Review Base Make Up: Etude House Glow On and Fix & Fix Primer Tone Up

Welcome back to my channel~wakakakaka. Sok-sokan jadi beauty vlogger  padahal cuma pecinta gratisan dan sampel.wakakakak XD .

Oke… oke… Sudah lama gak curhatin masalah kusmetik nih. Sampe sungkan saya kalo lama gak apdet. Karena pengunjung saya kebanyakan dari pencarian review kosmetik. Biar gak ngomongin drama korea mulu lah yah… Tapi malah ngomongin make up korea. 😛

Jadi, saat Face Blur hampir habis, saya mulai cari-cari base make up lain. Bukan, bukan karena Face Blur gak bagus, tapi saya mau coba base make up lainnya. Face Blur sepertinya uda mulai kuno, tergeser dengan produk-produk serupa. Secara di Korea perkembangan kosmetik cepat sekali. Cepet nonggol produk-produk baru yang pada menggiurkan semuanya. zbl.

Sebenarnya saya mau coba brand lain selain Etude House. Brand kosmetik di korea itu sama kayak orang jualan Bakso di Malang atau orang jualan Batagor di Bandung. Buuaaanyyyaaaakkkkk!!! Kalau belinya cuma brand-brand itu tok, penghinaan namanya. Tapi entah ujung-ujungnya yang terbeli Etude House lagi. hehe.

Kenapa saya setia sekali memakai base make up? Karena saya suka no make up look alias kayak-gak-pakai-make up-padahal-sebenarnya-pakai. wakakaka. Nah, kalau pakai pelembab/ cream pagi saja sebagai alas bedak, masih kurang hehe. Sedangkan kalau pakai BB cream atau foundation terlalu tebel, kurang natural gitu. Opsyen paling pas yah pakai base make up atau primer ini.

Mereka adalaaah…

Glow On dan Fix & Fix Prime Tone Up

Karena masih coba-coba saya beli yang sample dan share in jar dulu. Karena kalo beli yang full size takut gak cucok cyynn. Kan sayang… Untungnya di Malang, ada olshop yang jual share in jar, jadi bagi orang macem aing yang suka coba-coba, itu sesuatu yang berkah ukthi~

Glow On

BFA1B6D9B5E5C7CFBFECBDBA_B1DBB7CEBFEC_BFC2_BAA3C0CCBDBA_00003
Sumber

Pertama kali lihat produk ini saya langsung ngesir karena pekejingnya yang unyuk dan simple. Kedua, penasaran karena base make up ini teksturnya cair dan bening, tidak seperti base make up lainnya yang liquid kental berwarna.

Dari namanya memang produk ini akan menghasilkan dewy look yang lembab dan glowing. Terdapat dua varian: Hydra Base dan Oil Volume Base. Hydra Base (yang bening) berbahan dasar air cocok untuk kulit berminyak. Sedangkan Oil Volume Base (yang emas) berbahan dasar oil untuk kulit kering. Meskipun berbahan dasar minyak dan dewy look, produk ini bebas minyak , ini yang paling saya suka.

IMG-20170320-WA0008
Satu set sample dapat dua varian. Weeenaakk to?

First impression, saya langsung suka dengan look wajah saya. Bersih bening seger gimana gitu… Tipe-tipe wajah rajin sholat tahajud yang selalu terbasuh oleh air wudhu, padahal aslinya?!! wakakaka. Yaoloh fake banget. XD Karena teksturnya yang lebih encer seperti air dan oil, produk ini sangat ringan diwajah. Jadi ketika saya ingin pake BB cream atau cushion, memakai base make up ini seperti mengurangi “beban” diwajah saya. Kelebihan lainnya, memakai teratur produk ini bikin kulit saya halus. Beneran. Bukan kesan halus saat pemakaian yang kemudian akan hilang setelah dibersihkan. Tapi efek halusnya itu terasa setelah saya cuci muka. Saya juga kaget, padahal kan ini kosmetik bukan skin care, tapi koq bisa bikin wajah halus yah?

