Review Drama Korea Circle: Bad Memories (1)

Setiap kali ada drama baru yang nonggol di entry list tempat download drama korea langganan, seringnya saya langsung cuusss ke asianwiki untuk lihat siapa pemainnya, ringkasan ceritanya, bahkan siapa sutradara dan penulis skenarionya. Penting gak sih?? hahaha. Begitupun dengan drama Circle ini. Saya mayan eksaited dengan cast-nya tapi gak tertarik saat baca ringkasan ceritanya.

“Story is set in the present day and the year 2037. An alien comes to Earth. The alien believes human’s emotion should be controlled or they will have no future. The alien becomes involved with humans.”

Ku emang sengaja copy-paste dari Asianwiki, karena membuat sinopsis adalah pekerjaan yang paling Ku hindari. hahaha. Ada 3 kata yang langsung nancep di mata saat baca ringkasan cerita: masa sekarang, tahun 2037 dan alien. Dan ketiganya bikin saya males—awalnya karena ku kira tentang time traveling lagi—sama drama ini.

Jadi, ada dua jenis film yang dari dulu paling saya benci. Pertama, film tentang alien. Kedua film tentang masa depan. Gak tau kenapa, saya benci aja lihat wajah alien, makanya gak pernah saya tonton. Dan saya benci juga dengan film tentang masa depan karena saya gak suka dengan konsep masa depan yang digambarkan para produsen film selama ini. Dunia yang teramat canggih dimana orang-orangnya pakai pakaian serba metalik dan kaku banget. Gak manusiawi dan gak adem banget lihatnya. hahaha. Lah waktu baca ringkasan drama ini koq gabungan dua jenis film yang saya benci. Duh!

alien 1
Alien versi korea: Alien saja harus cantik 😛

Tapiii… karena saya orangnya never judge drama by the cover and summary plot-nya (hahahaha), tetep ku download-lah ini drama. Daaan saya benar-benar tertipu sama ini drama. Bangett! Dari awal sampe hampir akhir, tebakan saya salah mulu! Kayaknya Elmu terawangan saya sudah mulai pudar inih. wakakaka.

future 2
Rumah di masa depan. gak enak banget lihatnya. serba putih.. pasti syusah itu bersih-bersihnya… iihhh males banget

Ada beberapa hal yang membuat drama ini menarik.

Pertama, Plotnya. Episode 1 dan 2 emang sedikit flat yah dan agak berat. Serius. Di episode 1 dan 2 ini saya mengira tahun 2017 dan 2037 beruhubungan, karena ketipu sama judulnya yang two worlds connected, sematjam dunia pararel gitu deh. Barulah ketika masuk episode 3 saya sadar. Satu episode separuh menceritakan tahun 2017 dan separuhnya lagi menceritakan tahun 2037. Menurutku ini bukan tentang dunia pararel dimana dua masa berhubungan, cuma plotnya dibikin begitu agar lebih menarik. Dan format time slip ini bisa dibilang cukup berhasil. Sangat berhasil menurut saya, karena bikin saya penasaran tiada henti sampe episode terakhir. Untungnya, kemarin saya lihat drama ini maraton. Coba kalo lihatnya on going pasti saya sudah mati penasaran dan sekarang jadi hantu gentayangan! Kalo saya pikir-pikir, plotnya drama ini kayak plotnya film-film holiwud; cepat, ringkas, padet dan berisi. Jadi, kamu tidak akan merasa tiba-tiba bosan ditengah karena plot atau alur ceritanya mbleber kemana-kemana. Ada beberapa adegan yg menurutku kesuwen dan sedikit bertele-tele, tapi cuma 3 menitan aja koq, gak sampe 3 episode. Hahahahaha 😛

future 3
Bang, senyum dikit napa bang…. Yu Robot apa manusia bang??

Kedua, drama ini mengaduk-aduk emosi!! Saya dibikin mewek-mewek di beberapa episodenya T__T. Yang lebih kurang ajar, pas nebak salah, kemudian dibikin kaget dan secara bersamaan dibikin mewek pula. Duobooll!! FYI, ini adalah salah satu drama non-romance yang berhasil bikin saya mewek-mewek. Entah kenapa saya gak pernah nangis lihat drama pertjintaan—kecuali Reply 1988—tapi malah nangis mewek-mewek lihat drama thriller, crime, mystery kayak gini. Mungkin karena ceritanya tentang kakak/keluarga. Saya selalu berhasil mewek kalo tema ceritanya tentang keluarga atau sahabat.

fav scene 2
Salah satu scene yang bikin mewek. huhuhu… Sudahlah Mas… Aku tuh gak bisa lihat kamu syedih, Mas.

Yang lebih menarik lagi… Banyak bener reviewnya??!! Sepertinya, ini drama korea pertama deh yang bergenre science fiction. Betul gak sih? CMIIW deh kalo saya salah.  Ide ceritanya kalo saya gak salah, dari studi Neuroscience, khususnya tentang memori atau ingatan.  Neurosains adalah ilmu yang mempelajari sistem saraf makhluk hidup yang fokusnya adalah seluk-beluk otak manusia. Otak merupakan organ yang berperan penting mengatur kesadaran manusia. Lebih dari 100 miliar sel saraf di otak mempengaruhi berbagai aspek dalam pengambilan keputusan, persepsi, gerak tubuh, memori, penghasil emosi dan masih banyak lagi. Memori dan emosi saling berkaitan.  Peristiwa emosional akan diingat lebih lama dan sebuah ingatan bisa menghasilkan emosi.

cip otak 2
Manusia ber-cip… koq mau-maunya diatur sama mesin? Mana yang namanya kebebasaaan?!! OOT maav 😛

Kenangan buruk menyebabkan emosi negatif dan emosi negatif itulah yang mengakibatkan manusia rentan terhadap penyakit mental dan perasaan tidak bahagia. Pengalaman/kenangan menyakitkan yang traumatis, menurut psikologi bisa menjadi faktor dari penyakit mental, misal, depresi, fobia, gangguan kecemasan dan PTSD (post traumatic stress disorder). Khususnya PTSD ini, dimana penderitanya selalu dihantui oleh kenangan buruk karena tidak bisa melupakan kejadian traumatis yang dialami.

normal earth
Normal Earth tahun 2037. Ketika dunia semakin canggih tapi bumi juga semakin rusak. ceritanya begituuu.

