dengan matte look. Dan Baby choux memberikan hasil matte yang bagus. Biasanya jam 10 pagi kulit wajah saya, terutama daerah T, sudah seperti kilang minyak. Tapi dengan memakai Baby Choux ini sampe jam 2 siang masih terlihat segar dan matte, yaahh sedikit berminyak sih, tapi gak parah. Selain itu, kemampuan coverage Baby Choux juga lebih bagus daripada Face Blur.  Dan ternyataa, si Baby Choux ini sangat sedikit menyamarkan mata panda saya yang terlalu mengerikan!

Sedangkan Face Blur tidak cukup bagus mengontrol minyak. Kalau ingin hasil yang matte, biasanya saya harus pake Zero Sebum Gell dulu agar wajah gak terlalu berminyak. Tetapi, yang saya suka dari Face Blur ini dibandingkan Baby Choux adalah tidak merubah tone wajah kita seperti Baby Choux, hanya mencerahkan saja. Dan juga ada efek meronanya kalo pake Face Blur, seperti pakai blush. Jadi semakin terlihat manis gituuu,.Ciyeeeeehh… XD.

Bagi kulit saya, memakai primer dan bedak sudah cukup (terlihat mulus). Mungkin ada teman-teman yang lain, hanya memakai primer saja tidak cukup untuk me-coverage, jadi harus pake foundation atau concealer atau yang lain. Itu sih tergantung kebutuhan masing-masing. Mungkin ada juga yang sudah sangat cukup polosan hanya memakai bedak atau bahkan nyaman-nyaman saja tidak pakai bedak atau apapun. Oohh itu gak masyalahhh…

Karena hidup nyaman dan tanpa ribet adalah hak segala bangsa.

Review: Whitening & Brightening Mask Sheet

20160213165728
Dari Kiri Ke Kanan: SecretKey Gung Solution, SNP ANimal Mask, ET Korean Strawberry, ET Pearl, SecretKey STE Mask Sheet

Haii… Haiii…. Haiiii…

Saya hari ini lagi kepingin me-riview skin care nih… hehe. Ini sebenarnya blog apa sih?? Sematjam gak jelas gitu kan konsepnya..? Kadang curhat, kadang review drama korea, eh sekarang mau sok-sokan jadi beauty blogger. Hahahaha… Ya udalah maklumin aja.  Saya memang sudah random sejak dalam kandungan. Huehehe.

Setelah lipstick dan lip tint, sekarang saya lagi gila masker. Hehe. Masih juga begitu penasaran dengan produk dari negegri gingseng. Iya, penasaran, makanya semua masker pengen dicobain semua. Kurang lebih 11 macam masker yang sudah saya coba pakai. Dari sebelas itu bisa saya bagi dua macam: Whitening/ Brightening Mask sheet dan Moisturizing/ Hydrant Mask sheet.

Episode kali ini yang akan saya review adalah Masker yang mencerahkan atau Whitening/Brightening Mask sheet. Kalau saya review semua sekaligus, takutnya yang baca nanti kekenyangan dan sakit perut. Hehe.

Well, sedari dulu saya memang suka banget pake masker-masker gitu. Mulai dari masker yang bikin sendiri sampai masker beli jadi tinggal pakai. Karena semakin hari hidup saya semakin tidak simple dan saya terlalu lelah jika harus memakai masker ribet, maka yang simple-simpel menjadi pilihan saya dalam bermasker ria. Dia adalah Mask sheet, masker sekali pakai berupa lembaran/ sheet yang sudah direndam dengan essence atau formula cair yang mengandung berbagai macam manfaat.

Kenapa saya suka produk-produk Skin Care dan Kosmetik Made in Korea?