Kalau dipakai apa bedanya  Hydra Base dengan Oil Volume Base?

Hydra Base (bening) memberikan efek segar dan basah/ dewy, yah yang kayak wajah-wajah muslimah sholehah itu tadi.wkkw. Sedangkan yang Oil Volume Base (emas) lebih terlihat glowing. Kalau saya lebih suka yang emas, padahal kulit saya tipe kulit berminyak loh. Tapi saya ngrasa kalau pake yang emas itu wajah lebih lembab tapi tidak berminyak. Gara-gara Glow on ini, sekarang saya jadi lebih suka dewy look yang glowing dan kinclong, padahal sebelumnya saya sangat tergila-gila dengan anything about matte.

Sangking kesengsemnya pake Glow On ini saya sampe lupa ngecek kandungan SPF-nya. Bagi saya, base make up kalo bisa harus ada SPF-nya, karena saya gak suka pake BB cream atau cushion dan sebangsanya untuk sehari-hari. Setelah saya cek, saya lumayan kecewa karena produk ini tidak mengandung SPF. hiks. Jadi, jika anda lebih sering berada diluar ruangan dan ingin memakai produk ini pastikan pakai juga sunblock, BB cream, foundation atau cushion terlebih dahulu yah?

Kelebihan Glow On:

  1. Dewy Look
  2. Lembab tapi bebas minyak
  3. Ringan diwajah
  4. Mudah diaplikasikan
  5. Mudah menyerap
  6. Bikin kulit halus

Kekurangan Glow On:

  1. Tidak menggandung SPF
  2. Lumayan Mahal untuk harga sebuah based make up. hehe 😛

Fix & Fix Primer Tone Up

IMG-20170320-WA0003
Yang ini satu set sample dapat tiga varian. Harga satu set sample cuma 15rb. Cukup dipakai 2 minggu.. wkkk

Base make up yang ini ada 4 varian warna: Rose, Mint, Lavender dan Pore. Tapi sample yang dijual di olshop cuma dapat tiga warna (rose, mint, lavender) saja. Iyes, satu set sample dapat tiga warna. Oke bingits kan?? hehe.

Rose (pink), direkomendasikan untuk kulit pucat, agar terlihat lebih merona. Mint (hijau), cocok untuk kulit yang kemerah-merahan atau merah karena jerawat dan dapat membantu meng-cover bekas jerawat. Kulit saya tipe kulit yang kemerahan dan tidak berjerawat. Ketika pakai yang warna mint ini, memang tone kulit saya nampak clean n clear, resik nyenengke pokok e. Lavender (ungu), untuk kulit kusam yang akan mencerahkan skin tone seharian. Dari ketiga warna, yang paling tidak cocok dengan skin tone saya yang warna ungu ini. Karena terlihat puuuuuttiiiiihhhhh sekali, kayak lampu taman. Silau!

Yang pore saya gak bisa kasih review-nya karena belum coba.Tapi kayaknya sih, itu untuk masalah pori-pori besar dan untuk mengontrol sebum/ minyak.

Selain berfungsi sebagai primer atau base make up, bisa juga berfungsi sebagai color correcting atau skin care untuk meratakan warna kulit . Itu sebabnya ada begitu banyak varian warna. Jadi, ketiganya bisa dipakai sekaligus untuk memberikan skin tone yang sempurna dan flawless. Karena yang sempurna-sempurna itu tidak baik menurut saya (opo seh?!! wkk), jadi saya kurang suka ketika memakai ketiganya sebagai color correcting. Gak bagus juga hasilnya di wajah saya. hehe.

Yang ini ada SPF-nya, jadi mayan tenang jalan-jalan diluar meskipun tidak memakai sunblock atau BB cream. Tapi saya kurang suka karena tidak melembabkan. Harus dicampur dengan face oil dulu agar kulit saya tidak kering dan tidak terlihat cakey. Karena kalo pakai primer ini tok dan tidak dicampur sama face oil, gak bagus dikulit saya. Mungkin kondisi kulit orang beda-beda yah. Jika dikulit saya kering belum tentu di kulit orang lain juga kering.