Fiksinya, dalam drama ini, pada tahun 2037 ketika ilmu sains semakin canggih, para ilmuwan menemukan cara bagaiamana menciptakan dunia yang sehat dan bersih dari kejahatan.  Dengan cara mengontrol emosi dan memanipulasi memori manusia dengan menaruh cip ke dalam otak manusia. Jadi, tidak ada emosi negatif pada manusia-manusia itu.  Dan memori yang membahayakan dikunci, agar mereka tidak ingat kenangan buruk yang dapat “membahayakan” diri mereka. Ketika dunia aman tanpa kejahatan—karena cip pengontrol emosi akan berekasi ketika manusianya menunjukkan tanda-tanda emosi negatif keluar—maka yang terjadi adalah tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi disana. Tidak ada pencuri, tidak ada pembunuh, tidak ada pem-bully, tidak ada penderitaan. Karena tidak ada perilaku kekerasan yang menimbulkan emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, kemarahan, kebencian, maka polisi gak payu disana. Mirisnya lagi, Tuhan juga tidak dibutuhkan disana. #Astaghfirullah

smart earth
Disisi lain. Smart Earth tahun 2037. Dunia bersih dari segala polusi, penyakit dan kejahatan. Gambaranyaa ngonoo…

Berkat drama ini, menuntun saya berselancar didunia maya untuk mencari artikel atau penelitian yang berkaitan tentang neurosain, ingatan dan banyaklah pokoknya. hehe. #Tumbenrajin. Tapi ada satu yang bisa saya share karena nemunya langsung dari situs resmi APA (American psychological Association), tentang menghapus kenangan buruk. Silahkan dibaca sendiri dan disimpul-simpulkan sendiri. Hahahaha 😛

Jadi, benarkah kenangan buruk bisa dihapus seperti menghapus file shift+delete yang langsung hilang selamanya? Menurut saya sih pertanyaannya bukan bisakah kenangan buruk dihapus, tapi perlukan kenangan buruk dihapus?

Pesan baiknya dari drama ini, kenangan buruk adalah bagian dari diri kita. Sesakit, sekejam, seburuk apapun kenangan itu, mereka adalah bagian dari diri kita. Karena kenangan juga ada fungsinya dalam hidup, salah satunya untuk membangun jati diri. Jika kenangan buruk tidak bisa dihapus dari ingatan, kita masih bisa berdamai dengan mereka. *berasa seperti enjel kalo ngomong kayak gitu*

Terakhir (hahahaha) saya ingin mengucapkan…  Mohon maaf lahir dan batin.

Uda sih gitu aja. 🙂

 

Ngrumpiin Drama Korea Tomorrow With You

Sebelumnya saya sempet galau mau bikin review drama ini atau tidak. Gak bikin ini eman banget karena saya syuka sekali sama drama ini. Dan ada banyak hal yang bisa dijadikan bahan buat review. Tapi mau bikin ini gimana gituuu…

Sempet pengen ngebahas tentang pernikahan. Meskipun saya belum nikah, tapi kan saya ini berada pada usia menikah, uhuk, dan pastinya punya pemikiran tentang pernikahan. Jadi sekalian curhat gitu deh.. wakakaka. Tapi gimana yaah… saya emang syusah banget kalo disuruh curhat dimedia sosial apalagi dibaca banyak orang. wakakakaka. Jadi saya urungkan deh~

Mau menulis pesan bijaksana yang bisa diambil dari drama dengan tulisan ala-ala mario teguh yang zuppeerr dan golden ways, pasti pada bosen kan yah? Padahal saya nemu bahasan tema selain takdir, kerja keras.  Bosen gak sih? Kalo enggak bosen dan postingan ini dapat 500 like (kebayakan!!!) yaudah 20 like aja, akan saya tulis deh dua tema yang saya urungkan tadi. Saya yakin gak bakalan dapet like sebanyak itu. Emang sengaja bikin alasan. 😛

Daannn setelah berhari-hari galau-mau-bikin-atau-tidak-kalau-bikin-mau-ngebahas-apa, akhirnya saya memutuskan mau ngerumpiin drama ini aja diindang. Iyes, cewe kan kalo sudah ngrumpi, apa aja di bahas tu yah…

wedding rain
Lucu kali yah nikah pake payung kek gini. Kalo di Indonesia kayak gini, pawang hujan pada nganggur semua XD

Yuuukss mari jeung merapat, siapkan gosip yang paling hangat!

Pertama, untuk membangkitkan suasana, mari kita ngrumpiin aktor dan aktrisnya. Drama ini saya download karena ada Lee Jae Hoon. Pengen tau dia kalau ekting drama romance kayak gimana. Dan saya suka saya suka~ Ektingnya natural bangeeett. So Sweeet gitu kan orangnya? Shin Min Ah juga mengakuinya dalam video behind the scene,  saat syuting adegan foto prewed. Shin Min Ah bilang ” Arek iki terlalu natural ekting e, koyok e wes berpengalaman ngunu loh”. Dan saya setuju ngits sama kakak Min Ah. Selain sweet, karakter So Joon ini juga unyuuukk bangettt… Yawlaaah koq ada makhluk unyuk seperti dia. Mau dong ah satu. Belinya dimana sih? Ikutan P.O dong sist…!! Maaf Gong Yoo ahjussi, kau memang hot, tapi aing sudah menemukan penggantimu. XD

twy so joon cute 1
Saya biasanya bukan tipe orang yang suka lelaki imut. Tapi pengecualian sama yang ini. wakakakaka

 

Sebagus apapun ekting pemainnya kalau gak ada kemistri bakalah garing kan? Untuk itu, mari kita berterima kasih kepada Sissy Min Ah, yang memang dari dulu jago banget membangun kemistri dengan lawan pemainnya. Kemistrinya mereka berdua itu kawin banget! Ngomong-ngomong masalah kawin, kayaknya ini, drama pertama tentang pernikahan yang gak ada bumbu  tentang kawin kontrak yang dari benci jadi cinta, perebutan harta yang mbulet, atau perselingkuhan yang melelahkan. Satu poin plus dari drama ini!

tomorrow with you

Sumber

Hampir tidak ada adegan atau dialog yang cheesy! Bentar saya ingat-igat lagi… Yap!! hampir tidak ada adegan atau dialog yang cheesy yang bikin saya meriang. Contohnya, adegan lari-lari sambil berpegangan tangan dengan efek slowmotion-adegan wajib drama pertjintaan. Drama sebagus apapun, pas lagi serius-serius nonton ada adegan begituan, sumpah mood saya langsung jelek! Itu adalah adegan yang gak penting dan sudah kuno dan perlu dihilangkan! Untungnya di drama ini kagak ono. Puji Tuhan~  Ada sih beberapa adegan yang terlalu unyuuukkk sampai bikin saya gatal-gatal. Bahkan gulung-gulung diatas kasur wkakakak (saya beneran gulung-gulung loh). Tapi meskipun sempat nyinyir dan gatal-gatal-dan-gulung-gulung, teuteup akhirnya saya ulang beberapa kali. wakakakaka. Aku tuh gak bisa nolak kalo so joon lagi ekting unyuukk gitu kakaaak~

 

Sayangnya rating drama ini rendah banget di Koriyah sono. Tapi diluar Korea, drama ini hebohnya mengalahkan Drama Goblin. Menurut subyektif saya. Wakakakaka. Jadi kenapa demikian?  Masyarakat Korea itu nyinyir banget kan??? (menurut saya iya). Apa- apa harus perfect. Apa-apa dikomentari. Tapi gak ada benernya, selalu ada yang salah. Dari banyak “mengobservasi” komen-komen orang korea yang pernah saya baca, saya bisa menyimpulkan, orang korea kalau nonton drama itu gak hanya cerita atau artisnya saja yang dinilai dan dinyinyir-i. Kira-kira ada 4 garis besar yang dikomenin orang korea ketika nonton drama: Acting, Storyline (garis besar cerita), Screenplay/ skenario dan Line (ini biasanya yang dibikin quote). Itu yang sering mereka sebut-sebut ketika ngomentarin suatu drama, jadi bukan unsur-unsur baku dari perfilman atau perdramaan yah.