Karena produsen kosmetik di korea sangat banyak. Dan mereka semua berlomba-lomba menciptakan produk skin care atau make up yang se-natural dan seaman mungkin bagi kulit. Produsen kosmetik korea semakin hari semakin canggih dalam menciptakan skin care dan kosmetik yang aman. Banyak dari mereka yang sudah meninggalkan bahan-bahan berbahaya dan adiktif seperti alkohol, paraben, mineral oil, bebas pewarna, bahkan bebas minyak hewani!

Harga dan belinya dimana?

Biasanya saya beli masker ini di olshop. Di Malang ada banyak olshop Korean make up trusted dan sudah jadi langganan. Seperti :@koreanmakeupmalang, @beautylicious_korea dan @coccicosme. Harganya tergantung merk, bekisar 20-43rb per sheetnya. FYI, harga di olshop lebih murah loh daripada di konter aslinya. Bisa selisih 6-10ribu. Woww!!

Bagaimana cara pakai si Mask sheet ini?

Pertama dan wajib cuci wajah dengan sabun wajah. Setelah itu pakai toner. Pakai toner sunah yah, boleh dilakukan, tidak juga tidak apa-apa. Setelah itu keluarkan masker dari kemasannya, dan tempelkan di wajah selama 15-20 menit. Saya sih biasanya sampai 30 menit. Setelah selesai, pijat wajah sampai essence menyerap sempurna kedalam kulit. Kemudian langsung buang? JANGAN! Berikut saya beri tips unik menggelitik ala Mora. Hahaha

Tips Unik Menggelitik

Mask sheet biasanya berbentuk cair atau liquid. Setiap kemasan selalu ada sisa essence yang tertinggal. Sisa essence ini sayang banget kalau dibuang dan masih bisa gunakan lagi. Pertama, sediakan Jar / wadah kecil khusus make up, atau tempat sisa krim yang sudah tidak terpakai juga bisa. Simpan sisa essence ke Jar tersebut dan simpan dalam keadaan tertutup. Sisa essence ini bisa digunakan lagi setiap hari. Biasanya saya pakai setiap sore hari sampai sisa essence-nya habis. Jika sisa essence-nya banyak, bisa dipakai sampai lima hari kedepan looh..! Sedangkan Sheet atau lembaran yang sudah dipakai maskeran selama 20 menit itu biasanya masih ada sisa essence juga dan sayang kalau langsung di buang begitu saja. Tips dari saya, peras lembaran masker yang sudah selesai di gunakan ke atas tangan atau kaki, dan pakai sebagai handbody. Lumayan kan bisa handbody-an dengan essence pencerah yang harganya hampir sama dengan handbody satu botol???! Wakakakaka

Hasilnya bagaimana?

Ada 6 masker pencerah yang saya sudah saya coba. Mereka adalah:

  1. Etude House I Need You Mask sheet Pearl (Bright Complexion)

Terbuat dari ekstrak mutiara yang penuh dengan amino dan mineral, yang mencerahkan kulit kusam sehinnga wajah bersinar cerah seutuhnya. Keterangan di belakang kemasannya seperti itu. Apakah benar?

Mencerahkan kulit kusam: Yes

Wajah bersinar cerah : Yes

Terlihat putih : Yes

Terlihat bersih : Yes

  1. Etude Hose I Need You Mask sheet Korean Strawberry (Skin Brightening)

Terbuat dari ekstrak buah stoberi korea yang mencerahkan kulit kusam sehingga wajah menjadi bersinar cerah

Mencerahkan kulit kusam: tidak terlalu

Wajah bersinar cerah : biasa saja

Terlihat putih : biasa saja

Terlihat bersih : Yes

Semua mask sheet-nya Etude House yang paling saya sukai adalah ketika dipakai ada kesan dingin dan segar. Wanginya juga seger gak bikin enek. Dan sisa essence-nya banyak. hahahaha

  1. SecretKey Starting Treatment Essential Mask

Masker dengan 7 macam keajaiban perubahan kulit: anti kerut, memutihkan, meratakan warna kulit, elastis, menghaluskan, melembabkan, menghilangkan sebum. 7 Free System: Free paraben, free pigmented, free fragrance, free alcohol, free animal oil, free mineral oil, free benzopheone. Kandungan secretKey versi treatment essence dibandingkan dengan Brand lain versi Treatment Essence seperti SK II, secretKey jauh lebih unggul dalam hal keamanan, komposisi dan dengan KDFA approve (KDFA sama dengan BPOM, hanya saja ini adalah BPOM Korea).

