Review Nacific Phyto Niacin Whitening & Fresh Herb Origin: Perawatan Lengkap Siang dan Malam Untuk kulit Lebih Cerah dan Glowing

credit by google

Saya mengerti agak ketinggalan merivew brand ini, karena rivew dari brand ini sudah banyak banget. Yang merivew tidak hanya blogger, tapi juga vlogger. Tapi, aku gak ngurus, ukuran saya mau meriview suatu produk atau apapun, bukan untuk menjadi yang pertama meriview atau yang paling banyak dibaca. Ukuran saya ingin meriview sesuatu adalah “kepingin”. Uwes iku tok. Padahal aslinya, ini tulisan lama yang baru sempet diposting. kkk.

Baiklah, sok sokan cool-nya segitu saja, marrrii langsung saja ke topik pembahasan

Awal ke-boomingan Nature pasific atau yang sekarang sudah ganti nama menjadi Nacific di Indonesia tidak lain tidak bukan karena salah satu produk nacific ini menjadi holy grail skin care-nya mbak Jun Ji Hyun. Siapa gak tau Jun JI Hyun, semua orang juga mengakui kalo kulitnya emesh-emesh kinclong gitu. Song Hye Gyo juga kinclong!! Iya, tapi Song Hye Gyo pake Leneige, brand mehong. Nature Pasific kan mayan murah, makanya booming banget, karena salah satu alasannya, HARGA TERJANGKAU.

credit by: google. Kemasan lama: kelopak bunganya lebih terlihat. Gimana mirip kan sama purply orange XD

Produk Nacific yang pertama kali saya coba adalah, Real Floral Toner: Rose & Calendula

Seperti namanya, toner ini  mengandung ekstrak bunga mawar dan calendula dengan serpihan kelopak bunga. Sama kayak minuman Paply Orange dengan bulir jeruknya itu loh. ngehehe. Ini adalah produk yang pertama saya ketahui dari brand ini. Sebelum si damn serum Fresh Herb Origin serum mem-booming, toner ini sudah wara-wiri diakun IG saya. Awal ketetarikan karena kelopak bunganya itu sendiri. Karena pekejingnya bening, jadi unyuk aja lihatnya. Tapi baru beli ketika olshop langganan saya jual yang share in jar. huehehehe 😛

Yup, saya baru mau mencoba ketika ada yang jual share in jar. Catet itu!

credit by: google

Jadi, sebelum seri Fersh Herb yang terkenal dengan damn serumnya, dua toner ini lebih tenar terlebih dahulu. Karena klaimnya toner ini selain digunakan sebagai toner, dapat juga digunaklan sebagai masker. Ada dua varian: Rose untuk mencerahkan dan direkomendasikan untuk kulit kering dan Calendula untuk kulit bermasalah seperti jerawat, lebih direkomendasikan untuk kulit berminyak.

Tipe kulit saya adalah kulit berminyak, jadi seharusnya akan lebih cocok memakai yang varian calendula. Tapi saya malah lebih penasaran dengan yang rose, karena ada embel-embel “untuk mencerahkan”. Tapi gak yakin ugha bakalan cocok dikulit hamba yang berminyak ini. Uda gitu pake suudzon pula sama rose, dia bakal bikin kulit saya greasy, karena secara kulit berminyak dikasih produk untuk melembabkan.

Akhirnya daripada penasaran ku belilah keduanya.  Dan ternyata saudara-saudara, si Rose yang awalnya dikira bakal bikin kulit greasy lengket-lengket gak enak, ternyata, nehi nehi nehi ukhti~ Si Rose ini malah cucok meong di kulit hamba. Yawlahh, keset gimana gitu rasanya. Gak kering juga gak berminyak, tapi masih lembab. *jadi pengen terharu*

credit by google

Malahan si Calendula yang tidak sesuai ekspektasi saya, yang klaimnya untuk kulit berminyak, malah kurang lembab dikulit saya. Saya gak tau, apa saya yang salah sangka mengira kulit saya berminyak, padahal kering. Atau memang udara di Batu teralalu kering, sehingga saya butuh yang lebih melembabkan. Jadinya saya ingin berkesimpulan kalau si calendula ini bakalan cocok buat kamu yang kulitnya super berminyak, sister. Dan mungkin cocok dipakai dicuaca panas.