Menurut analisis kemeruh (red: sok tahu) saya begini. Tv-N beberapa tahun belakangan sangat produktif menghasilkan drama dengan screenplay yang bikin melonggo dan nggumun, “Koq isoooo gawe skenario koyok ngene? Koq iso kepikiran gawe cerito koyok ngenee…”, sebut saja Reply 1988, Signal atau Misaeng. Dari segi screenplay drama ini emang masih kalah sama drama-drama itu. Dari segi storyline mungkin mereka uda bosen dengan tema time traveller lagi time traveller lagi. Orang Korea itu nyriwis sekali perkara beginian. Mereka selalu menuntut sesuatu yang baru. Cih! Coba aja mereka tinggal di Endonesah dengan sinetron yang semakin hari semakin absurd -_- . Sedangkan scriptwritter drama ini gak sepopuler Kim Eun Sook yang sangat memahami betul selera rakyat Korea. hehe. Kehidupan asmara orang-orang korea itu gak seindah dramanya. Kenapa drama korea indah banget karena itu menunjukkan ekspektasi kehidupan percintaan mayoritas masyarakat korea. Saya pernah baca kayak gitu. Nah sepertinya drama TWY ini tidak memenuhi standar ekpektasi mereka. Kenapa karya-karya Kim Eun Sook selalu fenomenal, padahal sama-sama drama fantasi? Karena memang cerita-cerita seperti itu yang disukai dan diharapkan terjadi dikehidupan nyata mereka. Bukan cerita seperti TWY ini yang penggambarannya lebih realistis dan apa adanya. Penggambaran disini yang saya maksud bukan time travellernya. Jadiii mereka semacam membutuhkan cerita yang bisa mendukung khayalan atau imajinasi mereka tentang kehidupan pertjintaan.

Subhanallah~ Pintar sekali saya kalo mengarang indah seperti ini~

Nonton drama ini mengingatkan saya ketika baca buku Norwegian Wood-nya Haruki Murakami. Bukan ceritanya yang sama, tapi sensasi ketika membaca. Plotnya maju mundur. Meskipun flat dan plotless, tapi gak sedikit bagian-bagian yang membuat saya ketawa, tertohok, sedih, terinspirasi kadang melonggo juga. Kamu gak akan menemukan plot yang heboh naik turun kayak novel-novel metropop- atau drama pertjiaan yang biasanya. Kamu gak bisa langsung men-judge ini koq begini, ini koq begitu, ini kenapa bisa begini, ini kenapa bisa begitu, sebelum kamu benar-benar selesai membacanya-atau menontonnya. Dan pesan yang diingin disampaikan bisa jadi diawal, bisa jadi diakhir atau bisa jadi dikeseluruhan cerita-atau drama- tersebut.

Yak, benar… hanya orang-orang sabar dan mau menunggu yang bisa mengatamkan drama ini tanpa nyinyiran. Baaahahaha XD

 

 

Review Drama Signal: Free Will atau Takdir Tuhan?

Signal_(Korean_Drama)-p1
 sumber

 

*Spoiler Alert!!!!!

Hallooo… Gimana puasa kalian? Puasa hari ke-13  ini sudah berapa ajakan buka bersama yang kalian terima? Salah satunya ada yang ngajak hidup bersama gak? Eeeaaaaa… wkkk. Langsung aja yah cyynn… daripada yang jomblo baper lagi karena gak ada yang bangunin sahur dan gak ada yang bisa diajak taraweh bersama… 😛

Signal sebenarnya bukan drama baru yang masih anget-anget tai kucing. Bagi yang istiqamah mengikuti drama korea on going, drama ini tergolong lama, karena sudah selesai tayang di bulan maret kemarin. Mungkin agak telat merivewnya sekarang, jika mengingat saya adalah orang yang lumayan rajin merivew drama tepat setelah drama itu selesai tayang. Hehe. Tapi tak menjadi soal karena dari dulu saya memang sudah nguotot ingin meriview drama ini. Hahaha.

By the way, tepuk tangan untuk drama ini karena kemarin baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Drama terbaik di 2016 (52nd) PaekSang Arts Awards MENGALAHKAN DRAMA SELERA RAKYAT DESENDANTS OF THE SUN! DIA JUGA MENANG SIH SEBAGAI PENERIMA GRAND PRIZE KALAU GAK SALAH. GRAND PRIZE?? KAYAK IKUTAN GERAK JALAN SEHAT AJAH. Oke, sori caps lock saya tadi sedikit bejat.

Ada banyak alasan kenapa drama ini harus mendapatkan predikat drama terbaik dan wajib ditonton. Yang pertama adalah ceritanya tidak pasaran dan murahan lah yah… Uhuk! Selain itu drama ini memang didukung oleh orang-orang keren mulai dari artis-artisnya, sutradara,  dan setelah saya melihat untuk kedua kalinya, saya lebih yakin bahwa sang penulis skenariolah yang paling kereeeen.

Bergenre crime, thriller, mystery, dan fantasy, drama ini menyajikan cerita dan adegan-adegan  yang menegangkan dan bikin penasaran penonton setiap episodenya. Tidak hanya membuat penasaran tapi juga mengaduk-aduk emosi dan adrenalin saya. Dan juga ini adalah salah satu dari sekian banyak drama bergenre crime-thriller yang bisa saya cerna dan resapi sebaik-baiknya. Hahaha.

Menariknya, beberapa kasus yang diceritakan di drama ini terinspirasi dari  kasus-kasus kriminal yang pernah menguncang negara Korea. Antara lain kasus pemerkosaan dan pembunuhan 10 wanita secara tragis selama rentang waktu 1986-1991. Dan kasus pemerkosaan seorang siswi yang dilakukan  oleh 44 siswa laki-laki yang berbeda. Ya Tuhaann…

Bercerita tentang seorang perwira polisi bernama Park Hae Young yang tiba-tiba bisa berkomunikasi dengan detektif senior bernama Lee Jae Han dari masa lalu yang telah dinyatakan hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Melalui  walkie-talkie tua milik Lee Jae Han yang ditemukan Park Hae Young di tahun 2015 dan di jam yang sama, mereka saling berkomunikasi di masa yang berbeda untuk saling membantu memecahkan kasus-kasus yang belum terpecahkan selama dua dekad.

Adalah plot / alur yang paling saya sukai dari drama ini. Kalau saya katakan, ceritanya mirip-mirip film-film tentang time traveling atau menjelajah waktu. Bedanya kalau film-film Sci-Fi yang pernah saya lihat, ada unsur kesengajaan ketika kembali ke masa lalu sedangkan drama Signal ini tidak sengaja terhubung dengan masa lalu. Jika bicara tentang  menjelajah waktu, konfliknya selalu keinginan manusia merubah masa lalu.

