Review Drama Korea Goblin: 6 Pesan Moral dan Spiritual Dalam Drama Korea Goblin

Karena sudah bikin First Impression-nya, awalnya saya tidak berniat membuat review. Tapi setelah beberapa episode tayang, saya semangat 45 pengen bikin reviewnya nanti. Apalagi saat nonton episode 13, semangat bikin review saya umep (red: mendidih). Episode 13 adalah episode paling daebak menurut saya. Ekpektasi ending yang sedih tapi keren itu yah seperti itu. Pas, gak berlebihan. Penyeselesaian ada , pesannya apik, dan memberikan perasaan yg kontradiktif- ini yang paling saya suka. Hehehe.

Perpisahan antara malaikat maut dan adiknya goblin yang sedih tapi manis dan lucu. Goodbye, Phea. Awawawawaw!! Kisah persahabatan malaikat maut dan goblin juga memberikan kesan kontradiktif. Disatu sisi, si goblin marah dan benci sama malaikat maut, tapi disisi lain malaikat maut adalah partner in crime yang bikin hidupnya lebih hahaha hihihi, setelah sekian lama sendiri dan kesepian. Juga, akhir cerita tjinta si goblin dan pengantinnya yang dramatis, menguras air mata tapi kereeen. Apalagi adegan cabut pedang dengan tangannya sendiri dan si goblin jadi abu di depan mata pengantin goblin. Kemudian ditutup sempurna dengan lagu ballad yang mellow banget. Itu kerennya bikin saya misuh-misuh.

debu1
Ngaku! siapa yang nangis lihat adegan ini? hahaha

Andai saja ending drama ini di episod 13, saya yakin drama ini bakalan menjadi drama yang tak terlupakan. Bagaimana tidak, karena pasti penggemar Goblin gak akan bisa move on dari drama ini. Ya to? Masih ingat dengan endingnya Jung Pal di Reply 1988? Saya yakin, penggemar Jung Pal, sampe sekarang masih ada aja yang belum bisa moven on. hehehe.

Kemudian tayanglah 3 episoe terakhir yang absurd dan merusak seluruh cerita sebelumnya yang sudah keren itu. Setelah nonton episode 13, saya sih sudah feeling gak enak dengan 3 episode terakhir. Tapi ternyata absurdnya melebihi ekspektasi saya. huehuehuehue. Goblin yang tiba-tiba ada di Padang Mahsyar sambil bawa kertas perjanjian. What?!! koq bisa-bisanya dia pegang kertas di alam barzah?!

Terlepas dari endingnya yang sangat absurd itu, drama ini masih layak dilihat. Pesan Goblin yang kesepian tersampaikan. Selain itu drama ini mengandung banyak pesan moral dan spiritual (abboottt!!), meskipun di beberapa penggambaran, saya kurang sreg gimana gitu karena berbeda dengan keyakinan dan yang saya yakini. Tapi menurut saya spiritualitas adalah hal yang universal, bukan? Meskipun simbol atau institusinya berbeda dengan setiap keyakinan, tapi inti pesannya universal.

dewa4
Salah satu penggambaran yang gimana gitu. Dewa yang merasuki tubuh manusia dan minum Beer di Pub!!

Daripada mbahas plot, karakter, klimaks yang sudah biasa, mending kita bahas pesan aja yuks. Siapkan secangkir kopi juga pikiran yang tenang…

Tidak ada atheis di dunia ini

Manusia adalah makhluk spiritual. Yupp, karena manusia butuh Tuhan. Kata teman saya yang seorang Dosen (Doi blogger baru loh, silahkan mampir-mampir diblog dia. Kenalan juga boleh), dia meyakini bahwa tidak ada atheis di dunia ini, karena tidak bisa manusia tidak percaya Tuhan. Karena fitrah manusia itu butuh Tuhan. Seatheis-atheis seseorang, disaat dia berada pada titik terendah, dia akan mencari Tuhannya. Karena manusia butuh semacam kekuatan Maha Besar yang menguasai jadag raya yang melebihi dirinya. Seperti Ji Eun Tak, se-enggak percayanya dia dengan Dewa dan kekuatan Doa/harapan, pada akhirnya toh dia tetap berdoa juga kan?

eun-tak3
Ji Eun Tak, akhirnya kamu bertobat, Nak?