Apakah si calendula beneran ampuh untuk kulit bermasalah seperti yang diklaim-kan?? Hmmm… saya gak tau. Saya gak bisa membuktikannya, karena pas nyoba toner calendula ini kulit saya baik-baik saja, dan sedang tidak mengalami masalah kayak jerawat atau bruntusan. hehehe… 😛 Piss!

Apakah si rose benar bisa mencerahkan kulit? Yang jelas toner aja gak cukup untuk membuat kulitmu cerah, sister. hehe. Piss lagi

Phyto Niacin Whitening & Fresh Herb Origin

credit by google

Produk lainnya yang saya coba adalah Phyto Niacin Whitening series dan Fresh Herb Origin series. Kebetulan kulit saya sudah bosan dengan rangkaian skin care yg dulu, terus males kalo mau cari produk satu-satu mreteli gitu, akhirnya waktu ada yang jual produk ini semua varian dalam share in jar, langsung cap cuss beli. Phyto niacin saya pakai dipagi hari sedangkan fresh herb origin saya pakai dimalam hari. Stepnya seperti biasa, toner dahulu, kemudian serum/ essence, terakhir krim.

Seri whitening-nya nacific yang pyhto niacin dan rose toner menurut saya lebih cocok dipakai dipagi hari, karena mereka gak bikin kulit greasy. Jadi, cocok banget kalo masih harus pake makeup dengan step yang panjang. hahahaha. Biar gak berasa berat atau numpuk-numpuk.

Tonernya saya masih lebih suka yang rose daripada yang seri phyto niacin ini. Gak tau kenapa, yang rose itu kayak ada efek blurnya gitu di wajah. Jadi kulit terlihat mulusss sekali. hahaha.

Essencenya saya juga suka, karena gak bikin kulit bruntusan. Biasanya kalo pake produk whitening, kulit saya tiba-tiba suka bruntusan. Tapi ketika pake essence ini, alhamdulillah enggak.

Dan yang paling saya suka adalah krimnya. Karena dia ada efek memutihkan setelah pemakaian. Apa yah namanya, whitening case?? Yah itulah.. Pokoknya, muke lu langsung terlihat putih hanya dengan memakai krimnya saja.

credit by google

Lalu, apakah ada efek mencerahkan dan menaikkan skin tone setelah pemakaian jangka waktu lama?

Saya juga gak bisa jawab pertanyaan ini. hehe. Karena hampir setiap hari saya berada diluar ruangan, panas-panasan, kena debu, kena polusi. Tapi, yang bisa saya jamin,  rajin memakai produk ini, kulit saya gak kebangetan kusamnya, padahal setiap hari terpapar sinar matahari. Padahal yah, tipe kulit saya ini tipe kulit yang mudah item dan terbakar. Eits, tapi jangan malas-malas pakai sunscreen yah?

credit by google

Fresh Herb Origin ini yang terkenal dengan damn serumnya. Klaimnya, produk ini bisa mengatasi kulit bermasalah seperti jerawat, wajah kemerahan, wajah bopeng, pori-pori besar, dan kerutan halus. Pemakaian teratur, katanya, bisa bikin wajah menjadi lebih glowing.

Seri Fresh herb origin ini kupakai untuk perawatan malam. Karena semua produknya lebih melembabkan dan ada efek oily ketika dipakai. Tapi memang itu tujuannya, untuk melembabkan. Terutama si damn serumnya. Karena dia mengandung oil, kalau dipakai agak lengket-lengket gimana gitu. Tapi gak masyalah, wong dipakai sebelum tidur aja.

Apakah benar si damn serum itu bener-bener damn bikin kulit terasa cekit-cekit, panas ketika dipakai? Dan apakah benar bisa mengobati kulit yang sedang bermasalah dan bikin glowing seperti klaimnya?

Klaimnya seperti itu. Katanya, rasa cekat-cekit dan panas yang dirasakan ketika memakai serum itu, dikarenakan kondisi kulit yang “tidak sehat” atau sedang bermasalah. Jadi, semakin bermasalah muke lu, akan semakin cekat-cekit dan panas. Itu klaimnya. Tapi, di kulit saya enggak sama sekali. Ngoahahahahaha. Jadi ada dua kemungkinan: kulit saya yang sehat (semoga) atau memang tidak ada efek panas atau cekit-cekit seperti yang diklaimkan. Tapi bagi kamu yang kulitnya kering luar biasa dan butuh pelembab super, mungkin kalian perlu mencoba ini. Terutama serumnya.