Itulah yang terjadi pada transmisi antara Park Hae Young dan Lee Jae Han. Lee Jae Han dari masa lalu seperti mendapat petunjuk apa yang akan terjadi di masanya. Di tahun 2015, beberapa kasus dari masa lalu tidak terpecahkan. Karena Lee Jae Han mendapat bocoran dari masa depan, beberapa kasus yang seharusnya tidak selesai, bisa terselesaikan dan masa depan pun berubah.

Transmisi ini seperti memberikan insight bagi mereka bahwa masa lalu bisa dirubah. Jika masa lalu berubah maka masa depan akan berubah. Jika masa lalu kelam bisa berubah maka tidak ada penyesalan di masa depan. Park Hae Young yang masih menyimpan penyesalan akan kematian kakaknya yang secara tiba-tiba, menyelidiki kembali kasus yang menimpa kakaknya itu. Saat kebenaran kematian kakaknya terungkap, dia ingin menyelamatkan kakaknya dengan meminta bantuan Lee Jae Han.

Yang terjadi kemudian adalah Lee Jae Han tidak pernah menyerah untuk menyelamatkan kakak Park Hae Young. Berusaha membogkar kasus besar yang direkayasa Kepala dan rekan kerjanya. Pejabat tinggi negara ikut terlibat. Nyawa Lee Jae Han dalam bahaya. Karena Lee Jae Han bersikeras mengungkap kasus tersebut, dia dibunuh dan mayatnya dikubur diam-diam. Itulah sebabnya Lee Jae Han dinyatakan menghilang pada tahun 2000.

Jika skenario seperti ini benar terjadi di dunia nyata, jika boleh agak serius sedikit, saya menyebutnya sebagai Takdir Tuhan. Coba bayangkan, jika Park Hae Young tidak mendapat transmini misterius tersebut, maka dia tidak akan mencari tau siapa Lee Jae Han dan kemudian mengenalnya. Jika dia tidak melakukan transmini itu maka dia tidak akan mendapat insight jika masa lalu berubah maka masa depan ikut berubah. Karena dia tahu mendapatkan kesempatan merubah masa lalu, maka dia minta bantuan Lee Jae Han untuk menolong kakaknya. Jika Lee Jae Han tidak menolong kakak Park Hae Young maka dia tidak akan dibunuh dan dikubur diam-diam oleh rekan kerjanya. Maka dia tidak akan dinyatakan hilang di masa depan. Jadi, apakah mereka pernah merubah skenario Tuhan yang sudah terjadi? Ataukah sejak awal memang sudah terjadi seperti itu, begitulah skenario Tuhan? Di skenario ini, manusia tidak memiliki free will atas hidupnya. Karena semua sudah di atur, semua sudah tertulis.

Tetapi…

Sepertinya mbak penulis skenario ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa kita masih memiliki potensi untuk  memilih dan merubah nasib. Harapan akan selalu ada selama kita tidak pernah menyerah. Dan kita sendiri yang menentukan nasib dan hidup kita, karena manusia memiliki free will. Di episode menjelang akhir, Cha Soo Hyun,  atasan Park Hae Young dan juga junior Lee Jae Han di masa lalu – yang terus mencari keberadaan Lee Jae Han selama 15 tahun –  kebetulan sedang memegang walkie-talkie saat transmisi misterius muncul lagi, Cha Soo Hyun mencoba memperingatkan Lee Jae Han kalau dia akan dalam bahaya, dibunuh dan akhirnya mati. Singkat cerita Lee Jae Han akhirnya siaga dengan segala yang akan terjadi, dan selamat sampai masa sekarang atau tahun 2015. Yes, endingnya Lee Jae Han masih hidup. (katanya sih, akhir cerita sengaja dibuat seperti karena akan ada season kedua).

So, apakah ini free will atau Takdir Tuhan?

Saya pernah mendengar, semua yang terjadi pada manusia dan alam semesta ini sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Allah sudah menulis semua skenario yang akan terjadi pada semua makhluk ciptaan-Nya sebelum Dia menciptakan jagat raya ini. Dan semua kejadian ribuan tahun bagi manusia, hanya seperti sekejab mata bagi Allah. Apa yang saya lakukan seharian tadi sampai sampai saya menulis ini, sudah ada dalam skenario Allah. Semuanya dan sedetail-detailnya. Lalu, jika semua sudah tertulis, kita tidak perlu ngapa-ngapin dan semua akan datang dengan sendirinya dong yah? Oooh, nehi nehi nehi… Semua memang sudah tertulis, tapi berusaha adalalah kewajiban manusia. Kalau kamu mau dapat uang ya kamu harus bekerja, jika kamu ingin kurus ya kamu harus diet, jika kamu ingin bisa nyetir sepeda motor atau mobil ya kamu harus latihan, kalau kamu jomblo ngenes yoh iku wes nasibmu. Wakakakakaka 😛

Menurut saya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempura karena dia diberi kesempatan untuk memilih. Malaikat diciptakan hanya untuk patuh pada Allah, Setan diciptakan hanya untuk membangkang Allah, hewan hanya punya nafsu, tumbuhan gak punya akal maupun nafsu. Tetapi manusia memiliki pilihan. Pilihan untuk menjadi baik atau jahat, untuk beriman atau tidak, menjalani hidup dengan sebaik-baiknya atau meyia-nyiakannya. Disinilah free will menurut saya.

Dan apakah kamu percaya seluruh hidupmu sudah tertulis atau kamu percaya kamu bisa merubah nasibmu, ini juga free will dalam mengartikan hidupmu seperti apa. 🙂

 

Manusia Menyukai Kenangan: Review Reply 1988

bokeh-light-memories-photography-quote-Favim.com-128290
Hanya sebuah foto yang saya ambil di Google

Manusia itu menyukai kenangan. Bukankah hanya kenangan yang bisa membuat peristiwa sedih menjadi indah nantinya dan bisa dinikmati, bahkan bisa dijadikan cerita? Saat sendiri dan merasa kesepian, memanggil kembali kenangan, suasana bisa menjadi lebih dramatis bisa sedikit menghibur hati yang kesepian. Potensi manusia yang menyukai kenangan inilah, membuat produser drama korea membikin drama yang mengajak pemirsanya memanggil kembali kenangan-kenangan pada periode waktu tertentu. Sudah tiga drama yang telah diproduksi, yaitu Reply 1994, Reply 1997, dan reply 1988. Ketiga seri Reply tersebut sangat disukai masyarakat korea dan penikmat drama korea. Konon katanya Reply seri terbaru yaitu Reply 1988 lah yang mendapat sambutan paling meriah, sangat dicintai dinegaranya dan bikin baper penikmat drama korea di luar Korea, termasuk Indonesia, terutama SAYAH!!

Saya, sebagai brand ambassador tidak resmi Tv-N (stasiun televisi yang menayangkan drama ini) cabang Indonesia, mengajak dan mengundang anda semua untuk menonton drama ini. Dan sebagai penikmat drama korea tingkat veteran, saya menobatkan drama ini sebagai Drama of The Year 2015 and 2016 (yah, nanti kalau ada drama yang lebih bagus di tahun ini akan saya revisi. Wkk).