Eh tapi base make up ini awet loh… Meskipun setelah dipakai wudhu tanpa harus touch up lagi memakai bedak, wajah saya masih terlihat seger dan bersih.

Kelebihan Fix & Fix Tone Up:

  1. Terdapat tiga varian warna yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit
  2. Bisa untuk color correcting
  3. Mengandung SPF 33 PA++
  4. Awet

Kekurangan:

  1. Tidak melembabkan kulit
  2. Tekstur sedikit pekat, jadi gampang kering

Kesimpulannya, sejauh ini masih belum ada produk yang mengalahkan Face Blur dihati saya. Hahahaha. Kalo dua base make up ini, harus pake make up lain agar hasilnya bagus. Sedangkan tidak dengan Face Blur. Setelah memakai krim pagi, terus pakai Face Blur hasilnya sudah sangat memuaskan.

Btw, kalo ada yang mau sharing atau tanya-tanya monggo loh… Daripada kolom komentar dianggurin gitu, kesian kan?

Iklan

DIY Cleansing Oil

Pimple
Sumber

Ada banyak faktor muculnya jerawat. Apalagi bagi wanita. Mulai dari stress, patah hati, salah makan, salah pakai produk kecantikan, PMS, sampai masalah kebersihan. Well, Stres, patah hati dan salah makan, mungkin tidak semua orang akan langsung berjerawat karena faktor tersebut. Salah memilih produk kecantikan bisa fatal memang, tapi siapa yang gak pernah zonk salah beli kosmetik? Apalagi yang suka coba-coba atau belum menemukan produk yang tepat. PMS, kalau gara-gara hormon kita bisa apa yah cyynn?? Mulut gak berubah jadi gilingan rusak aja uda Alhamdulillah.

Namun, faktor penting yang paling disadari tapi malas dilakukan adalah membersihkan wajah dengan benar. Malas membersihkan wajah justru faktor utama munculnya jerawat. Kheuseusnya bagi sista-sista yang suka pake make up tebal dan high coverage. Saya dulunya berjerawat. Selalu berjerawat. Jarang sekali wajah saya bersih dari jerawat-jerawat nakal. Kukira jerawat muncul karena tipe kulit berminyak. Pemahaman stereotip, kalau tipe wajah berminyak pasti berjerawat. Ternyata saya berjerawat karena malas membersihkan wajah.

FullSizeRender (13)
Sumber

Iyes, saya, dulu, pemalas sekali kalau disuruh pake lotion pembersih terus masih disuruh cuci muka ke kamar mandi. Tidur dengan make up masih nempel diwajah adalah hal yang sering saya lakukan. hehe 😛 Tapi setelah saya tahu betapa pentingnya membersihkan wajah dengan benar, dan menerapkannya, wajah saya bebas jerawat. Sampai sekarang. Meskipun sedang PMS atau setres. Alhamdulillah yah~ XD

Aku gak suka pake make up tebal koq. Cuma pake BB krim atau foundation dan bedak padat saja untuk sehari-sehari.

Itu termasuk make up high coverage keless cyynn….! Produk-produk seperti foundation, bb krim, bedak padat dan sebangsanya itu menutup pori-pori. Kalau dibersihkan cuma pake sabun wajah doang gak cukuuup.

Jadi ibu-ibu sekalian, membersihkan wajah itu penting! Minimal pakai make up remover atau cleansing oil sebelum mencuci muka dengan sabun wajah.

skincare-blogpost
Sumber

Biasanya saya memulai membersihkan wajah dengan cleansing oil, kemudian dilanjut dengan memakai lotion pembersih, baru mencuci wajah menggunakan sabun wajah dan terakhir masih pakai toner. Toner menurut saya penting, karena dia berfungsi untuk membersihkan sisa kotoran yang  masih menempel di wajah. Selain itu, wajah biasanya kan kering banget setelah memakai sabun wajah. Nah si toner ini fungsinya juga untuk melembabkan dan menaikkan ph kulit. Karena apa?