Seri Fersh Herb ini tersedia facial foam sampai sun blocknya. Tapi saya gak coba dua produk itu karena gak ada yang jual share in jar. Simpel. wakakakakaka.

Apakah bikin Glowing? Jadi begini, semakin lembab kulit anda berarti semakin sehat. Dan glowing itu salah satu indikasi kulit sehat. Btw, lembab dan berminyak itu beda yah sisstt… Catet lagi.

Kalau menurut saya sih yah, lebih bagus memakai satu seri dalam satu rangkaian. Efeknya akan lebih terlihat. Kalau kalian ada yang cari produk untuk satu rangkaian, kalian bisa coba brand ini. Mudah banget dicari di Indonesia, karena masih ngetrend. Kalau mau coba-coba yah silahkan aja. Tinggal cari mana yang sedang kamu butuhkan.

Apakah perbedaan Nacific kemasan lama dan kemasan baru?

Pertanyaan yang sangat bagus, anak muda. Jawabannya adalah tidak ada. hehehe. Menurut saya sih, saya tidak menemukan perbedaan antara kemasan lama dan kemasan baru, meskipun katanya, kemasan baru ada pembaruan bahan? entahlah. hahahaha. Kalau aku sih gak menemukan perbedaannya. Yah beginilah enaknya beli share in jar, bisa coba-coba sesuka hati. Dan tidak sakit hati kalo ternyata ada versi terbarunya atau gak cocoknya. hihihi, tul gak?

Apakah produk saya akan repurchase produk ini?

Sementara waktu ini iya. Tapi yang share in jar. Mungkin akan beli full size tonernya saja. Lainnya cukup share in jar. Hahahahahaha.

IMG_20180629_162326[1]

Dengan bangga mempersembahkan share in jar nacific yang sudah saya beli :V Ini belum semua, karena banyak yang sudah saya buang 🙂

Kenapa saya bangga banget beli share in jar?

Saya yakin pasti ada yang bertanya seperti itu. Biar saya jelaskan. Membeli produk share in jar itu banyak keuntungannya. Selain cocok buat yang mau coba-coba dulu. Share in jar akan sangat cocok bagi anda yang kulitnya sedikit brengsek, seperti kulit saya. Suatu kondisi dimana kulit anda akan bosan dengan satu produk yang dipakai cukup lama dalam satu periode. Yang awalnya bisa berefek luar biasa, lama kelamaan jadi biasa saja. kira-kira seperti itu.

Jadi, siapa yang kulitnya tipe kulit brengsek kayak saya?

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Review Base Make Up: Etude House Glow On and Fix & Fix Primer Tone Up

Welcome back to my channel~wakakakaka. Sok-sokan jadi beauty vlogger  padahal cuma pecinta gratisan dan sampel.wakakakak XD .

Oke… oke… Sudah lama gak curhatin masalah kusmetik nih. Sampe sungkan saya kalo lama gak apdet. Karena pengunjung saya kebanyakan dari pencarian review kosmetik. Biar gak ngomongin drama korea mulu lah yah… Tapi malah ngomongin make up korea. 😛

Jadi, saat Face Blur hampir habis, saya mulai cari-cari base make up lain. Bukan, bukan karena Face Blur gak bagus, tapi saya mau coba base make up lainnya. Face Blur sepertinya uda mulai kuno, tergeser dengan produk-produk serupa. Secara di Korea perkembangan kosmetik cepat sekali. Cepet nonggol produk-produk baru yang pada menggiurkan semuanya. zbl.

Sebenarnya saya mau coba brand lain selain Etude House. Brand kosmetik di korea itu sama kayak orang jualan Bakso di Malang atau orang jualan Batagor di Bandung. Buuaaanyyyaaaakkkkk!!! Kalau belinya cuma brand-brand itu tok, penghinaan namanya. Tapi entah ujung-ujungnya yang terbeli Etude House lagi. hehe.

Kenapa saya setia sekali memakai base make up? Karena saya suka no make up look alias kayak-gak-pakai-make up-padahal-sebenarnya-pakai. wakakaka. Nah, kalau pakai pelembab/ cream pagi saja sebagai alas bedak, masih kurang hehe. Sedangkan kalau pakai BB cream atau foundation terlalu tebel, kurang natural gitu. Opsyen paling pas yah pakai base make up atau primer ini.