Entah drama atau film yang saya review di blog ini pastinya “lain” dari drama-drama lainnya – yang saya ikuti. Sesuatu yang lain itulah yang ingin saya bagikan. Saya perlu mengeluarkannya biar gak bosok di dalam.

Anda tidak terlalu suka drama percintaan? Jangan khawatir… karena drama ini ber-genre Drama Family Comedy. Bercerita tentang 5 keluarga koplak yang tinggal di gang yang sama pada tahun 1988. Yup, drama ini mengajak kita bernostalgia ke tahun 1988. Anda belum lahir atau masih orok ditahun segitu? Sama, saya juga. Hahahaha. Jangan khawatir juga, karena Korea tahun 1988 sama dengan Indonesia tahun 1998, paling tidak itulah yang saya rasakan. Wakakaka. Gile, Indonesia ketinggalan 10 tahun dari korea, Bo’. Wakakak. Anda tipe orang yang mudah bosan dengan banyaknya episode? Jangan khawatir karena drama ini mengandung humor tingkat parah. Setiap episodenya pasti ada adegan yang LOL banget sampe bikin ngakakak.

Attention to detail

Drama yang sangat attention to detail banget. Saya yakin persiapan pembuatan drama ini lebih lama dari drama-drama lainnya. Dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk melakukan riset tentang apa saja yang terjadi 27 tahun silam. Peristiwa-peristiwa bersejarah, peristiwa politik yang kontroversial, fenomena masyarakat yang terjadi pada waktu itu, budaya masyarakat yang masih dilakukan pada waktu itu dan mungkin sudah hilang saat ini, fashion, hair style, make up, lagu, film, tayangan berita, bahkan Iklan-iklan jaman jadul ditayangkan kembali! Belum lagi mengumpulkan benda-benda yang lagi nge-trend dan merepresentasikan tahun tersebut. Seperti, televisi, tape recorder, telepon, kulkas, mobil, bus, komik, kaset, walkman, piringan hitam, bahkan snack-nya pun kemasannya dibikin persis seperti 27 tahun silam. Sumpah niat banget pokoknya, beda jauh sama, ehhem, sinetron endonesah.

Saya baru tahu kalau Olimpiade 1988 dilaksanakan di Seoul Korea Selatan. Di tahun 1988 di korea, budaya memberikan atau bertukar makanan ke tetangga masih berlangsung. Di Indonesia, sampai sekarang masih berlangsung. Wakaka. Pisang dan Nanas adalah makanan mahal dan langkah di korea pada tahun tersebut. Satu biji pisang (biji loh yah, bukan satu curung) harganya lebih mahal daripada satu bungkus rokok. Di Indonesia, segala macam pisang dan Nanas mudah dicari dan harganya murah pula. Wakakak… Ah, Endonesia kau sungguh sesuatu… :-*

Mendobrak standar cerita fairy tale

Fairy Tale???? Iyes… Fairy Tale tidak bisa lepas dengan cerita tjinta dan menemukan tjinta sejati. Uhuk. Entah apapun itu, novel, film, drama, sinetron yang bergenre romance, tema utamanya tidak jauh-jauh dari itu. Menemukan Tjintah Sejatih, #preett!

Jika drama lainnya hanya dan terus memamerkan kisah tjinta antara dua insan manusia yang penuh cobaan dan ujian, dan mendoktrin permisanya dengan pemikiran jika kamu percaya tjinta, maka tjinta akan menolongmu dari segala macam bahaya dan hidupmu akan bahagia selamanya. #Astaghfirullah.. Oke, itu tidak salah tapi saya wes enek dengan yang seperti itu. Dan nyatanya juga tidak seperti itu. Jauuhh seperti itu.

Drama ini seperti ingin mendobrak standar cerita drama per-tjintaan selama ini. Bahwa, tjinta antara dua insan yang dimabuk asmara adalah golongan terendah dari tingkat kasih sayang antar manusia. Di atas itu, masih ada cinta orang tuamu, kakak adikmu yang berada dalam satu institusi yang disebut keluarga. “Pada akhirnya yang menolongmu dari masalah bukanlah otak, tetapi seseorang yang akan terus mengandeng tanganmu dan tidak akan melepasmu, dia adalah keluarga.”.

Selain keluarga, masih ada hubungan antar sahabat yang lebih intim daripada patjaran dan biasanya dianggap sepele,  “Mencintai seseorang bukan cuma berarti kau harus senang bisa ada didekat mereka tapi artinya kau mau menyesuaikan dirimu dengan mereka. Lalu, mencintai seseorang berarti sebesar apapun rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh orang itu dan meski kau ingin sekali membenci mereka tapi, pada akhirnya, kau tidak akan bisa membencinya. Mencintai seseorang, bukan berarti kau tidak membenci mereka. Melainkan kau tidak bisa membencinya”. Dan itu semua hanya bisa dilakukan oleh keluarga dan sahabatmu, bukan pacarmu, mungkin juga suamimu. Hehe :p

Btw, itu yang digaris miring bukan quote bikinan saya. Itu saya nyadur dari drama ini. Mana mungkin saya bisa bikin kata-kata yang super sekali seperti Golden Fish Ways kayak gitu, ya kan?? wkakaka :v :p

Deep Messages

Menurutku, ini adalah Drama Satir. Dibalik skenario yang penuh dengan kekocakan, setiap episodenya mengandung pesan yang sangat mendalam. Yes, setiap episodenya. Drama yang penuh dengan muatan pesan mendalam tapi dibalut dengan sangat ringan dan menghibur. Dan realistis!

Bikin Baper berkepanjangan

Ini yang paling bikin gregetan. Meskipun tema utamanya adalah keluarga dan sahabat, entah kenapa romancenya bikin baper berkepanjangan. Padahal yah, cuma gitu-gitu doang. Ini adalah drama dengan ending yang menyedihkan. Menyedihkan bagi saya lah…! Mana mungkin ada cerita romance comedy yang berakhir menyedihkan? Ya kan?

Karena sad ending bagi saya itulah, saya menaruh kebencian yang luar biasa pada penulisnya. Dasar bajingan tengik! Saya dibikin ketawa, nangis, terharu, belum habis terharunya dibikin ketawa lagi, terharu lagi, nangis lagi, BAHKAN PATAH HATI!! Siapa mereka berani-beraninya membuat wanita kuat dan tegar seperti saya bisa rapuh dan patah hati hanya dengan cerita fiksi romantisme picisan anak remaja. Cih!!!

Bagi yang sudah menonton drama ini, atau akan menonton drama ini, saya titip salam buat Mas tjakep, tinggi yang tangganya ganteng dan punggungnya menggoda. Dia yang bikin saya patah hati. T__T

Mblo… Mblo… Seharusnya hidupmu itu dibikin patah hati karena hubungan asmara, bukan patah hati karena lihat drama. Dasar Jomblo…

Mewarnai Bibir

IMG_4299

Hello… It’s me…. Hehe *nyanyi ala Adele*

Santai saja, kali ini saya tidak akan membahas drama koriyah. Belum-belum sudah skeptis saja sama saya??! Iyah, janji deh pokoknya gak bahas drama koriyah. Saya mau bicara yang lagi kekinian-kekinian pokoknya. Apakah itu??