Hasilnya, wajah memang tampak lebih putih dari sebelumnya, lebih bersih dan lebih kencang. Tapi menurut saya putihnya berlebihan. Mungkin masker ini cocok bagi mereka yang wajahnya kusam maksimal. Kalau wajanya sudah putih tapi kusam, tidak saya sarankan pakai masker ini. Tapi jika kamu punya warna kulit yang tidak merata, saya rekomendasikan masker ini.

  1. SecretKey Gung Solution Doctor’s Brightening

Masker dengan Vitamin C dosis tinggi. masker lembut yang menyegarkan, memutihkan, mencerahkan kulit yang gelap dan tidak rata dari dalam.

Sama seperti masker brightening lainnya, masker ini juga memberikan efek mencerahkan dan memutihkan wajah kusam. Tapi menurutku masker ini lebih memberikan efek mencerakan daripada memutihkan. Beda sama SecretKey STE yang efeknya benar-benar langsung terlihat putih.

5. NSP Amimal Whitening Mask – Panda

Masker ini adalah  masker karakter tapi yang ini bergambar panda. tidak terlalu banyak keterangan tentang masker ini. tapi katanya Whitening Mask Sheet. Hasilnya? Tidak terlalu memuaskan. Tapi setidak memuaskan produk korea mereka masih memberikan efek halus di kulit

6. The Face Shop Character Mask Frist Milk Nourishing – Cow

20160320132310
The Face Shop Character Mask – Cow

Seperti namanya, masker ini berbeda dengan mask sheet lainnya. Jika mask sheet lainnya berupa selembaran kertas putih, masker ini berkarakter hewan. Yang saya coba adalah Cow, jadi maskernya bergambar sapi. Lucuk banget kan??

Masker karakter yang mencerahkan dan mengencangkan wajah, membuat kulit menjadi cerah dan elastis. Membuat kulit tampak lebih muda, dengan nutrisi kolostrum. Teruji secara dermatologis dan tidak mengandung 6 formula additives.

Dari keenam masker yang saya sebutkan, yang paling favorit adalah the face shop ini. Wajah Nampak lebih cerah iya, lebih terkesan lebih bersih saja daripada putih (dan saya suka), dan yang paling terasa perbedaannya, setelah memakai masker ini pipi saya agak sedikit lebih tirus. Wakakakaka… sayangnya sisa essence-nya cuma sedikit banget. Saya harus memeras dari sheet-nya jika ingin dapat sisa essence-nya. Hahahaha…

Repurchse?

Apakah saya ingin membeli kembali masker-masker diatas? Selama ada duit pastinya. Hahahaha. Tapi tidak dengan Etude House yang Stroberi dan NSP Animal Mask itu. Entah saya kurang puas saja dengan hasilnya.

Sekian review panjang lebar dari saya. hehe. Semoga review saya tidak bikin kekenyangan sampai sakit perut. Dan tunggu review masker selanjutnya di episode mendatang. hahahaha

 

 

 

Mewarnai Bibir

IMG_4299

Hello… It’s me…. Hehe *nyanyi ala Adele*

Santai saja, kali ini saya tidak akan membahas drama koriyah. Belum-belum sudah skeptis saja sama saya??! Iyah, janji deh pokoknya gak bahas drama koriyah. Saya mau bicara yang lagi kekinian-kekinian pokoknya. Apakah itu??