Mereka adalaaah…

Glow On dan Fix & Fix Prime Tone Up

Karena masih coba-coba saya beli yang sample dan share in jar dulu. Karena kalo beli yang full size takut gak cucok cyynn. Kan sayang… Untungnya di Malang, ada olshop yang jual share in jar, jadi bagi orang macem aing yang suka coba-coba, itu sesuatu yang berkah ukthi~

Glow On

Pertama kali lihat produk ini saya langsung ngesir karena pekejingnya yang unyuk dan simple. Kedua, penasaran karena base make up ini teksturnya cair dan bening, tidak seperti base make up lainnya yang liquid kental berwarna.

Dari namanya memang produk ini akan menghasilkan dewy look yang lembab dan glowing. Terdapat dua varian: Hydra Base dan Oil Volume Base. Hydra Base (yang bening) berbahan dasar air cocok untuk kulit berminyak. Sedangkan Oil Volume Base (yang emas) berbahan dasar oil untuk kulit kering. Meskipun berbahan dasar minyak dan dewy look, produk ini bebas minyak , ini yang paling saya suka.

IMG-20170320-WA0008

Satu set sample dapat dua varian. Weeenaakk to?

First impression, saya langsung suka dengan look wajah saya. Bersih bening seger gimana gitu… Tipe-tipe wajah rajin sholat tahajud yang selalu terbasuh oleh air wudhu, padahal aslinya?!! wakakaka. Yaoloh fake banget. XD Karena teksturnya yang lebih encer seperti air dan oil, produk ini sangat ringan diwajah. Jadi ketika saya ingin pake BB cream atau cushion, memakai base make up ini seperti mengurangi “beban” diwajah saya. Kelebihan lainnya, memakai teratur produk ini bikin kulit saya halus. Beneran. Bukan kesan halus saat pemakaian yang kemudian akan hilang setelah dibersihkan. Tapi efek halusnya itu terasa setelah saya cuci muka. Saya juga kaget, padahal kan ini kosmetik bukan skin care, tapi koq bisa bikin wajah halus yah?

Kalau dipakai apa bedanya  Hydra Base dengan Oil Volume Base?

Hydra Base (bening) memberikan efek segar dan basah/ dewy, yah yang kayak wajah-wajah muslimah sholehah itu tadi.wkkw. Sedangkan yang Oil Volume Base (emas) lebih terlihat glowing. Kalau saya lebih suka yang emas, padahal kulit saya tipe kulit berminyak loh. Tapi saya ngrasa kalau pake yang emas itu wajah lebih lembab tapi tidak berminyak. Gara-gara Glow on ini, sekarang saya jadi lebih suka dewy look yang glowing dan kinclong, padahal sebelumnya saya sangat tergila-gila dengan anything about matte.

Sangking kesengsemnya pake Glow On ini saya sampe lupa ngecek kandungan SPF-nya. Bagi saya, base make up kalo bisa harus ada SPF-nya, karena saya gak suka pake BB cream atau cushion dan sebangsanya untuk sehari-hari. Setelah saya cek, saya lumayan kecewa karena produk ini tidak mengandung SPF. hiks. Jadi, jika anda lebih sering berada diluar ruangan dan ingin memakai produk ini pastikan pakai juga sunblock, BB cream, foundation atau cushion terlebih dahulu yah?

Kelebihan Glow On:

  1. Dewy Look
  2. Lembab tapi bebas minyak
  3. Ringan diwajah
  4. Mudah diaplikasikan
  5. Mudah menyerap
  6. Bikin kulit halus

Kekurangan Glow On:

  1. Tidak menggandung SPF
  2. Lumayan Mahal untuk harga sebuah based make up. hehe 😛

Fix & Fix Primer Tone Up

IMG-20170320-WA0003

Yang ini satu set sample dapat tiga varian. Harga satu set sample cuma 15rb. Cukup dipakai 2 minggu.. wkkk

Base make up yang ini ada 4 varian warna: Rose, Mint, Lavender dan Pore. Tapi sample yang dijual di olshop cuma dapat tiga warna (rose, mint, lavender) saja. Iyes, satu set sample dapat tiga warna. Oke bingits kan?? hehe.

Rose (pink), direkomendasikan untuk kulit pucat, agar terlihat lebih merona. Mint (hijau), cocok untuk kulit yang kemerah-merahan atau merah karena jerawat dan dapat membantu meng-cover bekas jerawat. Kulit saya tipe kulit yang kemerahan dan tidak berjerawat. Ketika pakai yang warna mint ini, memang tone kulit saya nampak clean n clear, resik nyenengke pokok e. Lavender (ungu), untuk kulit kusam yang akan mencerahkan skin tone seharian. Dari ketiga warna, yang paling tidak cocok dengan skin tone saya yang warna ungu ini. Karena terlihat puuuuuttiiiiihhhhh sekali, kayak lampu taman. Silau!