Berdandan. Hoooo…. Cewe mana yang hare genee tidak tergoda untuk tidak berdandan??? Oh, tentunya saya yakin, masih banyak cewe-cewe di luar sana yang nyaman dengan penampilan polos apa adanya. Tapi, coba deh perhatikan ketika jalan-jalan di Mall misalnya, hampir semua cewe berdandan bukan? Jangankan di Mall deh, waktu saya ke kolam renang, mbak-mbak atau bahkan adek-adek yang pada renang disitu mereka pakai make up loh. Jadi, boleh dong saya katakan berdandan saat ini adalah aktivitas kekinian, sama seperti naik gunung yang cuma ingin berfoto dan fotonya di upload di sosmed. Sosial media sungguh luar biyasa berpengaruh kepada gaya hidup sehat orang zaman sekarang. Saat ini, orang-orang mulai memperhatikan kesehatan mereka dan mulai berolahraga. Naik gunung, berenang, jogging, yoga dan masih banyak lagi. Meskipun, niatnya bukan olahraga tapi cuma buat foto-foto gak papa lahh… Naik gunung jauh-jauh, capek, waktu sampai puncak cuma buat ber-selfie. Gak papa, toh dia juga sudah berolahraga waktu naik dan turun gunungnya. Ya kan?? Gak papa…

Butuh mijon nih.. sudah mulai kurang fokus

Jadi, berkat sosial media juga, cewe yang tidak bisa berdandan-dan- kepingin-bisa-berdandan, bisa cari tutorial make up gratis. Gak perlu belajar skill kecantikan dan bayar mahal. Bahkan lewat sosial media pula, kita bisa cari dan beli secara online produk-produk make up import yang dijual dengan harga lebih murah daripada di konter aslinya. Tidak hanya itu, macamnya pun lebih banyak daripada yang dijual di tok-toko terdekat. Luar biyasa toh dedikasi sosial media pada kehidupan kita?? Tepuk tangan dong..!

Saya termasuk cewe yang suka berdandan. Tapi bukan berdandan yang gimana-gimana gitu. Gimana-gimana maksudnya gimana? Yaahh.. yang sampe pake foundation tebal dan bulu mata anti badai hanya untuk sehari-hari atau dipakai waktu mau jogging. Untuk sehari-hari saya hanya pakai make up yang seperlunya saja. Itupun kalau gak lagi kumat penyakit mbabesnya. Make up saya hanya bedak, eyebrow powder, eyeliner dan yang paling penting LIPSTIK!!!

Setahun ini saya gila beli lipstick, sodarah-sodarah. Setiap kali lihat-lihat di konter make up, yang saya cari pertama kali adalah lipstick, yang selalu saya coba juga lipstick. Di belanja online pun, yang hanya di pikiran saya “Beli lisptik…. Beli lisptik…”. Kenapa lipstick? Mungkin karena hidup saya hanya hitam, putih saja, jadi saya butuh lipstick untuk menambah warna. Eh curcol… :p

By the way, saya lebih suka dengan lipstick matte daripada yang glossy. Khususon lipstick matte dengan warna yang menyala dan menggoda. Seperti, warna orange ngejreng, merah menyala, merah gelap tapi masih kelihatan menyala, dan warna fucia yang terang dan seger banget itu.

Bagi saya yang pekerjaannya bukan dibidang yang mengharuskan selalu terlihat cantik bermake up, membeli banyak lipstick hanya karena godaan iman adalah sesuatu yang berlebihan memang. Pernah, suatu hari saya di marahin sahabat karena kegilaan terhadap lipstick ini dan dia menyuruh saya pergi ke gunung untuk bertaubat -_- . Awalnya saya tidak terlalu khawatir dengan kegilaan ini, karena paling nanti juga bosen-bosen sendiri. Dan memang beberapa bulan kemarin saya puasa beli lipstick. Yeeaahh!!!

Tetapi satu bulan ini kumat lagi. Haiisshhh!!

Kalau dulu saya suka berburu dan menggunakan lipstick matte denga warna yang ngejreng, saat ini, lebih suka pake lip lint. Warnanya masih benderang sih, tapi tidak terlalu terlihat ihwaww karena bahan dasarnya lip tint adalah air. Enaknya pake lip tint dia juga lebih ringan kalau dipakai, beda sama lipstick. Jadi, kaya gak pakai pewarna bibir, lebih terlihat natural gitu deehh..

Meskipun mempunyai cukup banyak lipstick dengan berbagai warna, saya masih sering bosan dengan warna-wana yang saya punya *dasar!*. Karena bosan dengan warna yang itu-itu saja saya coba mencampurkan lipstick satu dengan yang lain untuk menghasilkan warna yang saya cari. Dan Yureekaaah, berhasil!! Saya pernah kepingin banget punya lipstick warna Coral. Tapi berhubung waktu itu sudah beli 4 lip tint dalam waktu satu bulan (segera bertaubatlah anak muda!!!), akhirnya saya urungkan niat beli lipstick baru. Alih-alih, beli yang baru, saya mencoba bereksperimen dengan mengoplos lipstick yang ada. Dan TARAAAAA, warna koral yang saya inginkan bisa di dapatkan. Tentunya tidak perlu membeli yang baru. Keren kan?? Keren dooong. Tepuk tangan lagi, yuk…!

B612_20151110_090948
Warna Coral

Suatu hari, sepupu saya terpana melihat saya. Hahahaha. Enggak ding, dia terpana dengan warna lipstick yang kupakai. Kata dia, saya gak punya lipstick dengan warna seperti itu. Dia tanya apakah saya beli lipstick baru lagi? Kemudian saya ceritakan hobi baru itu. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dia kerumah, hanya untuk minta diajari ngoplos warna lipstick seperti yang kemarin saya pakai (niat banget tu anak). Setelah saya praktekan ke bibir dia, lantas si sepupu berkomentar, “ Ini mah namanya bukan pake lipstick, tapi mewarnai bibir”.

B612_20151202_082821
Warna lipstick yang berhasil membuat sepupu terpana
B612_20151113_082218
Bimsalabim… jadilah warna ungu

Mewarnai?? Kayak anak TK saja… haha. Tapi memang lebih seperti mewarnai sih… Warna yang digunakan lebih dari satu. Tidak sekali poles langsung jadi warna yang diinginkan, tetapi harus beberapa kali. Seperti teknik mewarnai juga, ada bagian bibir yang diberi warna terang bagian bibir lainnya diberi warna gelap. Ribet yah? Emang… :p

Saya seneng banget dengan hobi baru ini. Selain alasan lebih ekonomis, hobi baru ini juga penyelamat saya. Koq bisa? Waktu itu saya lagi jalan-jalan, kemudian ketemulah dengan kawan lama. Pasti uda bisa nebak dong apa yang ditanyakan kawan lamamu ketika kalian bertemu lagi? Yup, betul sekali, KAPAN NIKAH. Adegan yang biasa terjadi seperti ini:   “Hey Mora, yokpo kabar e? Sudah nikah belum? Anakku sudah dua loh, kamu kapan?”. Sedih gak sih? Sedih banget!! Tapi semenjak ngoplos lipstick, adegan yang terjadi: “Hey Mora, yokpo kabar e? Hey, lipstickmu koq bagus? Beli dimana? Apa mereknya? Nomer berapa?”. Ajaib kan?? Serius, ini benar-benar terjadi pemirsah…! Terima Kasih Lipstick, sejak mengoplos kalian, saya tidak lagi ditanya Kapan Nikah.