Berdandan. Hoooo…. Cewe mana yang hare genee tidak tergoda untuk tidak berdandan??? Oh, tentunya saya yakin, masih banyak cewe-cewe di luar sana yang nyaman dengan penampilan polos apa adanya. Tapi, coba deh perhatikan ketika jalan-jalan di Mall misalnya, hampir semua cewe berdandan bukan? Jangankan di Mall deh, waktu saya ke kolam renang, mbak-mbak atau bahkan adek-adek yang pada renang disitu mereka pakai make up loh. Jadi, boleh dong saya katakan berdandan saat ini adalah aktivitas kekinian, sama seperti naik gunung yang cuma ingin berfoto dan fotonya di upload di sosmed. Sosial media sungguh luar biyasa berpengaruh kepada gaya hidup sehat orang zaman sekarang. Saat ini, orang-orang mulai memperhatikan kesehatan mereka dan mulai berolahraga. Naik gunung, berenang, jogging, yoga dan masih banyak lagi. Meskipun, niatnya bukan olahraga tapi cuma buat foto-foto gak papa lahh… Naik gunung jauh-jauh, capek, waktu sampai puncak cuma buat ber-selfie. Gak papa, toh dia juga sudah berolahraga waktu naik dan turun gunungnya. Ya kan?? Gak papa…

Butuh mijon nih.. sudah mulai kurang fokus

Jadi, berkat sosial media juga, cewe yang tidak bisa berdandan-dan- kepingin-bisa-berdandan, bisa cari tutorial make up gratis. Gak perlu belajar skill kecantikan dan bayar mahal. Bahkan lewat sosial media pula, kita bisa cari dan beli secara online produk-produk make up import yang dijual dengan harga lebih murah daripada di konter aslinya. Tidak hanya itu, macamnya pun lebih banyak daripada yang dijual di tok-toko terdekat. Luar biyasa toh dedikasi sosial media pada kehidupan kita?? Tepuk tangan dong..!

Saya termasuk cewe yang suka berdandan. Tapi bukan berdandan yang gimana-gimana gitu. Gimana-gimana maksudnya gimana? Yaahh.. yang sampe pake foundation tebal dan bulu mata anti badai hanya untuk sehari-hari atau dipakai waktu mau jogging. Untuk sehari-hari saya hanya pakai make up yang seperlunya saja. Itupun kalau gak lagi kumat penyakit mbabesnya. Make up saya hanya bedak, eyebrow powder, eyeliner dan yang paling penting LIPSTIK!!!

Setahun ini saya gila beli lipstick, sodarah-sodarah. Setiap kali lihat-lihat di konter make up, yang saya cari pertama kali adalah lipstick, yang selalu saya coba juga lipstick. Di belanja online pun, yang hanya di pikiran saya “Beli lisptik…. Beli lisptik…”. Kenapa lipstick? Mungkin karena hidup saya hanya hitam, putih saja, jadi saya butuh lipstick untuk menambah warna. Eh curcol… :p

By the way, saya lebih suka dengan lipstick matte daripada yang glossy. Khususon lipstick matte dengan warna yang menyala dan menggoda. Seperti, warna orange ngejreng, merah menyala, merah gelap tapi masih kelihatan menyala, dan warna fucia yang terang dan seger banget itu.

Bagi saya yang pekerjaannya bukan dibidang yang mengharuskan selalu terlihat cantik bermake up, membeli banyak lipstick hanya karena godaan iman adalah sesuatu yang berlebihan memang. Pernah, suatu hari saya di marahin sahabat karena kegilaan terhadap lipstick ini dan dia menyuruh saya pergi ke gunung untuk bertaubat -_- . Awalnya saya tidak terlalu khawatir dengan kegilaan ini, karena paling nanti juga bosen-bosen sendiri. Dan memang beberapa bulan kemarin saya puasa beli lipstick. Yeeaahh!!!

Tetapi satu bulan ini kumat lagi. Haiisshhh!!