Yang pore saya gak bisa kasih review-nya karena belum coba.Tapi kayaknya sih, itu untuk masalah pori-pori besar dan untuk mengontrol sebum/ minyak.

Selain berfungsi sebagai primer atau base make up, bisa juga berfungsi sebagai color correcting atau skin care untuk meratakan warna kulit . Itu sebabnya ada begitu banyak varian warna. Jadi, ketiganya bisa dipakai sekaligus untuk memberikan skin tone yang sempurna dan flawless. Karena yang sempurna-sempurna itu tidak baik menurut saya (opo seh?!! wkk), jadi saya kurang suka ketika memakai ketiganya sebagai color correcting. Gak bagus juga hasilnya di wajah saya. hehe.

Yang ini ada SPF-nya, jadi mayan tenang jalan-jalan diluar meskipun tidak memakai sunblock atau BB cream. Tapi saya kurang suka karena tidak melembabkan. Harus dicampur dengan face oil dulu agar kulit saya tidak kering dan tidak terlihat cakey. Karena kalo pakai primer ini tok dan tidak dicampur sama face oil, gak bagus dikulit saya. Mungkin kondisi kulit orang beda-beda yah. Jika dikulit saya kering belum tentu di kulit orang lain juga kering.

Eh tapi base make up ini awet loh… Meskipun setelah dipakai wudhu tanpa harus touch up lagi memakai bedak, wajah saya masih terlihat seger dan bersih.

Kelebihan Fix & Fix Tone Up:

  1. Terdapat tiga varian warna yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit
  2. Bisa untuk color correcting
  3. Mengandung SPF 33 PA++
  4. Awet

Kekurangan:

  1. Tidak melembabkan kulit
  2. Tekstur sedikit pekat, jadi gampang kering

Kesimpulannya, sejauh ini masih belum ada produk yang mengalahkan Face Blur dihati saya. Hahahaha. Kalo dua base make up ini, harus pake make up lain agar hasilnya bagus. Sedangkan tidak dengan Face Blur. Setelah memakai krim pagi, terus pakai Face Blur hasilnya sudah sangat memuaskan.

Btw, kalo ada yang mau sharing atau tanya-tanya monggo loh… Daripada kolom komentar dianggurin gitu, kesian kan?

DIY Cleansing Oil

Ada banyak faktor muculnya jerawat. Apalagi bagi wanita. Mulai dari stress, patah hati, salah makan, salah pakai produk kecantikan, PMS, sampai masalah kebersihan. Well, Stres, patah hati dan salah makan, mungkin tidak semua orang akan langsung berjerawat karena faktor tersebut. Salah memilih produk kecantikan bisa fatal memang, tapi siapa yang gak pernah zonk salah beli kosmetik? Apalagi yang suka coba-coba atau belum menemukan produk yang tepat. PMS, kalau gara-gara hormon kita bisa apa yah cyynn?? Mulut gak berubah jadi gilingan rusak aja uda Alhamdulillah.

Namun, faktor penting yang paling disadari tapi malas dilakukan adalah membersihkan wajah dengan benar. Malas membersihkan wajah justru faktor utama munculnya jerawat. Kheuseusnya bagi sista-sista yang suka pake make up tebal dan high coverage. Saya dulunya berjerawat. Selalu berjerawat. Jarang sekali wajah saya bersih dari jerawat-jerawat nakal. Kukira jerawat muncul karena tipe kulit berminyak. Pemahaman stereotip, kalau tipe wajah berminyak pasti berjerawat. Ternyata saya berjerawat karena malas membersihkan wajah.

Iyes, saya, dulu, pemalas sekali kalau disuruh pake lotion pembersih terus masih disuruh cuci muka ke kamar mandi. Tidur dengan make up masih nempel diwajah adalah hal yang sering saya lakukan. hehe 😛 Tapi setelah saya tahu betapa pentingnya membersihkan wajah dengan benar, dan menerapkannya, wajah saya bebas jerawat. Sampai sekarang. Meskipun sedang PMS atau setres. Alhamdulillah yah~ XD

Aku gak suka pake make up tebal koq. Cuma pake BB krim atau foundation dan bedak padat saja untuk sehari-sehari.