Jadi, jika pemirsah-permisah sekalian ingin orang-orang berhenti bertanya kepada anda Kapan Nikah, mulailah memakai lipstick sekarang juga! Apa hubungannya? Emang gak gak ada

 

 

The Beauty Inside: Love Has Many Faces

poster the beauty inside

Sebenarnya saya bukan fanatik korea. Maksudnya, apa-apa harus berbau korea. Yang dilihat harus drama atau film korea, musik harus musik korea, make up hanya mau pakai made in korea biar berasa seperti artis-artis korea. Saya gak se-ABG itu laah. Tapi entah kenapa yang sering saya resensi disini drama korea. Nah sekarang ini saya mau resensi film korea. Hehe. Laaaahh… mau gimana lagi, saya taunya link untuk download drama dan film korea. Saya pernah coba download film-film holiwud tetapi selalu gagal. Akhirnya untuk urusan film-film holiwud saya serahkan pada kakak, temen, dan kakaknya temen. Tapiiii, karena jadwal nonton drama korea sangat padat akhirnya film-film holiwud pun juga gak sempet dilihat juga sih. Hahahaha…

Oke, minum Aqua dulu biar fokus…

Jadi, ada sebuah film yang membuat saya gak bisa move on. Hehe… Ya Tuhaannn ada apa dengan saya?? Judulnya The Beauty Inside. Meskipun dari judulnya terlihat sekali kalau ini cerita-cerita klise yang garing, tapi tidak se-garing  yang anda kira sodarah-sodarah. Setelah sekian lama ini adalah film percintaan yang bisa membuat saya susah move on! Hari ini saya sentimental sekali yah?? *kipas-kipas*

Singkat cerita, seorang laki-laki bernama Woo Jin, dia akan berubah menjadi orang yang berbeda setiap kali bangun tidur, tanpa memandang jenis kelamin, usia dan ras. Setiap hari dia menjalani kehidupan baru dengan wajah baru. Woo Jin berubah wujud sejak usia 18 tahun. Setelah itu dan sampai sekarang. Meskipun setiap hari dia adalah orang yang berbeda, entah laki-laki atau perempuan, manula atau anak-anak, orang korea atau bule, di dalam dia tetap Woo Jin dengan segala sifat dan kepribadian yang sama. Pada suatu hari, ditempat yang sering dikunjungi, dia bertemu dengan Yi Soo, perempuan yang membuatnya jatuh cinta. Setiap hari dengan wajah yang berbeda dia mengunjungi tempat tersebut hanya untuk bertemu dengan gadis itu. Singkat cerita Woo Jin berhasil mendapatkan gadis pujaannya. Dan Yi Soo akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Woo Jin. Tidak mungkin tanpa konflik, Yi Soo yang awalnya merasa dipermainkan akhirnya bisa menerima Woo Jin apa adanya.

Film ini mungkin ingin menyampaikan sesuatu dengan pertanyaan sederhana tapi dengan konflik yang rumit. Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah kamu suka pada seseorang karena penampilan atau karena hatinya? Tetapi, Apakah kamu sanggup kencan dan mencintai seseorang yang berubah wujud setiap hari? Kita tidak usah mengelak kalau seringnya kita suka sama seseorang itu karena fisiknya. Entah itu wajahnya, matanya, senyumnya, tinggi badannya. Awalnya suka karena fisik kemudian berkembang menyukai sifat atau kepribadian setelah cukup lama mengenalnya. Nah, gimana kalau orang yang kita sukai itu setiap hari berubah wujud kayak Woo Jin. Wajahnya berubah, sorot matanya berubah, senyumnya berubah. Apakah kamu masih menganggap orang itu adalah orang yang sama?

Meskipun agak lebay, bisa dibilang saya suka semua hal tentang film ini. Plot yang menarik, sinematografi atau pengambilan gambar dan editing yang bagus. Saya gak tau kenapa bisa ada efek glowing-glowingnya gitu dan kesannya romantis gitu deehh. Soundtrack! Saya suka sekali lagu-lagunya. Salah satu yang membuat saya susah move on adalah lagu-lagunya. Bukan lagu-lagu ballad khas drama korea yang liriknya pasti ada kata saranghae… saranghae, dengan suara penyanyinya yang kayak orang mau nangis. Tapi semua lagunya adalah instrumental piano dan gitar yang lembut. Sutradara dan aktornya juga pada pinter-pinter. Mungkin ada 100 orang yang dikerahkan untuk memerankan karakter Woo Jin. Dan 100 orang itu bisa memerankan satu karakter seorang Woo Jin. Ekpresi wajah yang sama, emosinya sama dan suasana hati yang sama. Sehingga bisa membuat penonton merasakan meskipun Woo Jin selalu berupa wujud tapi dia tetap Woo Jin. Tuuhh kan, saya sentimental sekali hari ini…

Saya kasih tepuk tangan pada bagian casting. Gilakk, pinter kali dia merekrut aktor-aktor ganteng korea dengan image yang sesuai dengan karakter Woo Jin. Misalnya, saat Woo Jin PDKT dengan Yi Soo, wajah yang muncul di pagi hari adalah wajah manis, ganteng dan tingginya Park Seo Joon. Siapa yang bakal menolak wajah ganteng dan loveable seperti itu ketika PDKT??? Kemudian, saat jalan-jalan santai di sore hari wajah yang muncul adalah brondong imut nan ngemesinnya Lee Hyun Woo. Saat ada acara pesta kantor wajah yang muncul laki-laki macho, gagah, penuh pesona dan enak kalau diajak bubuk bareng, Lee Jin Wook . Yang pastinya bikin iri semua wanita-wanita di acara pesta. Kemudian, saat Yi Soo dilamar Woo Jin, wajah yang muncul adalah wajah cool, sabar, romantis dan gantengnya, Lee Dong Wook. Saat mutusin Yi Soo, wajah yang muncul, laki-laki matang, mapan dan ngayomi gituu, Kim Ju Hyeok, dengan latar bersalju yang romatis diputusin ,men….! Duh, saya ikutan sakit hati waktu nontonya… hahahaha. Saat balikan pun, eehh wajah yang muncul wajah bad boynya Yoo Yeon Seok. Wajah-wajah yang bikin wanita betah bersamanya meskipun beberapa kali disakiti. Halaaahhh… hahahaha. Tapi tidak semua wajah Woo Jin yang muncul adalah wajah-wajah tampan. Ada juga wajah Om-om botak dengan kumis dan jenggot. Pendek pula. So faar gak terlalu kartun banget lah.