Kalau dulu saya suka berburu dan menggunakan lipstick matte denga warna yang ngejreng, saat ini, lebih suka pake lip lint. Warnanya masih benderang sih, tapi tidak terlalu terlihat ihwaww karena bahan dasarnya lip tint adalah air. Enaknya pake lip tint dia juga lebih ringan kalau dipakai, beda sama lipstick. Jadi, kaya gak pakai pewarna bibir, lebih terlihat natural gitu deehh..

Meskipun mempunyai cukup banyak lipstick dengan berbagai warna, saya masih sering bosan dengan warna-wana yang saya punya *dasar!*. Karena bosan dengan warna yang itu-itu saja saya coba mencampurkan lipstick satu dengan yang lain untuk menghasilkan warna yang saya cari. Dan Yureekaaah, berhasil!! Saya pernah kepingin banget punya lipstick warna Coral. Tapi berhubung waktu itu sudah beli 4 lip tint dalam waktu satu bulan (segera bertaubatlah anak muda!!!), akhirnya saya urungkan niat beli lipstick baru. Alih-alih, beli yang baru, saya mencoba bereksperimen dengan mengoplos lipstick yang ada. Dan TARAAAAA, warna koral yang saya inginkan bisa di dapatkan. Tentunya tidak perlu membeli yang baru. Keren kan?? Keren dooong. Tepuk tangan lagi, yuk…!

B612_20151110_090948
Warna Coral

Suatu hari, sepupu saya terpana melihat saya. Hahahaha. Enggak ding, dia terpana dengan warna lipstick yang kupakai. Kata dia, saya gak punya lipstick dengan warna seperti itu. Dia tanya apakah saya beli lipstick baru lagi? Kemudian saya ceritakan hobi baru itu. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dia kerumah, hanya untuk minta diajari ngoplos warna lipstick seperti yang kemarin saya pakai (niat banget tu anak). Setelah saya praktekan ke bibir dia, lantas si sepupu berkomentar, “ Ini mah namanya bukan pake lipstick, tapi mewarnai bibir”.

B612_20151202_082821
Warna lipstick yang berhasil membuat sepupu terpana
B612_20151113_082218
Bimsalabim… jadilah warna ungu

Mewarnai?? Kayak anak TK saja… haha. Tapi memang lebih seperti mewarnai sih… Warna yang digunakan lebih dari satu. Tidak sekali poles langsung jadi warna yang diinginkan, tetapi harus beberapa kali. Seperti teknik mewarnai juga, ada bagian bibir yang diberi warna terang bagian bibir lainnya diberi warna gelap. Ribet yah? Emang… :p

Saya seneng banget dengan hobi baru ini. Selain alasan lebih ekonomis, hobi baru ini juga penyelamat saya. Koq bisa? Waktu itu saya lagi jalan-jalan, kemudian ketemulah dengan kawan lama. Pasti uda bisa nebak dong apa yang ditanyakan kawan lamamu ketika kalian bertemu lagi? Yup, betul sekali, KAPAN NIKAH. Adegan yang biasa terjadi seperti ini:   “Hey Mora, yokpo kabar e? Sudah nikah belum? Anakku sudah dua loh, kamu kapan?”. Sedih gak sih? Sedih banget!! Tapi semenjak ngoplos lipstick, adegan yang terjadi: “Hey Mora, yokpo kabar e? Hey, lipstickmu koq bagus? Beli dimana? Apa mereknya? Nomer berapa?”. Ajaib kan?? Serius, ini benar-benar terjadi pemirsah…! Terima Kasih Lipstick, sejak mengoplos kalian, saya tidak lagi ditanya Kapan Nikah.

Jadi, jika pemirsah-permisah sekalian ingin orang-orang berhenti bertanya kepada anda Kapan Nikah, mulailah memakai lipstick sekarang juga! Apa hubungannya? Emang gak gak ada