Karena tidak hanya kulit beminyak saja yang rentan terhadap jerawat. Kulit kering juga bisa berjerawat loh! Koq bisa? Minyak akan berproduksi lebih banyak ketika kelembapan dalam kulit turun. Jadi, ketika kulit kering produksi minyak akan meningkat, kemudian pori-pori yang sudah tertutup minyak tadi tertutup make up tebal, oh jangan lupa tertutup juga dengan debu atau polusi! Dan kamu masih malas membersihkan wajah?!! Kalau begitu ucapkan selamat datang kepada jerawat-jerawat unyuk yang akan menghiasai wajah kalian. Welcome beibeh~ Come to mama~

Oke, kembali ke judul. hahahaha

Sebenarnya saya mau share DIY bikin cleansing oil, tapi kenapa jadi panjang begini yah? Uda ah biarin saja, saya malas ngeditnya. haha. Yoaiii, kita bisa bikin cleansing oil sendiri daripada membeli. Mayan kan bisa lebih ngirit pengeluaran??

IMG-20170310-WA0023
Extra Virgin Olive Oil

Apa saja yang dibutuhkan untuk DIY cleansing oil?

Cuma dua sayang. Minyak zaitun dan shampoo bayi. Mudah kan? Untuk minyak zaitun, kalau bisa jangan yang dibuat untuk masak. Biasanya ada dua tipe minyak zaitun: untuk masak dan bisa diminum. Pilihlah minyak zaitun yang bisa diminum. Belinya dimana? Di toko kosmetik atau di toko-toko arab (?) gitu pasti ada. Namun saya tidak menyarankan minyak zaitun yang untuk pijat (massage) yah cyyn… No.. No.. No… Contohnya, minyak zaitun merk Mustika Ratu, itu untuk body dan baunya harum bingits. Biasanya minyak zaitun asli tidak berbau.

Untuk shampoo bayi, saya lebih suka pake merk Zwitsal yang original, karena baunya tidak menyengat. Tapi kalau kekawan ada yang pengen pakai shamphoo bayi edisi incess dengan harum permen karet atau stoberi, yah monggo aja sih. Biar harum wajahnya. wkkk. FYI, minyak zaitun sebotol kecil itu harganya 60.000 rupiah,  cukup saya pakai selama satu tahun loh. Itupun biasanya juga saya pakai saat pijat. Hehe. So, ekonomis banget kan?

Cara bikinnya gimana?

Yang ini lebih gampang lagi, tinggal dicampurin aja. Cari botol bekas make up yang sudah tidak terpakai, lalu kawinkan mereka beruda. Pebandingannya, lebih banyakin minyak zaitun daripada shampoonya. Jangan lupa kocok dulu sebelum memakai.

Aman gak? Ada efek sampingnya gak?

Selama dua tahun terakhir saya pemakai setia DIY cleansing oil ini dan alhamdulillah sejauh ini aman. Efek samping juga tidak ada.

Tapi ribet ah, yang lebih simpel ada gak? Yang tinggal pakai gitu?

Gampang Nyonya, tinggal beli saja ditoko terdekat.

Ada rekomendasi make up remover atau cleansing oil yang bagus gak?

Saya pernah coba, lebih tepatnya minta sih, Innisfree Apple Seed Cleansing Oil, Precious Essential Brightening Cleansing Oil dan Garnier Make Up Remover Water. Eh tapi ini kan tulisan tentang DIY make up remover bukan review produk. Udah ah…

Selamat mencoba.

Yuuukk mari~ bye~

Mewarnai Bibir

IMG_4299

Hello… It’s me…. Hehe *nyanyi ala Adele*

Santai saja, kali ini saya tidak akan membahas drama koriyah. Belum-belum sudah skeptis saja sama saya??! Iyah, janji deh pokoknya gak bahas drama koriyah. Saya mau bicara yang lagi kekinian-kekinian pokoknya. Apakah itu??