Well, film ini recommended untuk di tonton. Bagi yang suka cinta-cintaan harus nonton lah yahh. Kalau gak suka korea, sekali-sekali boleh lah nonton film korea. Toh, gak tiap hari kayak saya. Kalau gak suka cinta-cintaan, masak gak bosen lihat film eksyen superhero terus? 😀

NB: soundtrack The Beauty Inside bisa diunduh disini

Longgor’s Love

Waktunya meresensi drama koreaaa….. hahayyy…!

Sebenarnya ada banyak drama korea yang ingin saya ceritakan. Tapi saya males mau meresensi semuanya. Banyak banget soalnya. Ada Kill Me Heal Me, tentang kepribadian ganda. Temanya serius. Hyde Jekyll Me, tentang kepribadian ganda juga dan serius juga. Ada Heart to heart, tentang wanita yang menderita fobia sosial yang kemudian jatuh cinta dengan psikiaternya. Yang ini lumayan serius. Ada lagi, Dr. Frost, drama thriller psikologi, yang ini serius banget. Kenapa akhir-akhir ini drama korea demen banget mengangkat tema psikologi yah? Masih ada satu drama lagi. Yang terakhir ini judulnya Ho Goo’s Love / Fool’s Love, nah yang satu ini yang ingin saya ceritakan. Karena dari semua yang saya sebutkan tadi, ini satu-satunya drama yang gak serius, ringan dan sangat menghibur bagi saya.

Sebenarnya drama ini dari segi temanya biasa banget. Cerita klasik percintaan gitu deh. Cerita tentang seorang laki-laki baik hati, naif dan mau dibodoh-bodoh i oleh cinta yang mempunyai cinta pertama dan cinta pertamanya ini ternyata juga mencintai dia dan ternyata cinta pertama si cewe ini adalah laki-laki tersebut. Gitu deh… Biasa banget kan?? Di episode awal drama ini,  saya males lihatnya, karena biasa banget, geje gak jelas dan sedikit membosankan. Tapi, begitu memasuki episode lima, permainan dimulai. hahaha

Jadi apa yang membuat drama ini berbeda? Gak ada yang berbeda juga. Hahaha.. Yang berbeda adalah plot alur ceritanya yang membuat saya tidak berfikir drama ini sebenarnya cerita cinta klasik yang sudah sering saya lihat dan cerita cinta yang saya benci. Saya benar-benar terbawa oleh cerita yang mengalir. Dan drama ini berhasil membuat tebakan-tebakan yang saya buat meleset jauh. Itu yang membuat saya misuh-misuh! Yang dari awal episode saya sudah punya rencana mau menulis resensi begini begitu ternyata di episode pertengahan dugaan saya meleset sampai episode terakhirnya. Dan saat saya mau menulis resensi ini saya jadi bingung apa yang ingin saya tulis. Hahahahasyeemmm tenan!!!

b7hacrcooz9n7qlvzrba
pemain utama urut dari no 1-4 Kang Go Hoo – Do Do Hee – Byun Kang Chul – Kang Ho Kyung

Oke, jadi singkat cerita begini, ada empat pemeran utama dalam drama ini. Urut dari nomor 1 sampai 4 : Kang Ho Goo, Do Do Hee,  Byul Kang Chul, dan Kang Ho Kyung. Di awal cerita saya mengira begini, Kang Ho Goo suka sama Do Do Hee, sedangkan Do Do hee suka sama Byun Kang Chul kemudian karena kecelakaan mereka mempunyai anak di luar nikah, tetapi si Byun Kang Chul tidak mau bertanggung jawab. Kenapa Byun Kang Chul tidak mau tanggung jawab? Karena Byun Kang Chul sebenarnya menyukai orang lain. Oke dari sini ceritanya standat sekali, bukan? Lalu siapa orang yang disukai Byun Kang Chul? Dia adalah Kang Ho Goo. Hahahaha. Lalu siapa Kang Ho Kyung? Kang Ho Kyung adalah saudara kembar Kang Ho Goo yang suka sama Byun Kang Chul. Hahahaha. Nah looh!!

Terus bagaimana kelajutan ceritanya? Apakah Byun Kang Chul adalah ayah anak yang dikandung Do Do Hee? Bagaimana, sudah mulai tertarik dan penasaran dengan drama ini? Hehe. Nonton sendiri ajah deh… Kalau gak mau nonton dan ingin saya menceritakan, boleh request koq. hahaha

Terakhir!!! Yang membuat drama ini begitu menghibur adalah banyak adegan-adegan lebay, konyol dan longgor dengan effek yang dibikin lebay dan konyol juga yang bikin saya tertawa sampai nangis-nangis dan guling-guling saat melihatnya. Serius, saya beneran ngakak sampai nangis dan guling-guling diatas kasur.

Semua artis yang main di drama ini aktingnya luar biasa menurut saya. Akting konyolnya maksudnya. Hahahaha. Dari pemain utama samapai pemain pendukungnya semua lebay!!! Khususnya si Byun Kang Chul, dia benar-benar berhasil akting menjadi gay yang konyol. Tiap kali adegan Byun Kang Chul yang hatinya berdebar-debar saat melihat Kang Ho Goo, atau ketika dia memikirkan Kang Ho Goo, yang bikin geli itu soundtracknya selalu lagu-lagu melankolis seperti The Power of Love atau Romance!!Pokoknya menghibur sekali. hahaha. Jadi, karena itulah saya memberi judul tulisan ini dengan “Longgor Love”. Kalau ada yang belum tau, longgor itu sama artinya dengan bodoh. Bodoh-bodoh lucu koplak gitu deh. Sedangkan Ho Goo dalam bahasa korea artinya juga bodoh. Terus jadilah judul seperti diatas.

Di bawah ini saya kasih beberapa adegan-adegan konyol yang saya ambil dari google.

screen-shot-2015-02-21-at-1-30-51-am
Keluarga Kang Ho Goo yang super konyol.. Longgor tapi kreatif

 

fools-love
Wkwkwkwkw… saya suka sekali ekpresinya Byun Kang Chul
ep11_0
Sumpah ni orang!! Wkwkwkwkwk
tumblr_nk60oh0fh51s3dngxo3_500
Ngapain bang?? Selfie sampe ngesot-ngesot. seumur hidup saya aja gak pernah selfie kayak gitu. wkwkwk

Terakhir lagi. Yang ini beneran terakhir, hehe. Poin plus dari drama ini menurut selera pribadi adalah drama ini tidak melulu mengambarkan pemeran utama pria sebagai  sosok pria idaman sempurna. Pria keren, ganteng, metroseksual, licin, bajunya bagus, mobilnya keren, warisannya banyak yang kaya raya. Pokoknya pria idaman yang hanya ada di dunia fiktif tapi dicari-cari di dunia nyata oleh semua wanita. Itu!!!

“Kau tau kenapa putri duyung berakhir menyedihkan? Karena putri duyung mencintai pangeran. Karena dia mencintai pria yang sangat SEMPURNA, makanya akhirnya menyedihkan. Aku bukanlah seorang pangeran, tapi seekor cumi-cumi.” Kang Ho Goo