Drama ini menurut saya dan temen saya, cukup memberikan pengetahuan kepada kita tentang pandangan orang korea terhadap  Tuhan/ Dewa, agama, takdir, doa/harapan. Kalau menurut wikipedia orang korea sebagian besar memilih tidak bergama, mungkin saja bukan berarti mereka tidak percaya Tuhan, tapi mereka menolak dengan komitmen agama. Mungkin mereka-mereka yang atheis juga seperti itu.

Kenapa Ada Penderitaan?

Dari beberapa tulisan seseorang atheis yang pernah saya baca, salah satu penyebab mereka menjadi atheis adalah pertanyaan itu. Kenapa ada penderitaan di dunia ini? Kenapa Tuhan menciptakan kesedihan? Dimana Tuhan ketika kebencian, penderitaan dan permusuhan merajalela di dunia? Kemudian sampailah pada pertanyaan yang agak ngeri, Benarkah Tuhan ada?

Manusia hidup itu tidak terlepas dari ujian atau cobaan,  yes? Bahkan Goblin pun diberi cobaan. hehe. Kehidupan manusia bersifat dinamis. Artinya selalu berproses, berjalan dan bersiklus. Bahagia dan sedih adalah siklus. Cobaan dan ujian juga siklus. Setelah selesai dengan ujian ini, akan berlanjut ke ujian berikutnya. Dan begitu seterusnya. Jadi kenapa Tuhan membuat kita hidup hanya untuk diberi cobaan dan disuruh menderita?

“Agar mereka mencari dan membutuhkan Tuhan”, jawab Dewa kepada Dewi yang bertanya, kenapa dari awal saja Dia tidak menciptakan dunia yang sempurna, dimana tidak ada dosa dalam dunia itu. Saya sangat setuju dengan jawaban Dewa tersebut. Meskipun gak setuju banget dengan penggambaran Dewa yang merasuki manusia terus ngobrol dengan dewi sambil minum Beer. Duh masak Tuhan minum beer sih?.

dewa1
Quote

Kalau diingat-ingat saya juga pernah atheis dan pernah bertanya kenapa ada penderitaan. Dan pada suatu malam saya mendapatkan kesadaran dan jawaban atas pertanyaan saya. Kenapa ada penderitaan? Karena kesenangan dan kebahagiaan tidak cukup membuat manusia mengingat Tuhannya. Tapi kesedihan dan penderitaan, selalu berhasil membuat manusia mencari dan membutuhkan Tuhannya. Konflik diperlukan agar manusia berevolusi, kata Paulo Coelho dalam bukunya yang berjudul Aleph. Tidak ada bayi yang lahir tanpa penderitaan Ibunya. Karena penderitaan itu manusia butuhkan untuk berkembang, kata Cak Nun.

Takdir

Salah satu yang membuat drama ini menarik bagi saya adalah pertanyaan tentang Takdir. Sepertinya orang korea sangat percaya pada takdir yah? Terutama takdir berupa bertemu-pasangan-yang-diidam-idamkan. wakakakaka. Tetapi kenapa mereka tidak percaya takdir buruk yang menimpa mereka? Saya menangkapnya seperti itu. Manusia cenderung menyalahkan Tuhan tentang takdir buruk yang menimpa mereka. Kemudian mempertanyakan keberadaan-Nya dan akhirnya meragukan Dia. Tapi saya suka sekali jawaban Dewa (saat minum beer itu) tentang Takdir, ” Takdir adalah pertanyaan yang kulempar pada kalian. Dan jawaban dari pertanyaan itu kalianlah yang harus mencari jawabannya”.

malikat-maut-nangis
Gambar tidak ada hubungannya sama tulisan. Cuma, saya suka aja lihat akting dia nangis. Cup.. cup..cup…

Menurut keyakinan saya Takdir adalah ketetapan Tuhan. Ada 3 takdir Tuhan yang tidak bisa dirubah oleh manusia: Kematian, Rezeki dan Jodoh. Bagi saya, umur gak melok duwe (Kematian rahasia Tuhan), Rezeki meskipun sudah diatur tapi kodrat manusia untuk terus berusaha. Dan rezeki itu tidak hanya berupa duit dan kekayaan. Tapi bisa juga teman, kenalan, kesadaran dan masih bayak lagi. Dan jodoh (diam sejenak) 100% saya yakin itu adalah misteri Tuhan. Hahahahaha… Woey!  curcol woey!!! curcooolll!!! XD