Berdandan. Hoooo…. Cewe mana yang hare genee tidak tergoda untuk tidak berdandan??? Oh, tentunya saya yakin, masih banyak cewe-cewe di luar sana yang nyaman dengan penampilan polos apa adanya. Tapi, coba deh perhatikan ketika jalan-jalan di Mall misalnya, hampir semua cewe berdandan bukan? Jangankan di Mall deh, waktu saya ke kolam renang, mbak-mbak atau bahkan adek-adek yang pada renang disitu mereka pakai make up loh. Jadi, boleh dong saya katakan berdandan saat ini adalah aktivitas kekinian, sama seperti naik gunung yang cuma ingin berfoto dan fotonya di upload di sosmed. Sosial media sungguh luar biyasa berpengaruh kepada gaya hidup sehat orang zaman sekarang. Saat ini, orang-orang mulai memperhatikan kesehatan mereka dan mulai berolahraga. Naik gunung, berenang, jogging, yoga dan masih banyak lagi. Meskipun, niatnya bukan olahraga tapi cuma buat foto-foto gak papa lahh… Naik gunung jauh-jauh, capek, waktu sampai puncak cuma buat ber-selfie. Gak papa, toh dia juga sudah berolahraga waktu naik dan turun gunungnya. Ya kan?? Gak papa…

Butuh mijon nih.. sudah mulai kurang fokus

Jadi, berkat sosial media juga, cewe yang tidak bisa berdandan-dan- kepingin-bisa-berdandan, bisa cari tutorial make up gratis. Gak perlu belajar skill kecantikan dan bayar mahal. Bahkan lewat sosial media pula, kita bisa cari dan beli secara online produk-produk make up import yang dijual dengan harga lebih murah daripada di konter aslinya. Tidak hanya itu, macamnya pun lebih banyak daripada yang dijual di tok-toko terdekat. Luar biyasa toh dedikasi sosial media pada kehidupan kita?? Tepuk tangan dong..!

Saya termasuk cewe yang suka berdandan. Tapi bukan berdandan yang gimana-gimana gitu. Gimana-gimana maksudnya gimana? Yaahh.. yang sampe pake foundation tebal dan bulu mata anti badai hanya untuk sehari-hari atau dipakai waktu mau jogging. Untuk sehari-hari saya hanya pakai make up yang seperlunya saja. Itupun kalau gak lagi kumat penyakit mbabesnya. Make up saya hanya bedak, eyebrow powder, eyeliner dan yang paling penting LIPSTIK!!!

Setahun ini saya gila beli lipstick, sodarah-sodarah. Setiap kali lihat-lihat di konter make up, yang saya cari pertama kali adalah lipstick, yang selalu saya coba juga lipstick. Di belanja online pun, yang hanya di pikiran saya “Beli lisptik…. Beli lisptik…”. Kenapa lipstick? Mungkin karena hidup saya hanya hitam, putih saja, jadi saya butuh lipstick untuk menambah warna. Eh curcol… :p

By the way, saya lebih suka dengan lipstick matte daripada yang glossy. Khususon lipstick matte dengan warna yang menyala dan menggoda. Seperti, warna orange ngejreng, merah menyala, merah gelap tapi masih kelihatan menyala, dan warna fucia yang terang dan seger banget itu.

Bagi saya yang pekerjaannya bukan dibidang yang mengharuskan selalu terlihat cantik bermake up, membeli banyak lipstick hanya karena godaan iman adalah sesuatu yang berlebihan memang. Pernah, suatu hari saya di marahin sahabat karena kegilaan terhadap lipstick ini dan dia menyuruh saya pergi ke gunung untuk bertaubat -_- . Awalnya saya tidak terlalu khawatir dengan kegilaan ini, karena paling nanti juga bosen-bosen sendiri. Dan memang beberapa bulan kemarin saya puasa beli lipstick. Yeeaahh!!!