Itu termasuk make up high coverage keless cyynn….! Produk-produk seperti foundation, bb krim, bedak padat dan sebangsanya itu menutup pori-pori. Kalau dibersihkan cuma pake sabun wajah doang gak cukuuup.

Jadi ibu-ibu sekalian, membersihkan wajah itu penting! Minimal pakai make up remover atau cleansing oil sebelum mencuci muka dengan sabun wajah.

Biasanya saya memulai membersihkan wajah dengan cleansing oil, kemudian dilanjut dengan memakai lotion pembersih, baru mencuci wajah menggunakan sabun wajah dan terakhir masih pakai toner. Toner menurut saya penting, karena dia berfungsi untuk membersihkan sisa kotoran yang  masih menempel di wajah. Selain itu, wajah biasanya kan kering banget setelah memakai sabun wajah. Nah si toner ini fungsinya juga untuk melembabkan dan menaikkan ph kulit. Karena apa?

Karena tidak hanya kulit beminyak saja yang rentan terhadap jerawat. Kulit kering juga bisa berjerawat loh! Koq bisa? Minyak akan berproduksi lebih banyak ketika kelembapan dalam kulit turun. Jadi, ketika kulit kering produksi minyak akan meningkat, kemudian pori-pori yang sudah tertutup minyak tadi tertutup make up tebal, oh jangan lupa tertutup juga dengan debu atau polusi! Dan kamu masih malas membersihkan wajah?!! Kalau begitu ucapkan selamat datang kepada jerawat-jerawat unyuk yang akan menghiasai wajah kalian. Welcome beibeh~ Come to mama~

Oke, kembali ke judul. hahahaha

Sebenarnya saya mau share DIY bikin cleansing oil, tapi kenapa jadi panjang begini yah? Uda ah biarin saja, saya malas ngeditnya. haha. Yoaiii, kita bisa bikin cleansing oil sendiri daripada membeli. Mayan kan bisa lebih ngirit pengeluaran??

IMG-20170310-WA0023

Extra Virgin Olive Oil

Apa saja yang dibutuhkan untuk DIY cleansing oil?

Cuma dua sayang. Minyak zaitun dan shampoo bayi. Mudah kan? Untuk minyak zaitun, kalau bisa jangan yang dibuat untuk masak. Biasanya ada dua tipe minyak zaitun: untuk masak dan bisa diminum. Pilihlah minyak zaitun yang bisa diminum. Belinya dimana? Di toko kosmetik atau di toko-toko arab (?) gitu pasti ada. Namun saya tidak menyarankan minyak zaitun yang untuk pijat (massage) yah cyyn… No.. No.. No… Contohnya, minyak zaitun merk Mustika Ratu, itu untuk body dan baunya harum bingits. Biasanya minyak zaitun asli tidak berbau.

Untuk shampoo bayi, saya lebih suka pake merk Zwitsal yang original, karena baunya tidak menyengat. Tapi kalau kekawan ada yang pengen pakai shamphoo bayi edisi incess dengan harum permen karet atau stoberi, yah monggo aja sih. Biar harum wajahnya. wkkk. FYI, minyak zaitun sebotol kecil itu harganya 60.000 rupiah,  cukup saya pakai selama satu tahun loh. Itupun biasanya juga saya pakai saat pijat. Hehe. So, ekonomis banget kan?

Cara bikinnya gimana?

Yang ini lebih gampang lagi, tinggal dicampurin aja. Cari botol bekas make up yang sudah tidak terpakai, lalu kawinkan mereka beruda. Pebandingannya, lebih banyakin minyak zaitun daripada shampoonya. Jangan lupa kocok dulu sebelum memakai.

Aman gak? Ada efek sampingnya gak?

Selama dua tahun terakhir saya pemakai setia DIY cleansing oil ini dan alhamdulillah sejauh ini aman. Efek samping juga tidak ada.

Tapi ribet ah, yang lebih simpel ada gak? Yang tinggal pakai gitu?

Gampang Nyonya, tinggal beli saja ditoko terdekat.

Ada rekomendasi make up remover atau cleansing oil yang bagus gak?

Saya pernah coba, lebih tepatnya minta sih, Innisfree Apple Seed Cleansing Oil, Precious Essential Brightening Cleansing Oil dan Garnier Make Up Remover Water. Eh tapi ini kan tulisan tentang DIY make up remover bukan review produk. Udah ah…

Selamat mencoba.

Yuuukk mari~ bye~