Kodrat Manusia Adalah Berusaha

eps-4
Malaikat maut punya kenalan desain interior rupanya. Apik loh ruangan kerjanya. Coozy banget. #Salpok

Masih ingat dengan scene ini? Diceritakan, Goblin pernah menolong seorang anak. Dari salah banyak orang yang ditolong Goblin, anak ini adalah favoritnya. Karena, meskipun dia diberitahu jawaban tentang persoalannya, dia memilih untuk berusaha mencari jawaban sendiri, dan merubah hidupnya sendiri. Dari scene ini penulis berusaha menjelaskan bahwa setiap manusia pasti pernah mendapatkan keajaiban. Tapi kebanyakan orang hanya berdiam di momen keajaiban itu dan berharap keajaiban terjadi lagi padanya. Saya sematjam tertohok dengan scene ini.  Sepertinya kecenderungan semua orang yah seperti itu? Mengharapkan keajaiban datang disaat mereka terpuruk. Saya mengenal beberapa orang yang seperti itu. Mungkin saya juga termasuk.

Saya lupa dan kemudian sadar, bahwa kodrat manusia untuk tetap berusaha.  “Pekoro Gusti Allah arep ngekek i awakmu keajaiban opo enggak, iku guduk urusanmu. Tapi berusaha iku seng mesti kudu mbok lakoni.” Saya sangat ingat dengan kata-kata ini. Tapi saya lupa siapa yang bilang. hehe.

Pilihan dan Konsekuensi
konyol2
INI BUKAN HOAX. Dia mungkin satu-satunya manusia yang pernah numpang beol di toilet ruang kerja Malaikat maut. wkk
Seperti dibanyak drama yang sudah saya lihat, pesan yang sering muncul dan ingin disampaikan oleh penulis skenario adalah bahwa manusia mempunyai pilihan atas hidupnya sediri. Manusia punya pilihan dan kekuatan untuk merubah hidupnya jika dia melakukannya dengan gigih.  Tapi lagi-lagi penggambaran yang dilakukan penulis skenario ini kreatif sekali. Seorang yang bisa membuka pintu ruang kerja Malaikat Maut gara-gara kebelet beol! Cuuuuurrr… Wakakaka. Keputusasaan seorang manusia bisa membuka pintu apapun, katanya. Iya sih… Bener juga. Tapi manusia yang numpang beol di ruang kerja Malaikat Maut itu sesuatu sekali, tante penulis.  Malaikat maut punya toilet diruang kerjanya?? waakakaka
Goblin saat di padang barsyah (episode 15), memilih tetap menjadi goblin dan menunggu dipanggil ke alam manusia. Itu adalah pilihan bodoh yang dia ambil, kata Dewi. Karena setelah kembali ke alam manusia, ternyata tidak lama pengantinnya mati. Dan satu persatu orang terdekatnya mati dan meninggalkan dia. Kesepian adalah konsekuensi yang harus dia tanggung atas pilihannya sendiri.
Seperti yang pernah saya tulis direview Signal sebelumnya, manusia adalah makhluk paling sempurna karena dia bisa memilih. Tetapi terkadang memilih bukan perkara yang mudah. Karena setiap pilihan mengandung resiko. Seperti koin yang mempunyai dua sisi, segala hal di alam ini mempunyai sifat dualisme. Dua sifat yang berlawanan yang keduanya selalu seiring sejalan. Jika manusia diberi kebebasan memilih, maka dia juga harus menangung resiko dari pilihan tersebut.
Setiap orang membuat pilihan, yang sulit adalah hidup dengan pilihan itu.
Hal Baik Pasti Datang Terlambat
Hal baik pasti datang terlambat. Sebenarnya ini adalah bab yang ingin saya percayai saat ini. Ahahahaha… Sudah ah…
Gimana? Sudah enek membaca tulisan yang penuh golden fish ini? hehe