Tetapi satu bulan ini kumat lagi. Haiisshhh!!

Kalau dulu saya suka berburu dan menggunakan lipstick matte denga warna yang ngejreng, saat ini, lebih suka pake lip lint. Warnanya masih benderang sih, tapi tidak terlalu terlihat ihwaww karena bahan dasarnya lip tint adalah air. Enaknya pake lip tint dia juga lebih ringan kalau dipakai, beda sama lipstick. Jadi, kaya gak pakai pewarna bibir, lebih terlihat natural gitu deehh..

Meskipun mempunyai cukup banyak lipstick dengan berbagai warna, saya masih sering bosan dengan warna-wana yang saya punya *dasar!*. Karena bosan dengan warna yang itu-itu saja saya coba mencampurkan lipstick satu dengan yang lain untuk menghasilkan warna yang saya cari. Dan Yureekaaah, berhasil!! Saya pernah kepingin banget punya lipstick warna Coral. Tapi berhubung waktu itu sudah beli 4 lip tint dalam waktu satu bulan (segera bertaubatlah anak muda!!!), akhirnya saya urungkan niat beli lipstick baru. Alih-alih, beli yang baru, saya mencoba bereksperimen dengan mengoplos lipstick yang ada. Dan TARAAAAA, warna koral yang saya inginkan bisa di dapatkan. Tentunya tidak perlu membeli yang baru. Keren kan?? Keren dooong. Tepuk tangan lagi, yuk…!

B612_20151110_090948
Warna Coral

Suatu hari, sepupu saya terpana melihat saya. Hahahaha. Enggak ding, dia terpana dengan warna lipstick yang kupakai. Kata dia, saya gak punya lipstick dengan warna seperti itu. Dia tanya apakah saya beli lipstick baru lagi? Kemudian saya ceritakan hobi baru itu. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dia kerumah, hanya untuk minta diajari ngoplos warna lipstick seperti yang kemarin saya pakai (niat banget tu anak). Setelah saya praktekan ke bibir dia, lantas si sepupu berkomentar, “ Ini mah namanya bukan pake lipstick, tapi mewarnai bibir”.

B612_20151202_082821
Warna lipstick yang berhasil membuat sepupu terpana
B612_20151113_082218
Bimsalabim… jadilah warna ungu

Mewarnai?? Kayak anak TK saja… haha. Tapi memang lebih seperti mewarnai sih… Warna yang digunakan lebih dari satu. Tidak sekali poles langsung jadi warna yang diinginkan, tetapi harus beberapa kali. Seperti teknik mewarnai juga, ada bagian bibir yang diberi warna terang bagian bibir lainnya diberi warna gelap. Ribet yah? Emang… :p

Saya seneng banget dengan hobi baru ini. Selain alasan lebih ekonomis, hobi baru ini juga penyelamat saya. Koq bisa? Waktu itu saya lagi jalan-jalan, kemudian ketemulah dengan kawan lama. Pasti uda bisa nebak dong apa yang ditanyakan kawan lamamu ketika kalian bertemu lagi? Yup, betul sekali, KAPAN NIKAH. Adegan yang biasa terjadi seperti ini:   “Hey Mora, yokpo kabar e? Sudah nikah belum? Anakku sudah dua loh, kamu kapan?”. Sedih gak sih? Sedih banget!! Tapi semenjak ngoplos lipstick, adegan yang terjadi: “Hey Mora, yokpo kabar e? Hey, lipstickmu koq bagus? Beli dimana? Apa mereknya? Nomer berapa?”. Ajaib kan?? Serius, ini benar-benar terjadi pemirsah…! Terima Kasih Lipstick, sejak mengoplos kalian, saya tidak lagi ditanya Kapan Nikah.

Jadi, jika pemirsah-permisah sekalian ingin orang-orang berhenti bertanya kepada anda Kapan Nikah, mulailah memakai lipstick sekarang juga! Apa hubungannya? Emang gak gak ada